Mau Tau Cara Membuat Klien Agar Tetap Senang?
- Posted in Tips & Trik
- Komentar Dinonaktifkan pada Mau Tau Cara Membuat Klien Agar Tetap Senang? Komentar
Seperti kebanyakan orang pada umumnya, pelanggan juga ingin diperlakukan dengan hormat dan diberi perhatian. Frase yang mengatakan “pelanggan selalu benar” secara otomatis membuat Anda berfikir mengenai cara menarik dan mempertahankan pelanggan, yaitu fokus pada kebutuhan pelanggan dan lakukan segala hal dengan benar. Beberapa tips di bawah ini akan membantu Anda untuk mencapai dua hal tersebut dalam memperlakukan klien agar tetap senang.
1 . Hindari Prmosi yang Berlebihan
Anda ingin agar klien merasa seolah-olah apa yang telah Anda lakukan sebanding dengan uang yang mereka keluarkan bahkan melebihi harapan mereka. Cara ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan karena telah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika perlu, Anda bisa melakukan hal-hal lain yang tidak dilakukan oleh pesaing agar bisnis Anda memiliki nilai tambah di mata klien.
2 . Berikan Tenggang Waktu
Bumi ini terus berputar dalam tenggang waktu tertentu. Jika Anda tidak menghormati klien maka Anda akan dianggap tidak profesional. Pelanggan akan pergi terutama ketika Anda tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Jika Anda terus menunda untuk melakukan apa yang telah menjadi tujuan mereka, maka akan lebih banyak hal yang harus Anda biayai untuk mereka daripada nilai yang Anda berikan. Pada saatnya nanti sevara bijaksana mereka akan memotong kerugian tersebut.
3. Berikan Pembaharuan/ Update Secara Reguler
Anda disewa untuk menyelesaikan tugas, oleh sebab itu beritahukan setiap langkah-langkah baru yang digunakan untuk mempertahankan pelanggan. Jangan ganggu mereka dengan hal-hal kecil karena alasan mereka mempekerjakan Anda adalah agar Anda akan melakukan itu untuk mereka. Satu situasi di mana Anda diperbolehkan untuk tidak memenuhi tenggat waktu adalah ketika masalah tak terduga muncul. Tapi, jika tidak ada masalah dan pekerjaan Anda selalu di update secara reguler, maka ini hanya akan menjadi masalah komunikasi yang tidak terkirim.
4. Berkomunikasi dengan Klien
Beberapa perusahaan memiliki pilihan sendiri dalam menjalin komunikasi dengan klien. Ada yang lebih memilih email, panggilan telepon atau, bila memungkinkan jabat tangan pada saat pertemuan. Pada saat pertama kali berinteraksi, tanyakan pada mereka metode komunikasi apa yang mereka pilih dan kemudian hormati keinginan mereka tersebut. Pilihannya tergantung pada pekerjaan mereka, mungkin mereka juga seorang pengusaha, jadi apa pun yang Anda lakukan untuk membuat hidup mereka lebih mudah kemungkinan interaksi Anda akan berakhir dengan penjualan. Basecamp adalah cara yang paling efektif untuk melacak semua tanggapan / umpan balik dalam satu tempat.
5. Ajukan Pertanyaan, Kemudian Dengarkan
Ketika pertama kali saat mengenal klien dan mengetahui harapannya adalah mereka akan mengajukan banyak pertanyaan. Semakin baik Anda mendengarkan jawaban mereka, semakin banyak informasi yang Anda miliki. Hal ini akan membuat kesesuaian yang lebih baik dari layanan mereka, pemahaman yang lebih baik dari kepribadian mereka, dan empati yang lebih baik antara kedua belah pihak.
6. Pikirkan Secara Keseluruhan
Setelah Anda memiliki gambaran kecil mengenai jasa, tenggat waktu, dll maka cari tahu lebih lanjut secara garis besar dimana hal tersebut sebaiknya digunakan agar lebih. Hasil yang Anda peroleh nanti harus dapat menginformasikan keputusan Anda mengenai bagaimana keberlanjutannya di masa depan. Melakukan hal ini akan membuat usaha Anda menjadi terus bernilai, serta berkesempatan untuk melakukan tugas lainnya di masa depan.
7 . Sesuaikan Pekerjaan Anda dengan Kebutuhan Mereka
Klien tidak menginginkan sesuatu hal yang umum dan pekerjaan yang hanya berupa salinan. Mereka ingin solusi yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Jangan ragu untuk menggunakan paket standar di awal, tapi kemudian berikan sedikit usaha lebih untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Semakin baik hasil yang Anda berikan, semakin besar kemungkinannya untuk terus mempekerjakan Anda dalam mengatasi masalah agar menjadi lebih baik.
8. Promosi dan Diskon yang Relevan
Jika Anda melihat salah satu klien mulai goyah/ragu dengan dedikasi Anda selama ini, maka perlu dipertimbangkan untuk melakukan promosi produk berupa diskon. Anda dan pelanggan akan mendapatkan keuntungan dari hubungan profesional yang berlanjut. Mereka akan merasa dihargai sebagai pelanggan dengan penawaran yang diberikan dan Anda dapat terus mempertahankan mereka sebagai pelangga. Program loyalitas pelanggan juga merupakan cara yang bagus untuk mempertahankan agar hubungan bisnis tersebut dapat terus berlanjut.
9. Memahami Apa yang Anda Pikirkan dan Klien Inginkan
Hal ini berlaku terutama untuk bisnis penyewaan dengan solusi yang lebih kreatif. Sebagai contoh, seorang desainer grafis ditugaskan untuk membuat mock-up (rancangan awal) logo. Setelah hati-hati memilih warna skema dan font dari semua pengetahuan yang mereka miliki tentang bentuk seni, tiba-tiba saat diperlihatkan kepada klien, mereka tidak setuju dengan desain tersebut secara pribadi dengan alasan yang tidak jelas. Anda harus siap dengan konsekuensinya dan memahami bahwa proyek ini mungkin tidak sesuai dengan Anda. Ketahuilah akan ada saat dimana Anda telah melakukan sesuatu secara profesional agar mereka membeli, namun apabila tidak mencapai kesepakatan maka Anda harus siap untuk pergi.
10. Umpan Balik dan Survei
Apabila sebuah survei digunakan dengan tepat maka dapat menjadi alat pemasaran yang sangat efektif untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan klien. Kuesioner singkat dapat membantu mengumpulkan informasi yang akurat mengenai dampak tawaran yang diberikan oleh perusahaan pada pelanggan, umpan balik terkait pengalaman pelanggan saat ini, dan membuat pelanggan tahu bahwa Anda peduli terhadap masukan/saran dari mereka dan berniat untuk menggunakannya dalam proses pengambilan keputusan. Meminta umpan balik akan membuat pelanggan merasa ikut serta dalam evolusi perusahaan sehingga mereka mungkin akan menjadi pelanggan setia Anda demi melihat perubahan yang terjadi pada perusahaan.
Hubungan profesional yang terjalin antara Anda dan klien sangat penting dalam bisnis. Mereka hanya membutuhkan komunikasi yang efektif, pemahaman yang benar, dan kesabaran agar tetap senang berbisnis dengan Anda. Semoga tips dapat membantu Anda membangun hubungan bisnis yang tepat.



