5 Tools CRO Keren Untuk Blog Yang Harus Diketahui

CRO (Conversion Rate Optimization) menurut Wikipedia adalah metode menciptakan pengalaman (experience) pada sebuah situs website guna mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan (pembeli).

Seberapa penting CRO itu? CRO biasanya digunakan untuk mecapai tujuan kita (closing), entah untuk meningkatkan penjualan, menambah followers, atau yang lainnya.

Jika kita mengenal teknik SEO adalah untuk mendatangkan traffic, maka dengan CRO kita bisa mengoptimalkan dan mengkonversi pengunjung blog menjadi pembeli.

Tapi bagaimana cara untuk meningkatkan tingkat konversi di blog? Mari kita lihat 5 tools dibawah ini.

1. Gunakan Top-bar call to action

Dalam sebuah test yang dilakukan Unbounce, call to action yang berada pada top-bar (bagian paling atas blog tanpa terpengaruh oleh scrolling) bisa meningkatkan tingkat konversi sebanyak 41%.

Dengan tool HelloBar kita dapat dengan mudah mengatur call to action baik dalam bentuk pop up atau statis yang jika diklik akan mengarah ke halaman tujuan. Jika kita punya produk baru misalnya, kita bisa membuat sebuah headline menarik dan menerapkannya untuk call to action.

HelloBar juga memiliki semua data analisis yang dibutuhkan, seperti menampilkan berapa banyak konversi dalam jangka waktu tertentu dan apa saja tingkat konversi tersebut berdasarkan jumlah tayang (impressions).

2. Gunakan ‘Slide in’ call to action

Hubspot’s yang melakukan pengujian dengan mengimplementasi slide-in call to action box pada situs mereka sendiri, menemukan bahwa rasio klik per tayang mereka meningkat 192% dibandingkan dengan call to action lainnya.

Jadi, bagaimana membuat slide-in call to action yang mudah dan cepat? Gunakanlah aplikasi SumoMe “ScrollBox” app.

Aplikasi ini sederhana dan mudah digunakan. Mengatur warna, call-to-action headlines, link, dll.

ScrollBox adalah salah satu cara yang cukup efisien untuk meningkatkan konversi blog.

3. Gunakan lightbox pop-up

Cara ini biasanya merupakan hal yang sensitif bagi kebanyakan blogger dan pemilik website pada umumnya, kenapa? Karena pop up bisa dianggap menganggu dan membuat pengunjung tidak kenyamanan. Tapi di sisi lain cara ini ternyata cukup efektif untuk call to action.

Dengan tools seperti ListBuilder, kita bisa mengatur pop-up call to action hanya dalam hitungan menit dan menyerasikan gaya dengan template blog.

4. Gunakan heat mapping software

Heat mapping software adalah salah satu cara yang paling efisien untuk mendapatkan informasi lebih tentang desain, mana yang bekerja dan mana yang tidak berdasarkan traffic situs kita.

Gunakan heat maps untuk menemukan orang-orang yang meng-klik, dimana keterlibatan pengguna, dan apa saja yang dilakukan pengguna di situs kita.

5. Gunakan A/B testing tool

Salah satu A/B testing tool yang bagus dan mudah digunakan adalah Visual Website Optimizer.

Cara kerjanya sederhana, atur halaman baru mana yang ingin diuji, 50% dari traffic akan masuk ke halaman lama, sedangkan 50% sisanya masuk ke halaman baru yang sedang diuji. Ini adalah kunci karena tidak ada fluktuasi waktu tertentu. Traffic sama, berasal dari tempat yang sama, pada saat yang sama, dan kita bisa melihat halaman atau desain yang terbaik.

VWO membantu memberikan presentase yang jelas desain mana yang bekerja lebih baik dalam mengkonversi pengunjung pada tujuan tertentu.

Nah, itulah 5 tool CRO keren yang harus kamu tahu. Selain tool diatas, masih ada banyak sekali tool dan taktik yang bisa kamu coba untuk meningkatkan konversi blog. Semoga bermanfaat.