Ketahui 10 Tips Desain Ecommerce Sederhana Yang Mampu Meningkatkan Penjualan

Merancang sebuah toko ecommerce bukan hanya soal membuat terlihat bagus saja, tapi juga memastikan bahwa itu juga menghasilkan sebuah penjualan. Tujuan pertama adalah bukan hanya membuat pelanggan percaya, tapi juga memiliki keyakinan untuk membeli produk yang kamu jual. Tujuan kedua adalah memastikan bahwa mereka bisa menavigasi dengan baik dan cepat melalui situsmu.

Nah, berikut ini adalah 10 desain ecommerce sederhana yang mudah dan dapat terapkan ke situs ecommerce untuk meningkatkan kepercayaan dan mempercepat proses pembelian, yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatknya penjualan.

1. Buat Tombol Action Yang Jelas

Tombol action pada website kamu harus sangat jelas agar mudah terlihat. Ukuran, warna, dan desain, merupakan tiga cara untuk membuat tombol action yang tepat agar terlihat oleh pengguna.

Desain tombol action yang baik akan membawa pengunjung pada apa yang mereka butuhkan dan yang akan mereka lakukan. Pastikan tombol-tombol penting ini terlihat jelas seperti tombol beli, cek order, dan tombol keranjang belanja.

Baca juga : Ketahui 6 Tips Simpel Membuat Tombol CTA (Call to Action)

Contoh, Avon.com membuat tombol beli yang bagus dan terlihat sangat jelas dengan warna yang kontras.

2. Berikan Info-Info Penting Untuk Pelanggan

Pelanggan lebih cenderung membeli produk ketika mereka tahu persis apa yang akan mereka dapatkan, seperti berapa yang harus dibayar, kapan barang sampai, dan apa yang harus dilakukan jika mereka tidak puas dengan pembelian.

Semua informasi tentang produk harus disebutkan secara terbuka dan jelas pada halaman terkait. Apapun itu yang dapat meningkatkan penjualan harus disebutkan, seperti gratis ongkos kirim, diskon, dan lainnya.

Contoh REI.com menampilkan banner pada halaman utama dan juga dimuat pada setiap halaman produknya.

3. Sistem Navigasi Yang Mudah Bagi Pelanggan

Menyusun kategori dan filter yang baik pada website untuk pengunjung akan membuat mereka lebih mudah dan cepat untuk menemukan produk yang mereka inginkan dan kemudian melakukan pembelian. Banyak contoh kasus toko online yang memiliki kategori dan sistem filter yang berlebihan sehingga membingungkan pengguna, kamu bisa mulai dari kategori umum kemudian membuat menjadi sub kategori yang lebih sepesifik. Jadi yang terpenting adalah pastikan membuat kategori sesuai atau mendekati dari perspektif pelanggan.

Contoh situs dengan penyusunan kategori dan sub kategori yang baik adalah walmart.com.

4. Buat Beberapa Ukuran Gambar dan Gambar Berkualitas Tinggi

Tampilan visual mengambil peranan penting dalam sebuah produk. Pelanggan selalu ingin melihat dengan detail apa yang mereka beli. Menampilkan beberapa sudut kamera dan menampilkan produk dengan berbagai cara memungkinkan pelanggan untuk melihat keselurahan produk tersebut. Selain tampilan dari berbagai sudut, kamu juga harus menyediakan gambar dengan berbagai jenis ukuran dan berkualitas tinggi, hal ini agar pelanggan dapat melihat secara jelas produk yang kamu tawarkan.

5. Perbanyak Variasi Dari Setiap Produk

Yang tidak kalah penting juga selain gambar berkualitas tinggi adalah variasi produk. Idealnya untuk setiap produk, harus memiliki minimal satu variasi dari produk tersebut, bisa variasi warna atau desain. Walaupun produk tersebut memiliki spesifikasi yang sama persis, dari bentuk, bahan, desain, dll. Karena dengan variasi produk yang beragam akan membuat konsumen merasa mempunyai banyak pilihan.

Kita lihat contoh trekt.com yang memberikan contoh yang bagus untuk menggambarkan variasi produk. Pada setiap produk memiliki warna yang berbeda-beda.

6. Tambahkan Kolom Ulasan dan Testimonial Pelanggan

Memberikan pelanggan berupa umpan balik (feedback) dari pelanggan lain akan meningkatkan kepercayaan pembelian pada produk yang akan mereka beli. Pelanggan ingin tahu tentang pengalaman orang lain untuk melihat apakah itu cocok dengan apa yang mereka cari. Selain itu, umpan balik yang positif juga akan berdampak pada SEO website di mesin pencari.

Lihat contoh Sears.com, yang mengumpulkan ulasan dari pelanggan selama bertahun-tahun.

7. Hilangkan Form Login/Registrasi

Memaksa pelanggan untuk login atau register sebelum melakukan pembelian hanya akan membuat semacam ‘dinding penghalang’ antara pelanggan dan pembelian produk.

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk membuat akun bagi pelanggan. Salah satunya yang bisa kamu gunakan adalah login/register menggunakan sosial media. Dengan cara ini proses pendaftaran akan lebih cepat karena integrasi sistem.

Contohnya adalah REI.com yang terdapat menu Proceed as Guest, ini juga bisa dijadikan alternatif untuk pelanggan yang tidak ingin ribet mendaftar ketika ingin membeli produk.

8. Indikator Alur Proses (1-2-3)

Ini bisa dikatakan penting dan tidak penting, tapi tetap saja fitur ini harus selalu ada di setiap situs agar memudahkan pengunjung melihat alur proses mulai dari memilih barang hingga proses pembayaran.

Kita bisa lihat contoh pada bed bath and beyond yang masih menggunakan model tradisional 1-2-3-4 untuk indikator proses mereka.

9. Kurangi Penggunaan Kolom Form Pendaftaran

Terlalu banyak isian harus di isi pada kolom form pendaftaran terkadang juga terlihat merepotkan. Buatlah isian kolom form pendaftaran sesingkat mungkin, hal ini tidak hanya membuat pelanggan lebih nyaman tapi juga akan mempercepat proses pendaftaran/pembelian. Hapus semua kolom informasi yang tidak benar-benar dibutuhkan.

 10. Gunakan Smart Form 

Smart form adalah metode dimana data-data yang akan kita masukan dapat dilengkapi secara otomatis berdasarkan database. Misalnya pengunjung menginputkan alamat dan memilih asal provinsi yaitu Yogyakarta, maka secara otomatis sistem akan menampilkan semua kota/kab di Yogyakarta, kita hanya tinggal memilih sesuai dimana daerah kita masing-masing.

Bagaimana tips diatas? Sudahkah toko onlinemu memenuhi kriteria-kriteria diatas? Jika belum cobalah terapkan tips diatas.