Social Media dan 4 Tips Membuat Pedoman Bagi Karyawan Anda
Cerita terbaik yang dapat dibagi oleh sebuah brand di halaman social media kadang-kadang justru datang dari diri mereka sendiri. Sebuah kisah nyata mengenai sejarah brand Anda, keberhasilan dan cerita mengenai karyawan akan menghasilkan sebuah hubungan yang lebih humanis serta menghasilkan sebuah nilai dari suatu brand. Selain itu, tidak ada sumber yang lebih baik untuk menceritakan hal ini selain dari karyawan Anda sendiri. Hal ini merupakan sebuah praktek yang umum bagi karyawan untuk terlibat di dalam social media atas nama perusahaan mereka. Beberapa manajer mungkin masih segan untuk memberikan tingkat kebebasan lebih luas kepada karyawannya karena takut hal tersebut akan membuat suatu krisis social media yang muncul karena sebuah tweet oleh karyawan yang terlihat buruk atau menulis komentar yang kurang tepat di Facebook. Namun, ini semua dapat diatasi dengan membuat suatu pedoman yang jelas bagi para karyawan mengenai apa yang sebaiknya mereka lakukan di profil social media media milik perusahaan. Berikut telah kami rangkum empat tips tentang bagaimana Anda dapat melakukannya.
- Merumuskan tujuan dan strategi
Tujuan proses dari komunikasi yang Anda lakukan haruslah benar-benar sudah dirumuskan dengan seksama sebelum mendorong para karyawan untuk mengambil bagian dalam profil social media perusahaan. Anda juga harus melihat apa yang pesaing Anda lakukan dan melakukan penelitian mengenai strategi serta praktek terbaik yang dapat dilakukan ke depan.
- Membangun budaya transparansi
Coba untuk menciptakan sebuah proses dialog dua arah antara pihak karyawan dan manajemen. Paparkan secara jelas mengenai brand expectations dan meminta pandangan serta pendapat tentang brand Anda dari para karyawan.
- Anda akan membuat pedoman atau kebijakan? Pilihlah dengan bijak
Hal ini tergantung pada bisnis Anda. Pedoman hanya menawarkan tips dan cara untuk diikuti dan dilaksanakan. Hal ini akan bekerja lebih baik dalam lingkup kecil serta lingkungan kerja dengan struktur organisasi yang ramping. Sedangkan kebijakan akan berfungsi optimal untuk bisnis yang harus mematuhi peraturan pemerintah yang ketat atau standar privasi yang tinggi. Beberapa perusahaan memilih untuk mengkombinasikan kedua hal tersebut. Menguraikan aspek-aspek tertentu yang memang memerlukan sebuah kebijakan baku, sementara di sisi lain, tetap memberikan kebebasan pada karyawan di beberapa aspek dengan sebuah pedoman yang jelas.
- Menyebarkan dan menyampaikan pesan
Sebagai seorang komunikator, tentu Anda akan memerlukan bantuan dari manajer perusahaan dalam membagi pedoman ini. Manajer dapat bertindak sebagai penyemangat para karyawan agar mereka mau terlibat lebih dalam di profil social media milik perusahaan dan memberikan feedback untuk proses ke depannya.
Hal terpenting yang harus Anda pahami adalah, karyawan merupakan bagian penting dari berjalannya sebuah bisnis. Dengan melibatkan karyawan lebih dalam ke proses social media campaign yang dilakukan, maka karyawan akan merasa lebih dihargai dan mereka pun akan memberikan feedback yang jujur dan positif mengenai bisnis Anda. Hal ini adalah sebuah nilai yang sangat berharga.