Pekerjaan seperti fotografer dituntut untuk selalu kreatif agar senantiasa dapat menghasilkan pundi-pundi. Terlebih lagi, persaingan di industry ini cukup ketat. Dan fotografi,, yang selalu berkembang setiap waktu berkat teknologi membuat banyak orang semakin mudah mengklaimdiri sebagai fotografer. Dengan berbekal sebuah smartphone atau kamera foto kelas entry level, Anda bisa mengembangkan kemampuan di bidang ini.

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya, seiring dengan persaingan yang ketat, bagaimana cara menghasilkan uang dari dunia fotografi. Ada salah satu cara yang banyak dipakai oleh para fotografer, yaitu menjual karyanya di platform online yang bertebaran di internet. Jadi Anda harus tahu trik cara menjual foto di internet.

Kanca Jejualan, artikel ini akan mengajak Anda untuk mengetahui cara menjual foto di internet, tak hanya untuk para professional, tetapi juga untuk fotografer amatir. Tetapi sebelum memutuskan terjuan menjadi fotografer online, setidaknya ada tiga hal yang harus Anda perhatikan.

Baca Juga: Rekomendasi bisnis 2020

  • Memantapkan niche atau genre fotografi

cara menjual foto di Internet

Yang harus menjadi perhatian pertama kali adalah menemukan niche fotografi Anda. Sebagian orang menyebutnya sebagai genre. Dengan menguasai satu niche tertentu, akan memudahkan Anda untuk fokus dan menemukan ciri khas Anda dibanding fotografer lainnya.

Setiap fotografer sukses umumnya sangat konsisten pada satu tema atau genre sebagai pekerjaannya. Orang akan cenderung mengikuti tokoh yang sesuai dengan ketertarikan yang sama.

Menemukan tema fotografi yang tepat untuk dijual sama artinya dengan mencari gaya utama dari foto Anda. Tetapi Anda juga tak harus kaku pada satu tema saja. Anda dapat mengevaluasi permintaan dari tema yang Anda sajikan.

  • Membangun audiens

Untu orang yang bekerja di bidang kreatif, seorang fotografer sangat perlu untuk membentuk pemirsanya sendiri. Mereka inilah yang akan menikmati setiap karya foto para fotografer. Audiens ini nantinya akan menjadi tak hanya penikmat,tapi juga pengkritik yang baik untuk kemajuan karya-karya Anda.

  • Membuat variasi pendapatan

Seorang fotografer tak boleh hanya mengandalkan satu sumber pendapatan saja. Banyak memang fotografer yang menjual kemampuannya untuk menghasilkan uang. Misalnya menjadi fotografer wedding atau event-event tertentu. Cobalah untuk mulai menjual karya foto Anda ke platform online. Jadi, stok foto Anda tidak menumpuk di dalam hard disk, yang siap dihapus kapan saja saat memori terasa penuh.

Cara Menjual Foto di Internet

cara menjual foto di Internet

Di luar sana, banyak sekali tempat atau platform yang bisa Anda gunakan untuk menjual karya foto Anda. Beberapa yang sudah familiar seperti Getty Images Shutterstock, dan Adobe Stock. Diluar ketiganya, masih ada banyak lagi, yang akan dijelaskan di bagian selanjutnya artikel ini.

Licensing adalah salah satu cara menjual foto online yang populer. Anda bisa menjual foto Anda ke brand, publisher, atau siapapun yang tertarik menggunakan foto Anda untuk tujuan apapun. Dan kuncinya adalah, Anda harus memperhatikan apakah foto Anda cukup serbaguna saat digunakan sebagai ilustrasi. Terutama yang menampilkan subjek manusia.

Berikut kumpulan platform dimana Anda dapat menjual karya foto secara online:

  1. Getty Images

Sulit untuk tidak memasukkan nama Getty Images di peringkat pertama daftar ini. Bisa dikatakan, Getty Images adalah pemain terbesar dalam bisnis photo licensing. Getty Images dapat menarik brand atau publisher yang mencari foto-foto eksklusif untuk dilisensi.

Standar yang ditetapkan oleh Getty Image untuk menerima kontributor lebih tinggi disbanding photo stock lainnya. Rate untuk setiap foto yang dilisensi di Getty Images mulai dari 20%.

  1. Shutterstock

Di peringkat kedua ada Shutterstock. Shutterstock adalah situs micro-stock, yang berarti foto tidak besifat ekslusif dan dihargai lebih murah. Memang penghasilan yang akan diterima tidak akan sebesar jika dibandingkan dengan yang nomor satu. Tetapi ini adalah tempat yang tepat bagi para pemula untuk belajar.

Pembayaran didasarkan pada penghasilan Anda dari waktu ke waktu, berkisar 20% hingga 30%. Ada juga program  afiliasi, dimana Anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan jiak ada fotografer baru yang bergabung menggunakan link dari Anda.

  1. Adobe Stock

Di daftar selanjutnya ada nama Adobe Stock. Dari namanya saja Anda pasti sudah bisa menebak, bahwa situs ini dimiliki oleh raksasa digital imaging, Adobe. Adobe Stock adalah salah satu tempat terbaik untuk menjual foto secara online. Karena setiap foto yang Anda jual di Adobe Stock akan muncul di Fotolia, situs micro-stock lain yang dibeli oleh Adobe.

  1. iStock

Bukan hanya Adobe saja yang punya website micro-stock, yaitu iStock. Komisi yang diberikan berkisar 25%-45%, tergantung pada foto yang eksklusif atau tidak.

  1. Alamy Stock Photos

Selanjutnya ada nama Alamy Stock Photos. Alamy membayar kontributornya secara bulanan dan memiliki pilihan pembayaran yang bervariasi. Dengan menjual foto ke Alamy, Anda sebagai fotografer mendapatkan komisi sebesar 50%. Pembayaran didepositkan secara bulanan, dengan minimal pencairan sebesar 50 Dollar Amerika.

  1. Fotolia

Di daftar keenam ada Fotolia yang kini dimiliki oleh Adobe. Fotolia memiliki dua model berlangganan untuk pengunanya. Yaitu Pay As You Go dan Subscription. Foto yang terjual dengan cara Pay As You Go, Anda akan mendapatkan komisi berkisar 20%-63%. Sedangkan subscription lebih besar beberapa persen.

  1. 123RF

Platform microstock lain yang membayar kontributornya berdasarkan jumlah download atau pembelian adalah 123RF. 123RF memberikan komisi sebesar 30%-60% untuk kontributornya.

Menjual Foto Untuk Produk Printing

cara menjual foto di Internet

Pada bagian sebelumnya Anda telah mengetahui cara menjual foto online dalam bentuk digital. Anda juga bisa menjual foto Anda dengan format fisik. Yang paling umum adalah dalam bentuk printing di kertas ataupun poduk fisik, seperti di mug, kaos, dan kalender.

Setidaknya terdapat tiga platform yang dapat menjadi tempat bagi Anda untuk menjual karya foto berbentuk printing. Yaitu Fotomoto, CafePress, dan Instaproofs.

Kanca Jejualan, Anda juga bisa menjual karya foto berbentuk photo books. Photobook adalah produk foto fisik. Contoh penggunaannya bisa kita temui pada sebagai penghias meja di kafe-kafe. Platform yang menyediakan jasa photobook antara lain Blurb, Lulu Xpress, dan Shutterfly. Anda tinggal membuat, mencetak, dan mengirimkannya sesuai permintaan.

Kesimpulan

Pekerjaan bidang kreatif memiliki banyak tantangan. Termasuk bagi para fotografer. Sebagai pekerja yang mandiri,fotografer harus memiliki banyak sumber pendapatan agar bisnisnya tetapi jalan. Termasuk dengan menjual karya fotonya ke secara online, seperti yang telah dijabarkan dalam artikel cara menjual foto di internet. Semoga bermanfaat.

 

Send Comment