Kumpulan Artikel Jejualan

Dalam rangka mendorong penjualan produk atau jasa secara fisik, kini Anda harus menjalankan strategi penjualan secara online. Hal ini mungkin berlawanan dengan konsep Anda, tetapi 90% dari pembeli kini beralih ke sosial media dan akhirnya melakukan pembelian disana. Dengan pergeseran tersebut, Anda sebagai pelaku bisnis retail dituntut untuk mengikuti perilaku pembeli.

Perubahan bukanlah hal buruk, justru sebaliknya. Melalui kemajuan teknologi, Anda memiliki kesempatan untuk semakin terlibat dengan para pembeli setiap saat. Pada dasarnya, sosial media adalah alat untuk pemasaran dan penjualan. Melalui sedikit kreativitas dan strategi, sosial media dapat menjadi alat yang berharga dalam membangun hubungan dengan pelanggan dan mendorong penjualan. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu Anda mengembangkan bisnis ritel di sosial media.

  1. Evaluasi Sumber Daya Anda

Apabila Anda baru terjun dalam bisnis dengan pemasaran secara online, maka Anda perlu bertanya pada diri sendiri tentang beberapa pertanyaan berikut sebelum bergerak lebih jauh:

  • Apa yang Anda jual? Hal ini sangat penting dan sebaiknya untuk memiliki katalog produk. Hal ini membantu dalam mendefinisikan apa yang Anda pasarkan dan memudahkan dalam memutuskan fitur sosial media mana yang akan digunakan untuk memperoleh keuntungan.
  • Anda menjual produk kepada siapa? Kunci dari penjualan adalah memahami target demografis. Cari tahu sosial media mana yang memiliki audiens terbanyak dan sesuai dengan target Anda.
  • Apakah ada yang membutuhkan produk atau jasa Anda? Ini adalah sesuatu yang harus dipikirkan sebelum memulai bisnis atau meluncurkan produk tertentu.

Memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan dan sumber daya yang tersedia akan membantu menentukan jenis strategi sosial media yang dapat digunakan. Lakukan analisis mengenai sumber daya Anda dan bagaimana keterlibatannya dalam sosial media setidaknya sebulan sekali. Anda akan mengetahui hasilnya dan kerja keras Anda akan terbayar.

  1. Meningkatkan Keterampilan Mendengar Di Sosial Media

Orang-orang akan membicarakan tentang bisnis Anda di sosial media. Sebagai sebuah bisnis, Anda harus terbiasa mendengarkan komentar untuk setiap produk atau layanan yang Anda berikan baik yang sifatnya positif maupun negatif. Jika Anda tidak aktif mendengarkan, Anda akan kehilangan pendapat berharga dan umpan balik  dari pelanggan serta kesempatan untuk terlibat dalam percakapan yang berarti.

Menjadi pendengar aktif bukan berarti hanya menunggu pelanggan yang datang kepada Anda. Sebuah cara yang bagus untuk menunjukkan bahwa bisnis Anda peduli adalah dengan menjangkau pelanggan untuk pertama kali. Anda dapat melakukannya dengan mencari kata kunci atau frase yang biasa digunakan pelanggan untuk membicarakan bisnis Anda di sosial media.

  1. Berikan Alasan Untuk Mengunjungi Sosial Media Anda

Tujuan utama Anda adalah untuk mendapatkan banyak orang yang mengunjungi toko online Anda. Jadi bagaimana melakukannya? Berikut adalah 5 alasan mengapa seseorang mengikuti sebuah bisnis di sosial media.

  • Promosi dan diskon
  • Informasi produk terbaru
  • Dukungan pelanggan
  • Mengikuti konten
  • Memberikan tanggapan

Beberapa alasan tersebut dapat menjadi acuan bagi Anda untuk mendapatkan perhatian dari banyak orang. Lakukan beberapa hal di atas dengan baik dan lihat hasilnya.

  1. Berinvestasi Untuk Konten Visual

Cara Anda menyampaikan pesan dalam konten visual memainkan peran besar terhadap penerimaan para pelanggan. Berikan konten visual dengan kualitas terbaik karena itu adalah salah satu yang menarik perhatian pelanggan. Melalui penyampaian pesan dan konten yang sempurna, maka akan semakin mudah meraih banyak pelanggan di sosial media.

b2b

Pada jumlah banyak dalam kemungkinan tiap kegiatan, bisnis B2B harus fokus pada taktik pemasaran online B2B yang efektif.

Ketika didukung oleh strategi yang kuat, pemasaran online B2B bisa menawarkan nilai yang sangat besar untuk sebuah perusahaan. Untuk menjadi efektif, penting untuk memilih pendekatan yang terbaik berdasarkan tujuan spesifik Anda. Tanpa pilihan informasi yang baik, Anda berisiko membuang-buang sumber daya berharga, uang dan ekuitas brand.

Continue Reading

Data yang diperoleh melalui Q3 Sprout Social Index menyatakan bahwa 57% dari pelanggan merasa terganggu oleh banyaknya promosi di sosial media. Bahkan, 41% diantaranya akan berhenti mengikuti sebuah brand di sosial media jika informasi yang diberikan tidak relevan dengan brand tersebut. Dalam hal ini, Anda selaku pebisnis di sosial media seperti Instagram juga perlu memiliki kiat-kiat tertentu untuk mendapatkan perhatian dari audiens Anda. Berikut kami menyajikan beberapa tips yang harus dipelajari dari brand ternama dalam berbisnis di Instagram.

  1. Mengetahui Minat Audiens Anda

Memperhatikan apa yang audiens sukai dan membicarakan mengenai masalah tersebut adalah hal yang penting, tidak hanya untuk proses marketing di Instagram namun juga marketing secara umum. Luangkan waktu untuk menganalisa komunitas di Instagram Anda. Mengapa Anda perlu melakukannya? Karena Anda dapat menggunakan informasi dari komunitas tersebut untuk membuat Instagram Anda sesuai dengan bisnis dan minat audiens. Misalnya, jika Anda memiliki toko pakaian olahraga, Anda bisa melihat halaman Instagram Gatorade untuk tips pemasarannya.

  1. Menggunakan Gambar Dan Video Dengan Kualitas Tinggi

Instagram merupakan platform visual. Jika Anda tidak dapat menyewa seorang fotografer atau videografer, maka Anda perlu meningkatkan keterampilan misalnya dengan mengikuti beberapa kursus online. Ada banyak kelas di luar sana yang dirancang khusus untuk membantu Anda menampilkan gambar dan video dengan kualitas tinggi di Instagram. Algoritma Instagram dibuat sesuai dengan postingan yang memiliki keterlibatan lebih dalam beberapa jam pertamanya. Ini berarti bahwa Anda perlu untuk berbagi konten yang relevan dan eye-catching.

  1. Berikan Konten Mengenai Backstage Perusahaan Anda

Jangan takut untuk menunjukkan apa yang terjadi di balik layar perusahaan Anda. Ini bukan berarti Anda tidak perlu memperhatikan kualitas foto. Anda tetap perlu menyajikan kualitas foto yang tinggi untuk meningkatkan keterlibatan. Berikan audiens informasi tentang bagaimana perusahaan Anda beroperasi. Anda dapat menunjukkan ini melalui gambar atau video tentang wisata kantor atau pabrik. Jika Anda merasa tidak cocok dengan hal ini, maka Anda bisa menggunakan Instagram Story sebagai gantinya.

  1. Menggunakan Hashtags

Jika Anda belum pernah menggunakan hashtags, maka Anda perlu membuat satu hashtags yang singkat dan mudah diingat. Ini mungkin hal yang paling digemari oleh audiens untuk menggunakan hashtags yang berhubungan dengan brand Anda. Tugas Anda adalah menempatkan hashtags dimana-mana mulai dari bio, keterangan foto, bahkan ketika sedang mengomentari konten dari audiens yang berhubungan dengan brand Anda. Semakin banyak Anda menggunakan hashtags, maka semakin banyak audiens yang akan menggunakannya dan terlibat dengan brand Anda di sosial media.

  1. Menciptakan Visual Tema Pada Postingan Anda

Sebuah tips dari perusahaan Pantone sebagai salah satu pemimpin dalam dunia desain adalah membuat tema untuk setiap postingan Anda. Banyak perusahaan yang seringkali memiliki tema untuk setiap baris postingannya. Entah dalam warna tertentu atau estetika desainnya. Tips ini memberikan Anda ruang untuk menyalurkan kreativitas. Jika Anda merasa berani, Anda dapat mengundang kolaborator untuk menciptakan tema. Memiliki serangkaian kolaborasi akan saling menguntungkan. Anda dapat menerima konten kreatif sementara pencipta konten mampu memainkan peran kecil dalam pemasaran bisnis Anda.

  1. Selalu Menganalisis Strategi Anda

Manfaatkan alat untuk menganalisis laporan di Instagram misalnya untuk mengidentifikasi influencer, hashtags apa yang berpengaruh, hingga postingan mana yang paling diminati. Melalui laporan tersebut Anda dapat menemukan influencer baru, hashtags yang relevan, dan sebagainya.