6 Jenis Tombol CTA Di Blog Yang Harus Kamu Coba
Call to Action (CTA) adalah cara untuk mendapatkan konversi. Ide, riset, penulisan, editing, dan posting semua akan bermuara pada Call to Action. Jika blog tidak memiliki CTA, itu sama saja tidak akan memberikan manfaat/keuntungan.
CTA blog dengan ecommerce memang berbeda, ada yang bilang bahwa blog tidak harus memiliki CTA. Anggapan itu keliru! Blog justru menjadi salah satu tempat yang paling penting untuk menempatkan CTA.
Lalu bagaimana membuat CTA yang baik di blog? Dimana harus ditempatkan? Komponen apa saja yang harus dimiliki?
Berikut adalah 6 jenis CTA yang paling banyak digunakan di blog. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
1. CTA Persistent header
Persistent header adalah salah satu CTA paling banyak digunakan. Ini adalah model form sederhana yang muncul di bagian atas halaman. Kelebihannya adalah ketika halaman di scroll, CTA ini tidak akan terganggu alias tetap muncul di bagian atas halaman. Kekurangannya adalah desain yang terbatas karena area yang digunakan juga terbatas.
2. CTA Forms (above of content)
Idealnya, untuk setiap blog minimal harus memiliki satu jenis CTA forms. Ada beberapa jenis CTA forms yang sering digunakan. CTA ini akan muncul di halaman utama konten tepat di mana artikel itu muncul. Kelebihannya ini sangat relevan dengan konteks. Kekurangannya adalah karena muncul sebelum artikel, mungkin ini akan membuat sedikit ketidaknyamanan bagi pembaca.
3. CTA Forms (sidebar)
Sidebar adalah lokasi yang sempurna untuk CTA. Agar lebih efektif, CTA ini harus berada paling atas dari sidebar dan memiliki proses konversi yang singkat. Form email berlangganan adalah contoh yang paling sederhana. Kelebihannya adalah terlihat jelas dan tidak mengurangi kenyamanan pembaca. Kekurangannya ketika halaman di scroll ke bawah mungkin saja CTA ini juga akan ikut ter-scroll.
4. CTA Forms (end of content)
CTA ini letaknya adalah tepat di akhir/bawah konten. Hal ini dimaksudkan agar ketika pembaca selesai membaca artikel mereka akan langsung terlibat dengan CTA ini dan menghasilkan konversi. Kelebihannya tidak terlalu mengganggu pengalaman/kenyamanan pembaca seperti CTA forms (top of content). Kekurangannya mungkin pembaca hanya berhenti di akhir konten, dan tidak melihat kesuluruhan CTA.
5. CTA Ads
Jika kita menampilkan iklan berbayar di blog, itu mungkin akan mengurangi pengalaman pengguna dan bisa saja memperburuk SEO. Sebaliknya, jauh akan lebih baik jika kita memasukan iklan produk dan jasa kita sendiri ke dalam blog. Kelebihannya adalah CTA ini akan menghasilkan traffic ke website utama. Kekurangannya adalah biasanya CTA ads diletakan di antara widget sidebar yang membuat visibilitas menjadi berkurang.
6. CTA Forms (slider)
Slide-in adalah cara yang bagus untuk menarik perhatian. CTA forms dengan slider (pop-up) akan muncul ketika pembaca men-scroll melewati bagian tertentu. CTA ini bisa muncul dimana saja, bisa di tengah halaman, akhir artikel, atau paling bawah halaman. Kelebihannya adalah visibilitas, sebuah slider sangat terlihat jelas dan menarik perhatian. Kekurangannya mungkin membutuhkan sedikit kemampuan coding untuk membuatnya atau membutuhkan biaya untuk membelinya.
Nah, itulah 6 jenis CTA di blog yang harus kamu tahu dan harus kamu coba. Jika dilakukan dengan benar, CTA akan membantu meningkatkan tingkat konversi blog. Selamat mencoba!