Begini Cara Mengukur Kompetitor E-commercemu
Kamu terkadang ingin tahu lebih banyak tentang kompetitor e-commercemu bukan? Misalnya siapa kompetitormu dan apa yang mereka lakukan? Berikut ada 10 cara untuk membantumu dalam meneliti kompetitor e-commercemu:
- Siapa Kompetitor Onlinemu?
Mungkin kamu akan mendapatkan informasi ini setelah melihat di hasil pencarian teratas search engine dan kemudian memutuskan bahwa mereka adalah pesaingmu. Mungkin pesaingmu akan menjadi pemain nomor 2 atau 3 dari hasil pencarian dan kamu tidak perlu mengevaluasinya terlebih dahulu.
- Berapa Banyak Kompetitor di Market?
Jika ada pemain yang lebih aktif dari bisnismu, mungkin kamu akan kesulitan untuk mengunggulinya. Mulailah dari mencari di Google dengan keyword! Tapi janganlah khawatir, kamu hanya perlu memperbaiki hasil pencarianmu di Google, dan kamu akan terlihat lebih kuat.
- Berapa Lama Kompetitor Ada Disekitarmu?
Usia domain kompetitor adalah ketika domainmu pertama kali terdaftar di search engine. Biasanya domain memiliki catatan lebih tua dalam Google. Untuk memeriksa usia domain kompetitormu gunakan Domain Tools dan alat WHOIS.
- Berapa Banyak Back Link yang Tidak Dimiliki Kompetitormu?
Situs eksternal yang menghubungkan ke kompetitor merupakan faktor penting dalam analisis kompetitif online. Biasanya situs lebih berkualitas dalam menghubungkan secara alami dengan kompetitormu dan kemungkinan akan mempengaruhi peringkat. Untuk memeriksa berapa banyak link eksternal yang dimiliki oleh kompetitor, kamu bisa gunakan alat SEOmoz baru di site explorer dan ketik nama domainnya.
- Berapa Banyak Produk yang Diindeks?
Apabila produk kompetitor sudah diindeks di website e-commerce, maka mereka akan mendapatkan petunjuk mengenai cara membangun situs. Misalnya, jika situs memiliki 1000 produk dan sudah terindeks semua, maka kamu dapat berasumsi telah membangun search engine dengan sedikit atau tidak ada duplikasi konten dan arsitektur web yang solid. Untuk memeriksa jumlah page yang terindeks di google kamu bisa gunakan alat webmaster google.
- Teknologi Apa yang Digunakan Disitus Mereka?
Ada beberapa jenis situs yang lebih ramah di search engine. Misalnya, website yang dibangun dengan menggunakan flash akan lebih sulit mendapatkan peringkat dibandingkan situs yang dibangun menggunakan coding html. Untuk mengetahui teknologi yang digunakan kompetitormu, kamu hanya perlu ketik nama domainmu di Built With.
- Traffic yang Seperti Apa?
Mengukur dengan tepat jumlah pengunjung kompetitormu memang tidak mudah. Namun, ada sejumlah alat yang dapat memberikan beberapa wawasan. Dalam tampilan tertentu, kamu bisa gunakan google trends untuk website dan quantcast.
- Apa Startegi Pemasaran Mereka?
Apabila kamu tahu strategi apa yang mereka gunakan tentu saja akan sangat membantu. Misalnya, jika mereka menggunakan iklan Pay-Per-Click, maka kamu dapat mengasumsi penjualan produknya mempertahankan biaya dengan cukup baik. Jika kamu tahu kinerja kompetitormu yang semakin baik, namun kehilangan program afiliasi, kamu bisa mendapat kesempatan. Untuk itu penting juga untuk memata-matai kompetitor e-commercemu tentang strategi apa yang dipakai.
- Bagaimana Potensi Marketnya?
Kamu harus berusaha untuk memasuki pasar ketika ada permintaan yang kuat atau proyeksi yang kuat. Kamu bisa gunakan alat yang bisa menunjukkan tren seperti google trends untuk pencarian organik dan twitterfall.
- Apa Keunggulan Kompetitormu?
Jika ada pemain yang menjual produk yang sama dengan produkmu, maka kamu harus memiliki ciri khas yang berbeda dari mereka. Keunggulan kompetitor bisa datang dari mana pun, seperti harga atau dukungan pelanggan. Intinya, kamu harus tahu USP mereka.