5 Kebijakan Ecommerce Untuk Pengembalian Barang
Sebuah kebijakan pengembalian yang jelas dan komprehensif akan memperkuat kredibilitas dan sangat penting untuk membangun kepercayaan pelanggan. Sebagai online merchant, kebijakan pengembalian membantu mengurangi waktu yang dihabiskan untuk pengembalian uang, masalah pelanggan dan profitabilitas. Jadi apa yang seharusnya kita lakukan? Mari kita bahas satu per satu tentang 6 kebijakan pengembalian barang yang harus dipahami.
1. Apa yang bisa dikembalikan?
Keputusan pertama yang harus dibuat adalah apakah ingin menerima pengembalian atau penukaran produk atau tidak. Bingung? Berikut adalah 5 kategori produk yang umumnya tidak diterima untuk pengembalian:
– Makanan, tanaman, bunga, dan barang-barang tahan lama lainnya
– Barang yang tidak dapat dijual kembali karena pertimbangan kesehata
– Produk yang dikembalikan dalam kondisi tidak-dijual
– Pengembalian tanpa tag asli, kemasan, penerimaan faktur
Jika menjual berbagai macam produk, pastikan aturan barang yang bisa dikembalikan atau tidak itu jelas.
2. Pengembalian jumlah
Jumlah dana pelanggan yang mungkin dikembalikan. Sebagai contoh, biaya pengiriman umumnya tidak dikembalikan. Jika mengisi biaya restocking, buat juga dalam kebijakan pengembalian. Pelanggan harus bisa menghitung jumlah pasti yang akan mereka terima.
3. Berapa lama waktunya?
Tentukan periode pengembalian (dalam hari atau bulan) bagi pelanggan untuk mengembalikan barang. Tidak yakin berapa waktu yang tepat? Pertimbangkan faktor informasi proses pembayaran kartu kredit pelanggan dalam batasan per hari. Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah waktu pengiriman barang dan pengembalian barang.
Untuk kebijakan pengembalian yang sangat jelas, disarankan dihitung ketika periode ulang dimulai. Apakah itu pada saat hari pembelian, pengiriman paket, atau pelanggan menerima paket? Juga, termasuk prosedur yang harus diselesaikan sebelum periode berakhir. Misalnya, apakah pelanggan hanya perlu mengirimkan paket kembali atau harus menunggu kiriman paket tersebut. Terakhir, tentukan berapa hari yang dibutuhkan untuk memproses pengembalian dana dan mempertahankan pelanggan dengan memperbaharui status pengembalian mereka.
4. Dimana pelanggan harus mengirimkan kembali?
Tentukan daftar alamat untuk pengiriman kembali produk dan jangan lupa menyertakan departemen. Untuk membantu memastikan pengiriman ke lokasi yang tepat, sertakan slip pengembalian yang dapat ditempel di luar paket.
Kamu juga bisa menentukan siapa yang harus membayar biaya pengiriman kembali. Selain itu tentukan jasa pengiriman yang dapat diandalkan dan terpercaya. Terlepas dari siapa yang membayar, jasa pengiriman yang terpercaya adalah untuk menjamin bahwa produk(mu) aman dan bisa dilacak.
5. Bagaimana dengan menukar barang?
Dapatkah pelanggan mengembalikan barang untuk ditukar dengan yang lain? Jika demikian, prosesnya seperti apa untuk pelanggan? Berapa lama waktu yang dibutuhkan? Juga, daftar biaya yang harus mereka keluarkan seperti restocking atau hanya biaya pengiriman. Tapi jika kamu tidak menerima penukaran barang, berikan keterangan yang jelas.
Nah itulah beberapa kebijakan yang bisa digunakan pada situs ecommercemu dalam menangani pengembalian barang dari pelanggan. Semoga membantu.