Inilah 3 Kriteria Menentukan Segmen Customer Toko Online

Pertama, agar lebih jelas kita harus tahu apa itu segmen. Segmen adalah bagian dari orang-orang yang dapat diidentifikasi di dalam sebuah audiens/kelompok, kamu dapat mendeskripsikannya melalui atribut dan perilaku mereka, dan bisa menjangkau mereka dengan seluruh channel yang kamu miliki.

Berbagai platform kini hadir dengan banyak segmen “out-of-box“, hal ini tentunya sangat bagus untuk dapat membedakan antara pengunjung baru dengan pengunjung yang ‘kembali’ lagi. Sebagai pemasar (marketer), kamu harus tahu bagaimana cara untuk menyesuaikan/mencocokkan perilaku pelanggan di seluruh channel, yang mana itu akan membuat segmentasi menjadi lebih kuat.

Baca juga : 10 Tips Meningkatkan Konversi dan Keuntungan Toko Online

Nah, untuk membuat segmen customer toko online yang baik, kamu dapat menggunakan tiga kriteria berikut:

1. Konteks
Ini merupakan data real-time seperti lokasi, cuaca, jenis perangkat, dan data demografis seperti usia dan jenis kelamin. Semua hal tersebut merupakan poin-poin berupa data dari pola pikir konsumen, dan bagaimana suatu konsumen berinteraksi dengan merek/brand yang kamu miliki.

2. Kebiasaan/Perilaku
Sebuah observasi data apa yang dilakukan seorang konsumen di situsmu, produk apa yang kamu miliki, merek, kategori yang mereka sukai, dan tindakan apa yang mereka ambil setelahnya, seperti menambahkan item ke keranjang belanja, menambahkan ke daftar belanja, atau langsung melanjutkan 90% ke proses transaksi pembayaran untuk barang belanjaan mereka. Semua informasi inilah yang dapat membawa lebih dekat untuk memahami keinginan pembeli.

3. Hubungan/Relasi
Ini adalah data historis dan lintas channel yang memungkinkan kamu untuk mengenali dan berhubungan dengan pelanggan. Melihat kebelakang untuk melihat apakah konsumen juga akan membantu menentukan stabilitas segmen. Misalnya, apakah mereka terikat pada siklus pembelian tertentu? Apakah mereka hanya berbelanja selama bulan tertentu atau waktu tertentu? Apakah mereka hanya melakukan pembelian ketika ada promosi?

Tentu saja tidak semua pelanggan akan masuk ke dalam segmenmu. Itulah mengapa ada istilah ‘natural breaking points‘.

Konteks memberikan break point untuk mengelompokan pelanggan sesuai ruang lingkupnya, seperti perempuan, pelajar, pekerja, dll. Sementara kebiasaan/perilaku akan menunjukan kepada bagaimana setiap orang yang berbeda dalam sebuah kelompok. Hal ini juga membuat kamu untuk mulai membentuk segmen yang lebih baik. Tentukan jenis perilaku seperti apa yang ada di dalam suatu kelompok, seberapa sering, dan ketika kamu ingin mulai untuk membidik pelanggan mana yang paling berharga.

Langkah berikutnya adalah untuk menganalisis suatu hubungan, mana yang akan membawa ke sebuah atribut, pola perilaku, dan bahkan perubahan dalam konteks dari waktu ke waktu yang membantu untuk memahami kapan, dan pelanggan seperti apa yang bisa di konversi.

Salah satu hal terpenting dalam menentukan segmen toko online adalah konsumen harus percaya dan membuktikan sendiri bahwa produk/merekmu memang benar-benar berkualitas. Seperti ungkapan yang mengatakan “berinovasi atau mati”, ungkapan tersebut juga berlaku dalam menentukan customer toko online.

Penelitian harus terus dilakukan untuk menemukan segmen yang sesuai. Mencari pola, membentuk hipotesis (atau, dalam hal ini, segmen), dan memvalidasi melalui eksperimen. Dan jika semuanya gagal, gunakan fakta-fakta kuat untuk membentuk hipotesis baru dan memulai proses lagi.