10 Tantangan Utama Sebelum Memutuskan Berbisnis Online
- Posted in Tips & Trik
- Komentar Dinonaktifkan pada 10 Tantangan Utama Sebelum Memutuskan Berbisnis Online Komentar
Saat ini, bisnis online adalah salah satu alternatif usaha yang cukup menjanjikan. Sebagai bukti, ada banyak sekali orang yang berhasil mendapatkan penghasilan dengan jumlah yang tidak sedikit dari berbisnis online. Bisa dibilang, orang-orang itu bisa mendapatkan ratusan ribu perhari sampai ratusan juta perbulan atau bahkan bisa lebih. Tapi sama halnya dengan bisnis konvensional, berbisnis online juga punya banyak sekali tantangan yang tidak mudah. Sebelum kamu memutuskan untuk berbisnis online, ada baiknya tahu apa saja rintangan yang akan kamu hadapi ketika mau berbisnis online. Hal itu bertujuan supaya kamu bisa memecahkan masalah yang akan kamu hadapi nanti. Apa saja tantangan utama berbisnis online? Berikut daftarnya:
1. Keraguan diri
Tantangan berbisnis online yang pertama adalah ragu-ragu yang muncul dari dirimu sendiri. Pasti selalu ada pertanyaan, apakah kamu terlahir sebagai pengusaha atau tidak? Biasanya ketika kamu tidak mendapatkan jawaban yang spesifik akan pertanyaan itu, akan muncul keraguan pada diri ketika akan memulai usaha. Kamu jadi tidak percaya diri dan akhirnya menganggap semua akan sangat sulit. Kamu harus menggaris bawahi ini, pengusaha sejati itu punya pikiran yang beda dari banyak orang. Mereka seperti orang yang sedang meracik makanan atau minuman baru dari bahan yang telah tersedia. Dan kamu juga harus tahu bahwa hampir kebanyakan pengusaha atau miliyuner kelas dunia itu bukan anak dari pengusaha atau tak punya jiwa pengusaha. Jadi sejatinya semua orang itu terlahir sebagai pengusaha. Tinggal seberapa besar keinginan untuk terus memelihara identitas tersebut dengan memulai usaha.
2. Ekspektasi Berbisnis Online yang tidak realistis
Banyak sekali orang-orang yang baru pertama kali mendirikan bisnis tidak memasang ekspektasi yang realistis. Dengan bermodalkan semangat yang besar, mereka memasang ekspektasi yang terlewat tinggi. Tidak masalah jika memang ingin memasang target tinggi untuk bisnismu. Tapi lihat lagi kondisi bisnis yang baru pertama kali kamu mulai. Amunisi apa saja yang kamu punya dan dengan amunisi itu, hasil paling maksimal apa yang bisa kamu dapatkan. Itulah yang dijadikan ekspektasi. Tidak terlalu rendah tidak juga kelewat tinggi. Ekspektasi ini sama seperti visi. Visi memang perlu sangat besar. Tapi dengan visi yang besar juga harus ada misi yang banyak pula. Selain itu, ingat, bahwa visi itu tetap bisa berubah. Misalnya dalam tahun pertama berbisnis online, visimu adalah menjadi penjual kopi terlaris di kota. Visi yang sederhana dan realistis tapi maksimal. Setelah berjalan setahun dan visi itu tercapai, koreksi apa saja yang salah. Koreksi tidak hanya ketika gagal, tapi juga ketika berhasil. Selanjutnya kamu bisa merubah visi menjadi lebih besar lagi.
Masalah ekspektasi ini sering terjadi pada perusahaan startup atau perusahaan yang baru memulai. Biasanya mereka ingin segera masuk pasar dan membuktikan bahwa mereka layak, lalu menghasilkan keuntungan. Karena antusiasme semacam itulah justru mereka gagal mengatur tenaga dan waktu serta tujuan atau visi yang jelas. Visi masih terlalu besar untuk perusahaan sekecil itu. Lebih baik mencapai tujuan-tujuan kecil, kemudian tergapai tujuan besar. Dari pada sibuk pada tujuan besar tapi lupa bahwa tujuan besar itu tercapai berkat tujuan-tujuan kecil.
3. Temukan Niche yang Tepat
Seperti yang kamu tahu, dalam berbisnis online, internet adalah ruangnya. Di Internet juga merupakan sebuah marketplace yang sangat kompetitif karena hanya sedikit ide yang bisa membuahkan hasil jangka panjang. Ketika kamu masuk ke dunia internet dan mendirikan e-commerce, maka sainganmu akan langsung ke Amazon, eBay, dan lain sebagainya yang lebih dulu hadir dan sudah punya nilai yang fantastis dan pelanggan jutaan. Karena itulah, salah satu tantangan yang harus kamu selesaikan ketika memulai berbisnis online adalah menemukan niche yang tepat. Niche adalah semacam pelanggan atau target pelanggan dari bisnismu. Kamu harus bisa mengidentifikasikan niche dengan tepat dan kemudian memposisikan produkmu dengan baik. Misalya ketika kamu memilih berbisnis aksesoris rambut online, maka targetkan pasar yang kira-kira membutuhkan barang yang kamu jual ini. Sehingga strategi yang kamu pakai juga akan menjadi tepat.
4. Perhitungkan Juga Kompetitormu
Tantangan selanjutnya adalah kompetitor. Seperti yang dibilang di atas, dunia internet ini seperti menghancurkan batas. Sehingga ketika kamu hendak mendirikan e-commerce, sainganmu bukan hanya tokopedia atau bukalapak. Tapi juga Amazon, eBay, dan bahkan Alibaba. Meskipun kamu mendirikan perusahaan tersebut di Indonesia saja. Itu baru ikan-ikan besar, belum ikan kecil yang juga ada di pasar yang sama seperti bisnis yang kamu pilih misalnya. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, kamu harus selalu memiliki strategi yang tepat. Sebagai contoh, pilihlah peluang bisnis yang bisa dibilang tidak dipikirkan oleh banyak kompetitor. Atau bahkan pilihlah peluang bisnis yang tidak ada kompetitornya sama sekali. Dalam buku Blue Ocean Strategy, ini merupakan salah satu cara, yakni menciptakan samudera biru di tengah samudera merah yang tersebar luas.
5. Perilaku Konsumen
Namanya bisnis online pasti akan berhubungan dengan konsumen. Seperti yang mungkin kamu tahu, akan selalu ada konsumen yang jail saat memesan produk. Kamu harus selalu jeli untuk membuat sebuah sistem untuk tidak terjebak dengan perilaku konsumen yang merugikan semacam itu. Jika kamu tidak bisa menemukan sistem jual atau pesan produk yang tepat, bisa jadi kamu malah rugi. Kalau perlu siapkan sistem yang bekerja secara otomatis agar tidak dirugikan oleh perilaku konsumen yang jahil.
6. Hati-hati Dengan Penipuan
Ketika bisnis online yang kamu miliki semakin besar, maka akan ada kemungkinan bahwa ada banyak pihak yang akan menduplikasi produk yang kamu punya. Bahkan yang lebih ekstrim lagi adalah adanya penipuan yang mengatasnamakan bisnismu. Untuk mengatasi kemungkinan penipuan yang mengatasnamakan bisnismu ini, usahakan selalu menyebarkan info melalui satu pintu saja. Misalkan soal email, pastikan hanya ada 1 email resmi yang bisa dihubungi dan digunakan. Untuk nomor telepon juga pastikan hanya ada 1 nomor telepon resmi yang bisa dihubungi.
BACA JUGA: Keuntungan dan Manfaat SEO Untuk Bisnis Online
7. Hati-hati Dengan Hacker
Ketika kita berniat untuk memulai berbisnis online, maka hacker juga pasti berada dalam salah satu daftar yang mengancam bisnis kita. Namanya bisnis online, pasti berbasis online. Hal itu membuat kemungkinan hacker tergiur meretas website kita sangat besar. Apalagi ketika website kita atau bisnis online kita sudah semakin besar. Bisa menjadi sasaran empuk para hacker. Nah, untuk menghindari hal tersebut, selalu pastikan bahwa kamu memasang plugin keamanan atau selalu melakukan pengawasan pada bisnismu.
8. Perkembangan teknologi
Perkembangan teknologi juga cukup membantu. Tapi di sisi lain perkembangan teknologi juga bisa merepotkan. Kenapa? karena perkembangan teknologi sekarang sangat cepat dan memaksa para pelaku usaha untuk terus mempelajarinya dengan cepat juga. Maka dari itu, ketika kamu ingin berbisnis online, persiapkan diri dengan perubahan itu juga. Ketika kita bisa mengikuti perubahan dengan baik, maka kita tidak akan tergerus perubahan.
9. Kompetisi yang Meningkat
Memulai sebuah bisnis online memang tak pernah mudah. Tapi sebagai salah satu contoh, ketika kamu sudah membeli domain dan mendaftarkan bisnis onlinemu, maka kamu sudah memasuki ranah bisnis online. Langkah selanjutnya adalah berpikir bagaimana caranya bertahan dari kompetisi yang terus meningkat setiap waktu. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk belajar bertahan dari kompetisi yang meningkat. Kamu bisa belajar secara gratis bahkan dari platform-platform tertentu. Pada intinya, selalu siap dengan kompetisi, tak perlu selalu menang, yang terpenting bisa bertahan sampai akhir.
10. Marketing dan kesetiaan pelanggan
Sama seperti kompetisi, akan selalu ada masalah dalam soal pemasaran produk-produk yang kamu miliki. Kamu harus selalu memikirkan cara paling tepat untuk memasarkan produk yang kamu miliki. Pilihlah cara paling efektif untuk melakukannya. Selain itu perhitungkan juga soal kesetiaan pelanggan. Usahakan untuk melakukan pendekatan marketing yang juga bisa memunculkan kesetiaan pada para pelanggan.
Itu tadi 10 tantangan utama berbisnis online. Bagaimana? Sudah punya gambaran apa saja yang akan kalian hadapi nanti? Tak perlu takut, melangkah saja dulu! Semoga bermanfaat!






