Brand Advocacy dan 3 Tips Menumbuhkannya Bagi Pelanggan Anda

Seringkali ketika anda memiliki sebuah pengalaman dengan brand atau perusahaan yang anda cintai, anda merasa sangat perlu untuk memberitahu orang-orang mengenai hal tersebut. Hal ini yang sering disebut dengan brand advocacy. Kadang-kadang, pengalaman ini tampak benar-benar random, tetapi lebih sering terjadi daripada apa yang anda pikirkan, bahwa semua ini sebenarnya telah dirancang dengan matang oleh perusahaan tersebut. Alasannya adalah, para pemasar memahami bahwa dalam di era digital seperti sekarang ini, brand advocacy yang dilakukan oleh pelanggan dan loyalitas mereka adalah prioritas utama dari suatu bisnis. Itu sebabnya, hasil penelitian yang dilakukan oleh Branderati menyimpulkan 46% dari jumlah pelaku bisnis di Amerika Serikat mengatakan bahwa peningkatan jumlah brand advocacy adalah salah satu manfaat paling penting dari social media. Memang sudah tidak diragukan lagi, social media masih menjadi cara yang paling ampuh untuk mengubah pelanggan setia anda menjadi seorang brand advocate, jadi bagaimana anda dapat melakukan hal itu untuk bisnis anda? Simak tiga tips yang telah kami rangkum untuk anda berikut ini :

  1. Memahami siapa yang berinteraksi dengan anda

Proses menciptakan brand advocacy yang pertama harus diawali dengan pemahaman mengenai siapa saja yang menjadi followers anda di Twitter, Facebook, Instagram dan profil i anda yang lain daripada hanya sekedar melacak berapa banyak jumlah ‘retweet’ atau ‘like’ yang anda dapatkan dari konten anda. Karena sangat penting untuk memahami persis siapa saja profil orang yang berinteraksi dengan konten sosial anda. Mengapa? Karena orang-orang ini sudah benar-benar akrab dengan nama brand anda, mereka menikmati konten anda dan ingin berinteraksi dengan brand anda lebih jauh. Salah satu cara untuk melacak orang-orang yang potensial adalah dengan mengintegrasikan social media management tools yang anda gunakan dengan customer relationship management milik bisnis anda untuk membuat sebuah gambaran yang lebih lengkap dari semua keterlibatan bisnis anda dengan pelanggan individu.

  1. Libatkan audiens anda

Jika seseorang me-retweet artikel anda, anda harus berterima kasih kepada mereka. Jika mereka mengajukan sebuah pertanyaan, anda meresponnya dengan cepat. Sangat penting untuk berinteraksi dengan audiens anda agar anda dapat benar-benar membangun sebuah hubungan yang lebih personal. Apakah anda belum mendapatkan ‘cinta’ dari audiens anda? Maka anda harus segera memulainya. Mulailah dengan berinteraksi dengan konten yang dibuat oleh followers anda. Tanyakan kepada mereka mengenai apa hal yang mereka bagi. Jika konten mereka berhubungan dengan industri anda dan berpotensi menarik target audiens lain, maka bagikanlah!

  1. Buat sebuah komunitas

Mayoritas orang-orang menegaskan identitas mereka dengan brand yang mereka gunakan. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan menyatakan bahwa 25% dari orang-orang memilih untuk terlibat dengan sebuah brand karena mereka ingin bergabung dengan komunitas sesama penyuka brand tersebut. Untuk membuat pelanggan anda menjadi sebuah komunitas, dorong mereka untuk berinteraksi dengan anda dan pelanggan lainnya. Mulai obrolan secara personal dan ringan di Twitter atau lakukan livechat untuk memulai sebuah proses interaksi untuk menumbuhkan brand advocacy di benak pelanggan.

Membangun sebuah brand advocacy selalu berdasarkan pada rantai interaksi yang selalu menempatkan pelanggan di urutan pertama. Pahami hal tersebut dengan baik dan rumuskan strategi yang tepat. Dan anda pun akan memperoleh keuntungan yang luar biasa bagi bisnis anda. Selamat mencoba!