Apa Itu Ecommerce? Simak Pembahasan Berikut
- Posted in Tips & Trik
- Komentar Dinonaktifkan pada Apa Itu Ecommerce? Simak Pembahasan Berikut Komentar
Apakah yang kita pikirkan ketika awal memulai sebuah bisnis ecommerce? Dimana kita harus menjual? Bagaimana melakukannya? Pada artikel kali ini, kita akan mengupas tuntas semua tentang ecommerce.
Pada intinya, ecommerce mengacu pada pembelian dan penjualan barang atau jasa melalui channel elektronik seperti Internet. E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960 melalui pertukaran data elektronik (Electronic Data Interchange – EDI) dalam Value-Added Networks (VAN). Media ini tumbuh pesat seiring dengan peningkatan tersedianya akses Internet dan munculnya penjual online yang populer pada 1990-an dan awal 2000-an. Jeff Bezos (pendiri Amazon) memulai bisnisnya pada tahun 1995 dari garasi rumahnya, yang pada saat itu merupakan jasa pengiriman buku. Kemudian di tahun yang sama, eBay juga memperkenalkan sistem jual-beli online antar konsumen dan sistem lelang online yang menjadi booming di tahun 1997.
Seperti teknologi-teknologi digital lainnya, e-commerce telah berkembang selama bertahun-tahun. Mobile commerce telah memiliki pasarnya sendiri seiring dengan melejitnya popularitas perangkat mobile. Dengan munculnya situs-situs seperti Facebook dan Pinterest, media sosial telah menjadi pendorong utama untuk industri e-commerce.
Pasar yang terus berubah merupakan kesempatan besar bagi bisnis-bisnis untuk meningkatkan relevansi dan memperluas pasar mereka di dunia online. Menurut Statista, pada tahun 2013 penjualan e-commerce mencapai $ 1,2 trilyun di seluruh dunia, sedangkan di US penjualan ponsel mencapai $ 38 miliar. Lebih dari 40% pengguna internet dari total sekitar 1 miliar, pernah membeli barang secara online. Angka-angka ini akan terus naik seiring dengan perkembangan mobile dan internet, baik di Amerika Serikat maupun dalam pasar-pasar yang berkembang di seluruh dunia.
Kategori Ecommerce
Seperti halnya perdagangan tradisional, ada empat kategori utama e-commerce, yaitu B2B, B2C, C2B dan C2C.
B2B (Business to Business). Merupakan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan satu dengan yang lainnya. Salah satu contoh adalah produsen menjual kepada distributor dan pedagang besar menjual ke pengecer.
B2C (Business to Consumer). Merupakan bentuk bisnis yang menjual produk/jasa ke masyarakat umum melalui software/platform tanpa perlu adanya interaksi langsung. Ini adalah yang sering terlintas pada pikiran orang-orang ketika mereka mendengar kata “e-commerce”. Contoh B2C misalnya Amazon.
C2B (Consumer to Business). Dalam C2B, konsumen memposting sebuah proyek dengan anggaran yang ditetapkan secara online, dan perusahaan akan memberi tawaran pada proyek tersebut. Konsumen kemudian meninjau tawaran-tawaran yang diperolehnya dan memilih perusahaan. Contoh bisnis C2B adalah Elance.
C2C (Consumer to Consumer). Sama seperti yang pada iklan baris, C2C adalah forum atau pasar online di mana individu dapat membeli dan menjual barang-barang mereka. Contohnya adalah Craigslist, eBay dan Etsy.
Strategi ecommerce
Sama seperti bisnis baru lainnya, langkah pertama untuk mencapai sukses dalam ecommerce adalah menetapkan tujuan. Apakah kita berencana untuk meningkatkan pendapatan dari pelanggan yang sudah ada? Mendapatkan pelanggan baru? Meningkatkan nilai rata-rata order? Menjual melalui channel baru? Atau menjual dengan harga yang lebih rendah? Setelah kita tahu tujuan kita, saatnya untuk mengatur rencana.
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats) bisa membantu kita untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari (dalam/luar) perusahaan saat ini. Bagaimanakah kondisi pasar yang ada? Di manakah kelebihan dan di mana kelemahan bisnis kita? Tinjau bisnis kita secara menyeluruh, bukan hanya sebagian. Evaluasi peluang eksternal, karena ini sering menjadi tempat utama untuk menginvestasikan waktu dan uang.
Setelah analisis SWOT dilakukan, lihat bagaimana hal itu akan cocok dengan visi bisnis kita secara keseluruhan. Lihat, di mana posisi bisnis kita 5 tahun atau 10 tahun kedepan? Ini akan membantu kita menetapkan tujuan bisnis jangka pendek, seperti menetapkan tujuan untuk penjualan, keuntungan, pelanggan, traffic, sistem baru dan staf baru. Setelah tujuan ditetapkan, maka kita bisa mengatur strategi yang tepat untuk bisnis kita, atau juga bisa menyewa konsultan e-commerce untuk membantu kita.
Dasar hukum ecommerce
Selain memiliki strategi bisnis yang kuat, sangat penting untuk memiliki pemahaman dasar hukum dalam e-commerce. Hal ini terutama bagi penjual online yang memiliki market internasional atau lintas negara. Biasanya akan menghadapi peraturan hukum dan keuangan yang berbeda, terutama dalam hal privasi, keamanan, hak cipta dan perpajakan.
Federal Trade Commission (FTC) mengatur sebagian besar kegiatan e-commerce, termasuk penggunaan email komersial, iklan online dan privasi konsumen. Bisnis online akan mengumpulkan dan menyimpan informasi pribadi yang sensitif tentang pelanggan mereka, dan perusahaan harus tunduk pada undang-undang yang berlaku di negara tersebut, tergantung pada jenis data yang kita kumpulkan.
Ada juga hukum periklanan online yang melindungi privasi konsumen dan memastikan pemasaran online yang jujur. Dalam sebuah bisnis e-commerce, iklan online adalah bagian utama dari strategi kita. Dalam dekade terakhir, pemerintahan federal dan negara telah mengeluarkan undang-undang baru terkait iklan online. Ketika kita memasuki ranah pemasaran online, penting untuk mengetahui tentang hal ini.
Selain untuk melindungi konsumen dari kebocoran data dan iklan online yang tidak diperlukan, karya digital di Internet juga dilindungi melalui Digital Millennium Copyright Act (DMCA). Ada sejumlah ketentuan yang harus disadari oleh bisnis e-commerce, termasuk tentang pelanggaran hak cipta dan tanggung jawab penyedia layanan.
Itulah semua informasi tentang ecommerce yang harus kita pahami. Semoga bermanfaat.

