Inilah Cara Memilih Layanan Fraud Prevention Untuk Ecommerce

Semakin maraknya kasus kejahatan online dan penipuan, membuat kita harus ekstra waspada. Penipu biasanya memanfaatkan kelengahan yang ada (baik pada sistem atau karyawan) untuk melancarkan aksinya.

Untuk membantu mengurangi angka penipuan, mungkin kita perlu mempertimbangkan untuk menggunakan layanan fraud prevention.

Apa itu layanan fraud prevention?

Layanan fraud prevention adalah sebuah perusahaan yang berfokus untuk mengidentifikasi transaksi kartu kredit yang tidak valid seperti transaksi ecommerce yang akan mengakibatkan chargebacks dan kehilangan pendapatan. Ini akan membantu menangkap akun-akun palsu, pembelian menggunakan kartu kredit curian, friendly fraud chargebacks, dan masih banyak lagi.

Layanan ini akan menganalisis jumlah ekstensif informasu dari berbagai sumber untuk membuat rekomendasi persetujuan order. Analisis ini biasanya jauh lebih menyeluruh dibandingkan yang ditawarkan oleh card processor, biasanya termasuk alamat dan kode verifikasi. Lebih dari itu, layanan ini bisa di integrasikan ke dalam platform ecommerce untuk membuat rekomendasi-rekomendasi dengan mudah.

Berikut adalah 10 pertanyaan yang bisa digunakan untuk membantu memilih layanan fraud prevention yang tepat untuk bisnis ecommercemu.

1. Layanan apa yang mereka tawarkan?

Pertimbangkan vendor yang bisa menyesuaikan rule engine mereka agar cocok dengan kebijakan dan tingkat toleransi toko online. Tentukan juga apakah kita akan lepas tangan atau ingin mendefinisikan aturan sendiri.

2. Data apa saja yang dianalisis?

Ada banyak sekali sumber data yang tersedia yang bisa diolah untuk membantu membuat keputusan berisiko. Bagaimana layanan menggabungkan IP geolocation, deteksi proxy, chargeback blacklist, grafik sosial, issuing-bank data, alamat, telepon, dan verifikasi email? Cari tahu apa saja yang diamati dan seberapa sering sumber data baru ditambahkan.

3. Bagaimana mengidentifikasi mobile data?

Penggunaan perangkat mobile terus tumbuh dengan cepat. Penipuan dari perangkat mobile pun juga akan meningkat. Vendor yang canggih bisa menentukan sidik jari pembeli online dan menentukan pola aktivitas dari komputer pembeli, smartphone, dan perangkat akses web lainnya.

4. Apakah memiliki fitur setuju atau tolak order secara otomatis?

Layanan fraud prevention canggih sekalipun yang dilengkapi monitoring deteksi dan analisis, mungkin hanya membuat rekomendasi atau nilai order. Kita mungkin masih harus membuat keputusan akhir untuk menerima atau menolak order. Tanyakan apakah mereka memiliki parameter atau aturan tertentu yang bisa digunakan untuk secara otomatis membatalkan ‘bad orders’ dan memproses hanya yang termasuk ‘good orders’.

5. Apakah terintegrasi dengan shopping cart?

Tanyakan ke vendor apakah layanan mereka bisa diintegrasikan dengan platform ecommerce yang ada. Kemudian cari tahu apa saja yang harus kita lakukan untuk memberikan izin akses dan instalasi Plugin atau coding jika diperlukan.

6. Garansi apa yang ditawarkan?

Beberapa penyedian layanan menawarkan jaminan chargeback atau asuransi, yaitu jika mereka menyetujui transaksi yang ternyata buruk, kita akan terlindungi dari beberapa atau semua kehilangan uang. Namun, jika kita masih membuat keputusan persetujuan akhir, ada kemungkinan bahwa kita mungkin tidak memenuhi syarat untuk kompensasi.

7. Layanan tambahan apa yang ditawarkan?

Kecepatan adalah kunci ketika membuat keputusan yang terkait dengan orders, bahkan yang berisiko. Tentu kita tidak ingin kan terlalu lama menuggu untuk membuat keputusan? Cari tahu bagaimana komitmen untuk menyediakan komunikasi dan alert secara cepat, up-time sistem, kinerja pada saat volume tinggi, dan dukungan contact support secara langsung.

Nah, itulah 7 tips cara memilih layanan fraud prevention untuk ecommerce. Semoga bermanfaat.