4 Langkah Jitu Meningkatkan Shopping Experience Toko Online

Shopping Experience atau pengalaman pengguna merupakan bagian penting dari toko online yang berhubungan langsung dengan penjualan.

Bayangkan saja bagaimana jadinya jika seseorang yang ingin membeli sepasang sepatu high heels, tapi pegawai toko justru memberikannya sepatu pria? Pasti dia akan merasa kesal, frustasi, dan mungkin tidak akan lagi kembali ke toko tersebut.

Sebaliknya, bayangkan bagaimana jika sebuah situs benar-benar bisa membimbing pembeli menuju ke produk yang mereka cari sesuai keinginan. Tentu itu akan membuat pembeli merasa senang dan nyaman.

Pertanyaannya adalah bagaimana meningkatkan shopping experience toko online itu sendiri? Simak 5 tips berikut ini.

1. Menyapa pembeli

Ketika berjalan-jalan ke sebuah toko (apa pun itu), pasti kita ingin untuk selalu disapa oleh pegawai/kasir. Bahkan jika kita sering berkunjung, mungkin mereka akan tahu nama kita. Fokuslah untuk menyapa orang-orang yang berkunjung ke website sama seperti yang kita lakukan secara pribadi. Untuk melakukan ini, kita bisa mengkombinasikan ucapan terima kasih pribadi atau banner dengan nama pembeli menggunakan tool Dynamic Web Personalization (DWP). Setiap marketer bisa menggabungkan tools ini ke situs mereka untuk secara proakatif menyapa setiap pembeli dan mengarahkan pembeli melalui shopping experience yang baik.

2. Rekomendasi produk

Biasanya ketika kita berbelanja ditoko fisik, tidak jarang pegawai akan memberikan rekomendasi produk lainnya yang sejenis atau produk lain yang terdapat diskon. Nah, cara seperti ini bisa kita implementasikan pada toko online dengan menggunakan tool/plugin. Jika pembeli sedang browsing jenis barang tertentu, maka sistem rekomendasi akan secara otomatis menampilkan produk lain yang sejenis atau promosi-promosi yang relevan. Jadi, fungsi tool rekomendasi ini adalah untuk menyesuaikan konten untuk setiap pengunjung berdasarkan preferensi mereka, suka atau tidak suka.

3. Kesadaran kontekstual

Personalisasi konten berdasarkan profil pengguna yang besar, tetapi kita juga harus mengathui konteksnya. Misalnya, jika seorang wanita 40 tahun browsing untuk mencari toy (mainan), bisa diasumsikan bahwa dia membeli sesuatu untuk anaknya. Tools personalisasi konten haruslah dinamis, yang memiliki kemampuan untuk mengubah rekomendasi di website berdasarkan berbagai inteligensi tentang pelanggan. Bagaimana caranya? Mintalah pada pelanggan, sebuah jendela pop-up pada landing page bisa memberikan kesempatan pengunjung untuk berbagi apa yang mereka cari dan untuk siapa.

4. Lokasi

Tentu, toko online di Cina akan memiliki persediaan item yang berbeda dari toko online yang sama di Indonesia. Sebuah brand perlu memastikan bahwa mereka menggunakan geomarketing yang tepat untuk menampilkan jenis produk apa yang akan di tampilkan di website. Geomarketing memanfaatkan data lokasional untuk secara otomatis menyediakan konten yang relevan untuk pelangan berdasarkan dimana mereka berada pada saat itu. Facebook misalnya, menggunakan teknologi ini untuk menargetkan iklan ke konsumen, dan Google menggunakannya untuk memberikan hasil pencarian yang relevan. Lokasi ini bisa sangat penting, karena hal-hal seperti iklim, waktu, hari, dan budaya semua bisa mempengaruhi cara kita menargetkan konsumen tertentu. Setiap aplikasi personalisasi modern saat ini telah banyak yang menawarkan geo IT database.

Itulah 4 tips sederhana bagaimana meningkatkan shopping experience toko online. Semoga bermanfaat.