Apa Itu Nama Domain? Apa Pengaruhnya Pada Blog?
Ketika membuat sebuah website, Anda akan memerlukan sebuah tempat untuk menyimpan semua informasi (foto, video, dan teks) yang dapat ditampilkan dan di akses oleh pengunjung di seluruh dunia. Web hosting adalah solusi untuk menyimpan semua file yang membentuk website Anda. Sedangkan untuk mengaksesnya, Anda memerlukan sebuah domain. Nama domain adalah alamat yang diketikan untuk menuju ke situs Anda. Memiliki nama domain sendiri bisa memberikan perbedaan dan keuntungan untuk situs Anda.
Penyedia domain: mana yang harus saya pilih?
Secara umum domain bisa dibedakan menjadi dua, yaitu sub-domain dan top level domain (TLD). Sub-domain gratis dan top level domain berbayar. Contoh dari sub-domain adalah myblog.wordpress.com, sedangkan top level domain adalah myblog.com. Platform blogging (perusahaan yang menawarkan tools blogging gratis) biasanya memberikan sub-domain gratis untuk semua penggunanya. Berikut beberapa contoh platform blogging gratis:
- Blogger.com
- LiveJournal.com
- TypePad.com
- WordPress.com
Penyedia domain ini menawarkan pilihan untuk membuat blog dengan mudah. Semua gratis (pada awalnya) dan banyak menawarkan tema dasar yang memungkinkan Anda untuk mempersoonalisasi blog/situs Anda sendiri.
Hal yang perlu diingat dengan jenis penyedia domain ini adalah bahwa itu selamanya akan menjadi bagian dari URL (alamat Anda di internet). Misalnya, jika Anda ingin membuat blog tentang “tips dan trik” dengan menggunakan WordPress, maka alamat blog Anda akan menjadi tipsdantrik.wordpress.com. Ini disebut dengan sebagai sub-domain.
Meskipun platform blogging gratis diatas menawarkan sub-domain gratis, mereka juga memasang iklan di situs Anda yang tidak dibawah kontrol Anda sendiri. Mereka juga mulai membebankan biaya bulanan ketika blog Anda mulai populer. Semakin populer blog Anda, semakin banyak Anda harus membayar.
Memiliki sub-domain mungkin tidak tampak sangat penting, dan mungkin tidak jika Anda hanya ingin membuat blog sebagai hobi.
Tetepi jika Anda ingin blog profesional dan menghasilkan uang, Anda akan perlu mempertimbangkan top level domain (TLD).
Miliki domain Anda sendiri
Jika Anda telah memutuskan untuk membeli domain sendiri, Anda bisa membeli satu dari domain registrar seperti IDwebhost.com yang akan mendaftarkan nama domain Anda di host server mereka. Setelah itu Anda bisa memilih dan menginstal content management system. Content Management System (CMS) adalah seperti engine untuk blog Anda, itu adalah software yang benar-benar membuat semuanya bekerja dengan baik. WordPress adalah salah satu CMS yang paling populer di dunia.
Mengapa memilih self hosted WordPress?
Ketika memutuskan untuk membeli nama domain sendiri dan menginstal platform blogging yang Anda inginkan, Anda akan memiliki URL sendiri seperti tipsdantrik.com. Dengan memiliki nama domain sendiri Anda akan mendapatkan peringkat pencarian yang lebih baik di Google dan lebih banyak kemungkinan orang yang akan menemukan situs Anda. Selain itu, Anda juga bebas untuk memilih hosting yang Anda inginkan dan tidak terjebak hanya pada satu pilihan hosting. Ini merupakan faktor yang cukup penting jika Anda ingin situs Anda terus tumbuh dan berkembang.
Kesimpulan
Jika Anda hanya ingin membuat blog hanya sekedar untuk hobi atau menulis, yang tidak memerlukan kontrol penuh, Anda bisa memilih layanan domain hosting gratis. Sebaliknya, jika Anda ingin blog profesional dan memiliki kontrol penuh Anda harus membeli nama domain sendiri.
Meskipun membeli domain sendiri sedikit lebih rumit, tapi itu sangat berharga dan investasi jangka panjang untuk blogging.