6 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam A/B Testing Toko Online
Bagi para pedang online tentu selalu mencari cara bagaimana untuk meningkatkan toko online mereka dengan berbagai cara. Banyak pakar e-commerce telah meneliti dan menguji elemen desain yang berbeda untuk mengoptimalkan efektivitas suatu website. Dengan begitu banyak elemen website yang harus diuji, dari mana harus memulainya? Untuk itu kali ini kita akan membahasnya tentang 6 hal dalam A/B testing toko online.
A/B testing memungkinkan pedagang online untuk menampilkan salah satu dari dua versi website mereka. Dengan mengukur efektivitas setiap halaman, akan dapat menentukan desain mana yang lebih baik dalam hal mengkonversi pelanggan. Tapi sebelum melakukan test ini, penting untuk mengetahui sejauh mana kinerja toko onlinemu saat ini.
1. Desain Homepage
Judul – Jika saat ini websitemu memiliki sebuah judul, buat salinan, dengan menguji ukuran, atau coba menghapusnya sama sekali.
Slider atau Carousel – Apakah homepage websitemu menggunakan slider yang menawan atau justru itu malah membosankan? VWO, sebuah perusahaan A/B testing, percaya bahwa slider gambar tidak lagi efektif. Mereka menyarankan sebagai berikut: gunakan gambar statis, hapus blok atau batasi jumlah slide.
2. Tombol Call to Action (CTA)
Warna – Penelitian telah menunjukkan bahwa manusia secara alami terdapat keterikatan antara warna dengan ide-ide dan perasaan tertentu. Cari tahu warna yang tepat dari tombol CTA toko onlinemu, kemudian coba warna yang berbeda untuk melihat mana konverter yang lebih baik.
Ukuran – Satu hal yang pasti, tombol CTA harus terlihat jelas. Namun, tombol CTA dengan ukruan yang terlalu besar juga dapat menggangu dan mengambil space keseluruhan halaman. Lakukan A/B testing untuk menemukan ukuran mana yang pas untuk toko online.
3. Checkout: Lima vs satu halaman
Hal ini memang menjadi kontroversi, dimana sebagian orang mengatakan checkout 5 halaman adalah sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan. Di sisi lain, checkout 1 halaman akan memperpendek proses checkout yang bisa menurunkan angka keranjang belanja yang ditinggalkan begitu saja.
4. Gambar Produk
Gambar dengan resoulusi tinggi untuk menampilkan produk yang sempurna pada halaman produk. Cobalah membuat sebuah ide di setiap gambar produk untuk mengetahui tingkat konversi.
Latar belakang – Meskipun putih adalah warna yang paling umum digunakan, coba warna lembut lainnya yang sesuai dengan produkmu.
Views – Tampilan produk dari segala arah, usahakan jangan hanya dari satu arah saja.
Model – Memiliki seorang model untuk menampilkan produkmu dapat membantu penjualan karena pelanggan dapat ikut merasaan apa yang dikenakan pada seseorang tersebut.
5. Bukti sosial
Apakah menampilkan followers sosial media benar-benar bisa membantu membangun kepercayaan? Beberapa toko menggunakan cara untuk membangun kepercayaan dengan menampilkan seperti logo pembayaran, tombol sosial media, dan simbol keamanan. Cari tahu apakah cara ini bekerja untuk toko onlinemu.
6. Harga dan Promosi
Kamu bisa menerapkan harga psikologis dan promo diskon untuk menguji tingkat konversi. Namun, ingat bahwa a/b testing harga dan promosi dapat berisiko karena pelanggan percaya, mungkin saja kamu tidak adil dalam memberikan harga produk. Disarankan untuk tetap profesional ketika menjalankan a/b testing harga dan promosi.