Catat! Begini Cara Menganalisa dan Mengukur Content Marketing
Content marketing mungkin mungkin masaih menjadi salah satu cara yang paling efektif bagi bisnis kecil dan menengah untuk menarik dan mempertahankan pelanggan di tahun 2015 ini.
Meskipun dalam mengumpulkan data telah didukung dengan teknologi maju, beberapa marketers mungkin masih berusaha menggunakan promosi dan strategi sebagai tolak ukur, seperti content marketing.
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengetahui seberapa efektif content marketing berdampak pada tujuan bisnis kita, dan dengan beberapa langkah yang pasti kita bisa melakukan pengukuran dengan tepat.
1. Tetapkan tujuan (goals) bisnis
Sebelum menentukan apakah strategi atau taktik pemasaran bekerja dengan baik, kita harus menetapkan dulu tujuan apa yang ingin dicapai.
Pastikan bisnismu memiliki tujuan yang bijak, terukur, dan yang jelas bisa dicapai. Hal ini bisa membantu untuk memecah tujuan menjadi segmen atau potongan-potongan yang lebih kecil.
Ketahui apa tujuan bisnismu sebelum mencoba melakukan pengukuran content marketing. Bahkan, kita harus tahu dulu apa tujuan bisnis kita sebelum mulai membuat konten, sehingga nantinya konten bisa disesuaikan dengan tujuan bisnis.
2. Telusuri beberapa metrik
Beberapa marketers berpengalaman dan perusahaan marketing telah mengeluarkan beberapa daftar rekomendasi untuk metrik content marketing dan Key Performance Indicators (KPI).
4 jenis metrik content marketing menurut Jay Baer at Convince & Convert:
- Consumption metric. Page view untuk sebuah posting blog.
- Sharing metrics. Seperti jumlah tweets atau facebook shares.
- Lead generations metrics. Ini mungkin berupa jumlah download whitepaper atau berlangganan newsletter.
- Sales metric. Menelusuri jalur konten untuk konversi.
Sedangkan menurut NewsCred, penyedia software content marketing, menunjukan tiga kategori metrik dengan berhubungan dengan KPI.
- Reach. Termasuk KPI like impressions, traffic, jumlah subscriber, atau sejenisnya.
- Engagement. Time on site, bounce rate, page views, return visits, referrals, dan social sharing.
- Conversions. Ini termasuk peningkatan merek (brand), behavioral conversions, lead generation, dan penjualan sebenarnya.
Yang terpenting di sini adalah bahwa tidak ada pengukuran tunggal yang bisa menentukan apakah content marketing kita bekerja atau tidak, tetapi menggunakan tujuan yang spesifik sebagai panduan untuk memantau beberapa KPIs.
Ketahui 3 Trend Content Marketing Untuk Ecommerce 2015 untuk meningkatkan bisnismu. Marketers yang baik tidak membuktikan bahwa salah satu taktik berhasil sedangkan taktik yang lain tidak, akan tetapi bagaimana meningkatkan content marketing tersebut.