4 Alasan Mengapa Toko Online Di Fcebook Tak Laku
Kita mungkin akan berpikir bahwa Facebook adalah tempat yang bagus bagi perusahaan untuk menjual produk dan jasa, ditambah dengan lebih dari 800 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Tapi menurut laporan dari Bloomberg, beberapa perusahaan besar seperti Gamestop, J.C. Penney, Gap, dan Nordstrom telah menutup semua toko mereka di Facebook.
Menurut Charles Nicholls, founder of e-commerce consultancy SeeWhy, mengatakan bahwa untuk beberapa pengecualian seperti musik dan game, yang ada hubungannya dengan sosial media, menjual langsung produk dan jasa di Facebook adalah ide yang buruk bagi sebagian besar perusahaan. Kenapa? Berikut 4 alasannya.
1. Orang menggunakan Facebook bukan untuk berbelanja
Perusahaan biasanya menjual barang-barang mereka melalui rantai retailers, e-tailers, dan situs ecommerce mereka sendiri, karena di situlah konsumen. Untuk mendapatkan penjualan terletak pada pandangan pertama ketika orang melihat suatu barang. Itulah sebabnya kenapa pusat perbelanjaan bisa begitu ramai dan sukses, karen seseorang yang masuk mall siap untuk membeli dan tidak menutup kemungkinan akan mencari tawaran lain.
Tapi jejaring sosial berbeda. Orang-orang menggunakan Facebook untuk bersosialisai dan bersenang-senang. Meskipun ada beberapa grup besar di Facebook, tapi memberikan kesempatan berbelanja bagi mereka adalah cara yang kurang tepat.
2. Tidak meningkatkan hasil
Ada beberapa alasan mengapa orang ingin memiliki beberapa retail outlets, pada umumnya mereka mencari kesempatan untuk mendapatkan penjualan tambahan. Namun, menurut Nicholls, belum ada bukti yang menyebutkan bahwa Facebook bisa menciptakan peluang tambahan dan meningkatkan hasil.
Mungkin ada beberapa cara untuk membuat proses pembelian menjadi lebih natural di jejaring sosial, tapi itu berarti kita harus menggunakan pendekatan yang berbeda untuk sebuah toko di Facebook dan mengarahkan pelanggan kesana bukan ke situs kita sendiri. Jika hasil penjualan tambahan tidak meningkat, sedangkan perusahaan telah menghabiskan banyak sumber daya pada strategi retailnya secara keseluruhan, makan akan berakibat pada margin yang rendah.
3. Kepercayaan
Banyak orang tidak percaya dengan Facebook. Itu mungkin seperti tidak adil, mengingat banyak perusahaan lain mengumpulkan berbagai informasi dari Facebook untuk target iklan dan marketing yang lebih baik. Tapi ini adalah kasus di mana persepesi mengalahkan alasan. Menurut Nicholls, dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang enggak untuk berbelanja di situs jejaring sosial karena khawatir dengan masalah keamanan dan privasi.
4. Ruang lingkup kecil
Setiap perusahaan selalu ingin bisa melihat informasi tentang kebiasaan pembeli untuk meningkatkan pengalaman belanja konsumen dan keuntungan, tapi itu terbatas di Facebook. Selain itu, Facebook juga memiliki keterbatasan dalam menampilkan berbagai macam produk dibandingkan dengan situs ecommerce.
Mungkin ada cara lainnya untuk membuat toko online di Facebook, tetapi kebanyakan perusahaan akan lebih memilih untuk berusaha meningkatkan efektivitas situs ecommerce mereka sendiri dan membuat promosi untuk mendatangkan traffic yang lebih banyak.
Baca juga :Ketahui 7 Cara Efektif Membuat Iklan Facebook Lebih Menarik