User Experience: Pendekatan Praktis untuk Menarik Pelanggan
- Posted in Berita
- Komentar Dinonaktifkan pada User Experience: Pendekatan Praktis untuk Menarik Pelanggan Komentar
Apakah saat ini kamu sedang mencoba menjual sebuah produk di website, tapi gagal untuk mendapatkan revenue? Apakah kamu tahu alasan mengapa situs ecommercemu selalu di PHP oleh calon konsumen? Mungkin solusi tepat untuk menyelesaikannya adalah User Experience (UX) yang bisa mengubah nasib websitemu.
Membangun User Experience yang baik hukumnya WAJIB jika ingin memiliki bisnis online yang sukses. UX memegang peranan penting di sini, selain bisa meningkatkan konversi, UX juga menentukan revenue bisnis yang kamu dapatkan. Itulah hal yang diperjuangkan oleh para desainer UX, serta SEO. Yang terpenting, user experience bisa membuat brandmu lebih menonjol ketika berada di lautan ikan ecommerce yang sedang “kelaparan”.
UX memiliki definisi yang sederhana– User experience adalah sebuah cara untuk melakukan navigasi di website dan menyerap informasi yang ada di dalamnya. Memang terdengar mudah, namun sesungguhnya ada banyak perubahan variabel yang rumit mulai dari desain hingga copy dalam situs serta desain responsif di mobile dan waktu loading situs,
Ketika kamu melakukan pembelian melalui website, coba tanyakan pada dirimu sendiri:
- Mengapa kamu memilih produk tersebut yang diproduksi oleh website itu?
- Apakah kamu membaca copy yang menginformasikan semua hal yang kamu ingin tahu tentang produk tersebut dan bagaimana cara menggunakannya?
- Apakah kamu bisa melihat gambar yang menunjukkan produk dari dekat dan dari berbagai sudut, atau mungkin dengan latar yang kontekstual, sehingga kamu lebih memahami benefit apa saja yang akan didapat dari produk tersebut.
Kemudian ketika kamu mengunjungi website berniat ingin berbelanja namun berakhir dengan menutup situs tanpa membeli apa-apa, apa alasan yang membuatmu melakukan itu?
- Apakah tampilan website tidak profesional atau meragukan?
- Tombol menu yang terlalu padat dan membingungkan sehingga menyulitkan pencarian?
- Apakah situs tersebut dimuat sangat lambat atau banyak halaman yang error?
- Apakah kamu tidak menemukan barang spesifik yang dicari?
- Atau kamu hanya mengetes proses checkout hanya untuk melihat pembebanan biaya kirim yang terselubung?
Semua komponen tersebut merupakan tugas besar desainer UX untuk membuat solusinya. Kenyamanan dalam menjelajah sebuah website menjadi tujuan utamanya. Terutama untuk website ecommerce, user experience bertugas menjaga mood visitor agar tetap baik dan mendorong terjadinya transaksi pembelian. Sebelum kamu memulai proyek UX di ecommercemu, simak dulu beberapa aturan yang meminjam format dari profil online dating. Kamu harus buat websitemu semenarik mungkin, semenjual mungkin, supaya visitor seketika jatuh hati dengan berbagai value yang kamu tawarkan. Dengan beberapa poin ini, kamu tidak akan di PHP oleh calon konsumen:
Profile Picture:
Ini adalah kesempatanmu untuk menunjukkan wajah terbaik dari websitemu dalam satu detik. Kesan pertama sangatlah berarti. Tampilkan imej yang ingin kamu ingin visitormu lihat dan rasakan. Kesempatan emas berada pada halaman beranda/home page, yang kemudian direfleksikan melalui gambar yang kamu pilih, copy yang kamu tulis, desain grafis, tata layout dan ketersediaan dari berbagai informasi.
Bagian “About Me”:
Ketika kamu sudah berhasil menarik perhatian visitor, kamu tentu tidak akan meninggalkan mereka tanpa kejelasan. Ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan marketing copy untuk berbicara. Tentukan kepribadian dari websitemu: ada beberapa perbedaan antara copy yang berbau bisnis, kaya akan informasi, humoris. Tentukan gaya penulisan dan kata-katanya. Konsisten.
Setelah kamu menentukan, deskripsikan pada audiensmu apa yang akan mereka dapatkan dan mengapa membeli barang/jasa itu ditempatmu. Tuliskan sebuah cerita dan mainkan kata dengan menarik. Biarkan visitormu berimajinasi dari deskripsi yang kamu buat. Pastikan tata bahasa sudah benar dan kalimatnya mengalir dengan alami. Kamu bisa menggunakan jasa penulis jika merasa kurang ahli menulis, anggap ini sebagai investasi masa depan.
Bagian “More Information”:
Pada bagian ini kamu harus memerhatikan dengan baik setiap navigasi menu yang dirancang. Perhatikan daftar menu yang ada di bagian atas menu, apakah terlalu padat di sana? Breakdown produk-produkmu ke dalam kategori umum, dan tambahkan subkategori jika dibutuhkan. Jangan berikan terlalu banyak pilihan di sana; navigasi yang baik akan menuntun user pada barang yang mereka cari dengan mudah. Dengan menyediaka fitur “Filter by” mereka akan lebih mudah menemukan yang mereka cari dalam websitemu.
Bagian “Dating”:
Setelah mereka menemukan yang mereka cari, mereka menyukai produkmu, maka di tahap ini kamu sudah sangat dekat transaksi pembelian. Kamu wajib mencantumkan tombol aksi (CTA button) seperti “buy now” atau “klik di sini untuk beli,” diikuti dengan proses eksekusi yang mudah. Tawarkan insentif belanja yang tersedia, seperti gratis biaya pengiriman atau misalnya voucher belanja. Yang tak kalah pentingnya, kamu harus membuat proses checkout yang mulus, aman, dan segera menampilkan halaman “terima kasih” setelah semua proses selesai dilakukan.
Mendesain user experience bukanlah yang mudah, namun mengambil langkah yang tepat dan membuat situs ecommercemu lebih UX, kamu akan bisa menarik audiens sesuai target. Kuncinya adalah sabar, karena sebuah hubungan tetap butuh waktu.

