6 Tren Peluang Ecommerce Indonesia Tahun 2020
- Posted in Bisnis
- Komentar Dinonaktifkan pada 6 Tren Peluang Ecommerce Indonesia Tahun 2020 Komentar
Perkembangan ecommerce di Indonesia memang sangat bagus khususnya di tahun 2020 ini. Pasalnya masih ada potensi yang belum tergali sebelumnya. Potensi dan aktivitas e-commerce yang melambung ini diprediksi akan terus meningkat di tahun 2020. Sehingga, penting bagi brand untuk mulai meningkatkan fokus dan aktivitasnya agar mampu bersaing dengan ecommerce lainnya. Dengan kemudahan dalam membuka lapak atau toko online, kini pelaku bisnis dapat menawarkan jasa atau produk secara digital dengan jangkauan konsumen yang lebih luas.
Jumlah ecommerce di Indonesia diprediksi akan terus meningkat. Konsumen di era modern cenderung memiliki kebiasaan belanja yang memanfaatkan platform online sekaligus offline. Bahkan menurut data dari McKinsey, 20% pelanggan Indonesia biasanya melakukan riset produk di toko online sebelum akhirnya membeli produk di toko offline. Maka tak heran jika sekarang ini bisnis online melalui ecomnerce masih sangat digandrungi.
Jika brand memiliki presensi online yang baik, maka penjualan offline pun akan meningkat. Dari total penjualan ecommerce di Indonesia, sebanyak 40% di antaranya berasal dari perdagangan informal atau perdagangan sosial. Angka penjual online ini pun terus mengalami peningkatan. Tercatat bahwa setiap tahunnya jumlah penjual online di Indonesia meningkat sebanyak dua kali lipat.
Apa saja model bisnis ecommerce?
Tahun 2020 merupakan tahun emas di mana peluang bisnis ecommerce akan semakin meningkat. Hal ini tentu sangat penting bagi calon pelaku bisnis untuk memahami model bisnis apa yang sebaiknya dipilih. Agar Anda semakin paham tentang peluang ecommerce di Indonesia, berikut model bisnis ecommerce yang harus Anda tahu.
1.B2B (Business to Business)
Sesuai dengan namanya, model bisnis ini terjadi antara bisnis dengan bisnis. Di sini penjual hanya fokus pada pasar bisnis saja dan tidak melayani pesanan dari konsumen. Model bisnis B2B ini lebih didominasi oleh penyedia jasa atau layanan. Meski demikian, ada juga yang merupakan penyedia barang. Misalnya saja seperti produsen perabot kantor atau supplier barang-barang yang dibutuhkan oleh perusahaan.
2.B2C (Business to Consumer)
Jenis bisnis ini paling banyak dijumpai di pasar ecommerce. Salah satu contoh dari model bisnis B2C adalah toko online. Model bisnis ini melibatkan produsen dengan konsumen. Karena itulah, model B2C ini menyerupai model ritel tradisional.
3.C2C (Consumer to Consumer)
Aktivitas bisnis ini umumnya melibatkan perorangan. Di sini seorang konsumen individu menjual barang atau jasa kepada konsumen yang lain. Karena modal yang kecil, maka model bisnis ini pun juga begitu populer.
Apa saja peluang peluang ecommerce di Indonesia di tahun 2020?
Bagi Anda yang ingin mencari peluang pada bisnis ecommerce, maka Anda bisa mencoba beberapa peluang berikut ini.
1.Bisnis penyedia jasa desain grafis
Satu hal yang menarik dari bisnis jasa desain grafis adalah kecilnya modal yang dibutuhkan. Karena bisnis ini adalah bisnis jasa, maka kemampuan desain adalah aset utama Anda. Jasa desain grafis sendiri juga memiliki pasar yang cukup besar. Ini juga merupakan peluang bagi Anda yang memiliki skill desain karena bayarannya juga lumayan besar.
2.Bisnis penulisan artikel dan Copywriting
Hampir setiap pelaku usaha yang menjalankan bisnisnya secara online membutuhkan jasa penulisan artikel dan copywriting. Jika Anda memiliki skill menulis, maka tidak ada salahnya untuk mencoba jenis bisnis ini. Para pelaku usaha membutuhkan artikel untuk membantu meningkatkan SEO website mereka. Tidak jarang, artikel yang dibuat juga digunakan untuk membantu memasarkan produknya di media sosial.
3.Bisnis online shop
Banyaknya pengguna internet dan media sosial di Indonesia menyimpan potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk membuka bisnis online shop. Ini juga merupakan salah satu contoh peluang bisnis yang tidak pernah mati. Untuk menjalankan bisnis ini, Anda tidak perlu membangun toko online sendiri. Anda cukup menawarkan barang yang dijual secara online.
4.Bisnis internet marketing
Untuk menjalankan bisnis internet marketing, Anda tidak memerlukan banyak modal. Anda bisa memulainya cukup dengan bermodalkan komputer dan koneksi internet. Meski demikian, potensi penghasilan yang bisa diperoleh dari bisnis ini sama sekali tidak bisa dipandang sebelah mata. Maka tak heran jika banyak pelaku bisnis yang tertarik dengan bisnis ini. Peluang tersebut sangat mungkin digarap jika Anda memiliki kemampuan pemasaran online yang cukup teruji.
5.Bisnis kursus online
Bisnis kursus online ini semakin marak dengan banyaknya situs-situs dan aplikasi penyedia kursus berbayar. Ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki keahlian di bidang tertentu. Menyediakan layanan di bidang tersebut bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan uang. Anda juga bisa membagikan keahlian dan ilmu yang Anda kuasai dalam bentuk kursus berbayar.
6.Bisnis jasa pembuatan website
Karena tergolong sebagai bisnis jasa, maka Anda tidak membutuhkan modal besar untuk mulai menggeluti bisnis ini. Semakin banyak pelaku bisnis online, semakin banyak pula yang membutuhkan website untuk membantu mendongkrak kredibilitas ataupun memasarkan produk dan layanannya.
Bagaimana perkembangan ecommerce di Indonesia?
Perkembangan ecommerce di Indonesia tentunya selalu mengalami banyak peningkatan. Pertumbuhannya pun mulai bisa terlihat signifikan sejak tahun 2014. Bahkan Euromonitor telah mencatat jumlah penjualan ecommerce di Indonesia mencapai angka US$ 1,1 miliar. Survey tersebut juga dikuatkan oleh data yang berhasil dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Mereka berpendapat bahwa industri ecommerce di Indonesia meningkat sebesar 17% selama 10 tahun terakhir.
Dan pada tahun 2018 adalah tahun di mana bisnis ecommerce mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Akan tetapi pesatnya perkembangan ecommerce di Indonesia justru berasal dari perdagangan informal atau perdagangan sosial yang digerakkan oleh para pelaku bisnis kecil. Hal ini karena mereka memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp untuk berjualan.
Dalam riset lain yang dilakukan oleh Google, ekonomi digital di Indonesia sudah mencapai angka US$ 27 miliar. Angka tersebut membuat Indonesia seolah merajai peringkat pertama di Asia Tenggara, khususnya dalam hal jumlah transaksi ekonomi digital. Bahkan survey lain juga menyebutkan bahwa angka tersebut akan terus mengalami peningkatan. Setidaknya ada beberapa hal yang memengaruhi peningkatan tersebut. Selain karena jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar, adanya ledakan demografi juga membuat Indonesia didominasi oleh usia produktif yang juga tertarik dengan bisnis online.
Demikianlah perkembangan ecommerce di Indonesia dan trend yang memiliki peluang di tahun 2020. Jangan lupa jika Anda membutuhkan jasa pembuatan toko online, Anda bisa memilih Jejualan. Jejualan menyediakan harga dan fitur yang murah namun tetap berkualitas.





