Inilah 10 Metric Penting Untuk Google Analitycs

Sebelum membahas metrik penting apa saja yang ada pada Google Analytics, kita asumsikan bahwa kamu telah memiliki metrik ecommerce paling dasar dari Google Analytics seperti:

Hal yang mendasar dari sebuah metrik adalah harus bisa dilacak di Google Analytics untuk memberikan wawasan lebih dalam tentang kinerja dan diagram alur pengguna melalui corong konversi yang memungkinkan untuk melihat bisnis online dari sudut pandang yang berbeda.

1. Buy-to-Detail Rate

Ini berasal dari pembelian unik dibagi dengan tampilan detail halaman produk (Enhanced Ecommerce). Dapat ditemukan di Ecommerce -> Product Performance report.

Metrik ini bisa membantu menjawab pertanyaan “Untuk apa pengguna cenderung untuk mengkonversi/melakukan pembelian setelah melihat detail produk?

2. Internal Promotion Clicks and Views

Ini merupakan metrik penting yang secara efektif melacak dan memutuskan apakah akan menjalankan promosi internal di toko onlinemu dan melihat:

Ecommerce->Marketing->Internal Promotion

3. Product Adds To Cart

Ini adalah metrik yang harus dimiliki karena menunjukan jumlah pengunjung yang menambahkan produk ke keranjang belanja.

Ecommerce->Shopping Analysis->Product List Performance

Metrik ini memberikan kemampuan untuk menganalisis tidak hanya berapa kali produk ditambahkan ke keranjang tetapi juga mengapa beberapa produk tersebut memiliki konversi yang lebih tinggi untuk dibandingkan yang lainnya.

4. Product Removes From Cart

Metrik ini menunjukkan berapa kali produk yang dihapus dari keranjang belanja/shopping cart.

Lacak ‘Average Removes from Cart Rate’, yang sama

Total Removes from Cart / Adds to Cart.

5. Product Checkouts

Mirip dengan add-to-cart, Product Checkout menunjukkan berapa kali produk dimasukkan di proses checkout.

Catatan penting: Produk yang diproses ke checkout tapi gagal diorder juga harus dianalisa lebih lanjut.

6. Cost Per Acquisition (CPA)

Ini merupakan metrik penting yang harus dihitung dan diukur dari dua perspektif yang berbeda.

Lihat keduanya dan bandingkan satu sama lain:

Rencanakan CPA for Each Media Channel vs. Actual Spent CPA

7. Product Refunds

Metrik ini menunjukkan berapa kali pengembalian dana yang dikeluarkan. Cek pada Ecommerce->Product Performance report untuk menemukan produk yang memiliki tingkat pengembalian yang tinggi (yang dapat dihitung sebagai nilai total pengembalian produk dibagi dengan pendapatan produk).

8. Customer Lifetime Value

Metrik khusus ini tidak tersedia dalam laporan apapun, namun sangat berguna karena menunjukkan nilai pelanggan tetap dan berapa banyak mereka terbawa ke dalam bisnismu. Buat segmen lanjutan untuk melihat pengguna yang telah membuat lebih dari 1 pembelian di situsmu.

9. Repeat Purchase Rate

Metrik ini berkaitan dengan CLF (Customer Lifetime Value) seperti metrik di atas dan dihitung sebagai pembelian dari pelanggan berulang dibagi dengan semua pembelian di website untuk rentang tanggal tertentu.

10. Revenue Per Session

Ini adalah metrik yang harus dimiliki untuk mengukur dan melacak yang memungkinkan untuk mengidentifikasi dan mengatur CPA (Cost-Per-Acquisition) dan CPC (Cost-Per-Click) toko onlinemu ketika meluncurkan CPC/CPA based traffic acquisition campaigns.

Contoh: Jika kamu memiliki 1.000 session (sebelumnya dikenal dengan kunjungan) ke situsmu dan menghasilkan 100.000.000 dalam pendapatan, maka

Revenue Per Session = 100.000.000/1.000 = 100.000

Dengan pikiran seperti itu, dan mengetahui bahwa margin keuntungan adalah sebagai contoh: 20%, mungkin kamu bersedia membayar hingga 20.000 per session (atau klik).

Meskipun data yang banyak selalu lebih baik daripada kurang, jumlah yang sangat besar dapat membuat frustasi dan membingungkan bahkan bagi para analis yang bepengalaman. Fokuslah pada metrik spesifik yang akan memberikan potongan-potongan yang paling relevan dari informasi yang benar-benar penting dan dapat meningkatkan nilai bisnis.