tarif ekspedisi

Setiap orang mungkin sudah pernah melakukan pengiriman barang melalui ekspedisi atau jasa pengiriman barang. Sebelum memilih jasa pengiriman barang, Salah satu hal yang perlu di pertimbangkan adalah masalah biaya pengiriman barang yang mungkin tidak sesuai antara satu jasa dengan jasa lainnya. Contohnya, Anda ingin mengirimkan barang dari Jakarta ke Surabaya seberat 2 kg. Anda menggunakan 3 ekspedisi berbeda. Ekspedisi A ternyata ongkos kirimnya Rp 25.000; ekspedisi B ongkos kirimnya Rp 33.000; dan ekspedisi C ongkos kirimnya Rp 37.000.

Ketidaksesuaian biaya pengiriman barang antara tiap jasa perusahaan pengiriman ini, karena dipengaruhi oleh beberapa hal. Seperti support jasa perusahaan, dukungan jasa pengiriman dan besarnya nama dan pengalaman dari jasa pengiriman barang yang dipilih. Walaupun memiliki nama yang besar dan pengalaman yang tinggi, bukan berarti sebuah jasa perusahaan pengiriman barang bisa mengirimkan barang dengan baik dan lancar.

Faktor Penentu Tarif Ekspedisi

Pada dasarnya, tidak ada ilmu pasti yang dapat menentukan tarif ekspedisi karena semua tetap bergantung pada ekspedisi yang dipilih. Namun, tarif dari setiap ekspedisi umumnya dipengaruhi oleh beberapa hal berikut:

  1. Berat barang
    Semakin berat barang atau paket yang akan dikirimkan, maka akan semakin mahal biaya pengirimannya.
  2. Jarak pengiriman
    Semakin jauh tujuan barang dikirim, maka ongkos kirimnya akan semakin mahal.
  3. Jenis layanan
    Paket yang dikirim menggunakan layanan kilat atau cepat tentu saja ongkos kirimnya akan lebih mahal dari paket biasa atau regular.
  4. Jenis transportasi
    Paket yang dikirim menggunakan jasa pengiriman udara akan lebih mahal ongkos kirimnya dari pada paket yang dikirim melalui darat maupun laut.

Kombinasi dari ke empat faktor di atas adalah yang akan menentukan besarnya ongkos kirim yang perlu dibayarkan.

Cara Menentukan Tarif Ekspedisi

Ada dua jenis cara perhitungan berat barang yang dikenal luas dalam jasa pengiriman barang, perhitungan berat sesungguhnya dan berat volume. Pengertian dan cara perhitungan tersebut bisa dipahami dengan penjelasan berikut:

  1. Berat sesungguhnya (Berat aktual)
    Berat sesungguhnya adalah berat yang diperoleh dari hasil penimbangan. Lazimnya di Indonesia menggunakan satuan kilogram (kg). Saat melakukan penimbangan barang, biasanya berat barang sering tidak tepat menunjukkan bilangan bulat. Contohnya 4,8 Kg, atau 12,7 Kg. Apabila hal ini terjadi, biasanya pihak ekspedisi membulatkan berat barang ke atas. Misalkan 4,8 Kg dibulatkan menjadi 5 Kg.
  2. Berat Volume (Berat Volumetrik)
    Berat volume adalah berat yang didapat dari hasil perhitungan dengan menggunakan ukuran volume barang yang akan dikirim. Perhitungan ini didasarkan pada kondisi dimana berat aktual barang kecil (ringan) akan tetapi memakan tempat (volume besar).

Menggunakan ekspedisi untuk melakukan pengiriman barang dari toko online Anda adalah salah satu hal penting untuk menghemat waktu dan tenaga. Namun, Anda juga harus memilih ekspedisi yang tepat dan terpercaya. Kini, Anda dapat memanfaatkan Jejualan untuk melakukan pengecekan ongkos kirim secara otomatis dari berbagai ekspedisi yang berbeda. Jejualan adalah jasa pembuatan toko online yang memiliki berbagai fitur menarik seperti banyaknya pilihan tema, menjadi halaman pertama di google, kemudahan dalam mengubah desain web, hingga layanan support pelanggan 24 jam. Segera daftarkan bisnis Anda di Jejualan dan nikmati free trial hingga 15 hari.

Send Comment


+ 1 = four