6 Cara Menguji Apakah Konten-mu Shareable
Tanggapan khalayan menjadi hasil terbaik dari unduhan karyamu di media social. Tanggapan tersebut berupa dari komentar atau pembagian karya-mu oleh khalayak, kepada orang lain. Biasanya ini disebabkan karena adanya kesamaan rasa atau pikiran, yang menyebabkan adanya keinginan untuk membagikan karya ke orang lain. Namun bisa juga, hal itu dilakukan berkaitan dengan karena sudah adanya imbalan yang disepakati antara kamu dan dia.
Orang akan membagikan karya ketika memiliki konten yang menarik, menghibur, dan mendidik. Terlepas dari semua itu, sebuah karya tentu saja harus memperhatikan kualitas materi dan penulisannya. Saat ini, mungkin kamu akan menemui banyak karya-karya yang baik, namun susah mendapatkan ruang bagi mreka untuk berbagi. Ada metode jitu yang bisadigunakan untuk meningkatkan kemungkinan bahwa orang akanmembagikan karyamu.
- Konten visual yang Menarik
Pastikan bahwa karya-mu menarik bagi oranglain.Inilah sebabnya mengapa estetika dalam hal ini menjadi sangat penting. Pertama, mudah dipahami dan jangan sampai membuat bingung orang lain. Kedua, mudah didapatkan dan dioperasikan, sehingga membuat orang bingung ketika mengunjungi. Misalkan, tampilan yang rumit dan tidak nyaman dilihat, sehingga membuat orang bingung men-sharenya.
Caranya, pertama, Pilih font yang mudah dibaca, padukan dengan skema warna yang jelas.Gunakan daftar poin-poin bahasan sehingga pembaca dapat dengan cepat memahami maksudnya. Gunakan juga paragraph pendek, keyword, dan spasi yang beraturan, agar karya kamu dapat terlihat lebih rapi dan sesuai ketika dilihat pada layar yang lebih kecil.
Biasanya orang lebih suka melihat konten visual yang mengandung isu dan kebiasaan menulis yang kerap digunakan.
- Sharing Mendatangkan Sharing
Selanjutnya adalah peran besar dari kelompok. Biasanya jika dalam satu kelompok ada yang membagikan karyamu, maka otomatis orang lain yang berada dalam kelompok tersebut akan secara langsung mnejadi tertarik. Mengapa? Ini disebabkan oleh kesamaan rasa dan kesamaan pikiran antara mereka, juga sikap saling memiliki antara anggota kelompok. Mereka mungkin saja tak sempat membaca karyamu sampai akhir, namun sudah yakin untuk membagikannya, lantaran hal itu sudah dilakukan sebelumnya oleh anggota kelompok yang lain.
Caranya adalah, pastikan kamu meletakkan posisi tombol berbagi di tempat yang mudah untuk ditemui, jangan sampai meletakkannya di lokasi-lokasi yang tersembunyi. Kemudian sediakan juga tombol berbagi untuk setiap sosial media yang berbeda, masing-masing satu.
Menariknya, kemungkinan ketika orang lain mengetahui kalau karyamu sudah pernah dibagikan oleh sejumlah orang, maka justru 60% di antaranya malah langsung mengklik tombol berbagi, tanpa perlu membaca hingga akhir.
3.Karyamu dapat menjadi penghubung.
Kamu pasti pernah mendapatkan teman baru di media sosial, karena secara kebetulan kamu mendapati dia memiliki kecenderungan hobi atau minat yang sama, bukan? Hal ini biasanya akan terlihat dari kolom-kolom komentar ataupun konten-konten yang dibagikan di akunnya. Sebagian besar orang memang menggunakan media sosial sebagai representasi dirinya sendiri, sehingga secara otomatis akan memilih konten-konten yang ‘aku banget’ untuk kemudian ditunjukkan secara umum.
Untuk menjadikan karyamu sebagai media penghubung, maka gunakanlah isu-isu yang tengah menghangat saat ini. Hal tersebut secara otomatis akan menciptakan forum diskusi, bahkan mungkin perdebatan-perdebatan di dalamnya. Teetapi itu tidak akan menjadi masalah, yang terpenting adalah isu tersebut terbukti dapat menarik orang-orang yang berpikiran sama untuk datang dan membahasnya di sosial mediamu. Bahkan mungkin sekali untuk kemudian dibawanya ke forum lain untuk didiskusikan lagi.
Hal terpenting sebelum menulis adalah kamu harus paham karakter dan isu yang tengah berkembang di khalayak, untuk kemudian dijadikan sebagai topic bahasan. Ini memungkinkan karyamu untuk dibagikan menjadi lebih besar, ketimbang menulis tanpa memperhatikan perkembangan terlebih dulu.
- Karya dengan Konten yang Menggugah
Pembaca biasanya akan menyukai tulisan-tulisan yang bisa mengaduk-aduk emosi mereka, entah itu perasaan bahagia, sedih, marah, kaget, bahkan merinding seram. Pembaca seringnya menikmati sensai ketika mereka dibawa ke dunia yang berbeda yang ada dalam satu tulisan. Namun jika dikaitkan dengan pembagian konten, orang-orang biasanya cenderung akan membagikan konten yang memberikan efek bahagia, entah itu dalam bentuk tulisan humor atau mungkin cerita petualangan.Ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Jonah Berger, ia coba menanyakan mengenai mana konten yang lebih ingin dibagikan, kepada remaja yang baru saja disuguhkan dua jenis tontonan, yaitu yang bertema bahagia dan satunya bertema duka, rata-rata menjawab lebih memilih yang bertema bahagia.
Caranya sebenarnya sama seperti yang telah dijelaskan tadi, bahwa kamu harus mencari tahu dulu karakter khalayak dan isu yang sedang berkembang. Bisa juga dengan memperhatikan tulisan-tulisan lain yang telah lebih dulu banyak dibagikan, kemudian sesuaikan temanya dengan tulisanmu, namun tanpa menjiplak, melainkan hanya sebagai panduan saja. Untuk kesan menyentuh emosi, kamu dapat menggunakan kata-kata deskripsi yang kuat dan intens, yang diusahakan dapat menggambarkan situasi dan tokoh yang kamu tuliskan agar dapat dinikmati secara nyata.
- Kecocokan Pembaca dengan Konten
Tanpa kita sadari saat ini media sosial justru cenderung menjadi wadah promosi diri dan pembentukan citra sosial. Bahkan bisa saja kita lebih hidup di dalam media tersebut ketimbang dunia yang sesungguhnya. Oleh sebab itu, biasanya orang akan membagikan konten yang dirasa cocok untuk merepresentasikan diri mereka. Konten-konten itu yang nanti secara halus akan menjelaskan ke khalayak tentang apa yang mereka rasakan, atau pikirkan mengenai sesuatu. Hal ini didukung dengan sebuah penelitian yang menyatakan bahwa 27% alasan utama orang dalam berbagi konten adalah karena hal tersebut mewakili kepercayaan dan prinsip yang mereka miliki. Inilah yang menyebabkan mengapa kamu harus dapat mencocokkan antara konten yang kamu tulis, dengan keinginan pembaca.
Cara mengetahui mengenai cocok atau tidaknya kontenmu dengan pembaca, salah satunya adalah dengan mengamati perilaku mereka di akun media sosialnya. Mencatat apa saja isu-isu yang diminati, kecenderungan hal yang tidak disukai hingga mungkin konten apa saja yang pernah dibagi. Kemudian isu tersebut tadi kamu angkat dalam tulisanmu, dengan menambahkan pendapatmu mengenai itu, sehingga bisa menjamin orisinalitasnya.
- Motivasi yang Intensif
Ketika kamu mencoba mengajak orang lain untuk mengunjungi dan membagikan kontenmu, gunakanlah ajakan yang langsung memberikan efek pada perilaku mereka, bukan hanya angun lalu saja. Seperti yang terbukti dari beberapa studi yang dilakukan, bahwa perubahan perilaku juga dipengaruhi dengan pemberian reward atau punishment. Kamu bisa menggunakan keduanya, namun tentu saja dalam bentuk yang lebih halus. Misalnya kamu bisa memberikan berupa hadiah atau penghargaan kepada mereka yang telah bersedia membagikan kontenmu. Atau bisa membuat daftar kerugian yang mungkin mereka dapatkan jika saja mereka tidak melakukan itu.
Kesimpulan
Enam tips tadi merupakan taktik jitu yang bisa membantu kamu meningkatkan rating pembagian kontenmu di media sosial.
Baca Terkait: Pentingnya Content Marketing yang Viral untuk Toko Online