Bagi kamu yang sekarang sedang membaca artikel ini, mungkin berharap mendapatkan panduan lengkap tentang cara menjadi dropshipper. Tenang saja, dalam artikel ini kamu akan mendapatkan cara menjadi dropshipper sukses! Selain itu kamu juga akan mendapatkan informasi mengenai langkah-langkah strategis untuk bisa sukses menjadi dropshipper. Kita tahu bahwa dropshipper ini merupakan bisnis yang menarik karena tidak membutuhkan modal besar. Hal itu pasti yang juga menjadi alasanmu untuk membaca artikel ini. Iya kan?

Tapi, sebelum kita tunjukkan cara menjadi dropshipper, kamu harus memahami terlebih dahulu apa itu dropshipper. Mulai dari konsep, pengertian, dan segal ahal yang berhubungan. Berikut ini penjelasan lengkapnya;

Cara-Menjadi-Dropshipper-04

 

Pengertian Dropshipping?

Jika melihat pengertian dropshipping dari soal teknis, maka ia adalah proses pengiriman barang ke pelangganmu dari supplier atau pemasok yang adalah pihak ketiga. Proses ini dilakukan tanpa menggunakan perantara lainnya seperti menyimpan barang dulu di lokasi tertentu atau semacamnya.

Sederhananya begini; dropshipping itu mirip memang seperti reseller yang sering kamu dengar. Tapi ada para dropshipper, pihak penjual tidak perlu melakukan kegiatan stocking barang. Penjual juga tidak perlu ikut dalam proses pengiriman barang ke pelanggan. Penjual ini, hanya perlu meneruskan pesanan saja, dari pihak pembeli ke supplier. Nantinya pihak supplier itulah yang akan mengirimkan barang yang dibeli.

Keuntungan Dropshipping

Sebelum kita mencari tahu cara menjadi dropshipper, kita harus mengerti apa itu dropshipper. Pengertian dropshipping memang cukup sederhana. Sekarang kita akan membahas mengenai keuntungan dari dropshipping itu sendiri. Sejatinya ada banyak sekali keuntungan dari bisnis tipe ini. Apa saja keuntungan Dropshipping ini?

1. Modal yang Kecil

Ketika kamu memutuskan untuk menjadi dropshipper, kamu tidak perlu mengeluarkan modal besar untuk jenis bisnis yang satu ini. Ketika kamu menjadi reseller atau pebisnis tradisional, modal memang harus besar. Tapi tidak ketika kamu menjadi dropshipper. Kenapa? Karena pada kegiatan dropshipping ini kamu tidak perlu membeli produknya. Kamu hanya tinggal meneruskan uang yang sudah kamu terima dari transaksimu dengan pembeli. Dari sana kamu bisa langsung mendapatkan keuntungan. Dengan cara begitu, maka modal uang yang kamu pakai akan jadi lebih sedikit. Pasalnya kamu tidak perlu mencari uang untuk memikirkan biaya sewa tempat untuk drop barang, atau beli barang buat modal dan lain sebagainya. Kamu hanya perlu mempersiapkan modal tenaga untuk mencari pembeli sebanyak-banyaknya.

2. Sangat Mudah dijalankan

Keuntungan selanjutnya yang perlu kamu tahu sebelum pembahasan mengenai cara menjadi dropshipper adalah kemudahan dalam menjalankan bisnis ini. Saking mudahnya bisnis ini, kamu bisa melakukannya walaupun kamu sendirian. Hal tersebut karena kamu tidak perlu berurusan dengan produk atau pembeli. Berbeda ketika kamu melakukan penjualan dengan cara tradisional. Kamu pasti akan lelah melakukan kampanye langsung, berkomunikasi langsung dengan pelanggan, pasti itu sangat melelahkan. Kita sudah ada di era digital, dimana bisnis menjadi lebih mudah. Bahkan dengan menggunakan jenis bisnis yang ini, kamu tak perlu mencari foto produkmu. Karena kamu akan mendapatkannya dari supplier. Kamu tinggal mengupload saja dan memasukkan ke media jualan yang kamu punya. Selain itu kamu juga tidak perlu mengurusi investarisasi sama sekali. Apalagi hal-hal yang ribet seperti pengelolaan gedung, storage, pengemasan, pengirim, dan lain sebagainya. Simple dan mudah kan?

Cara-Menjadi-Dropshipper-03

 

3. Fleksibel

Untuk soal lokasi dan waktu dari bisnis ini sudah barang pasti sangat fleksibel. Kamu bisa mengatur sendiri kapan ingin membuka tokomu dan akan sampai jam berapa kamu melayani aktifitas transaksi. Kamu sebagai seorang dropshipper bisa juga melangsungkan bisnis dimana saja asal koneksi internet lancar. Kalau misalnya kamu sudah kewalahan dengan banyaknya konsumen, kamu bisa mempekerjakan orang atau mengajak saudaramu untuk menjalankan bisnis itu bersama. Selain itu dengan fleksibilitas yang tinggi ini, kamu bisa tetap melakukan pekerjaan utamamu atau melakukan hobimu tanpa mengganggu bisnis dropshipper ini.

4. Pilihan Produk Variatif

Ketika kamu sudah tidak pusing lagi memikirkan dimana kamu harus menyimpan produk yang kamu jual, kamu bisa memilih produk apa saja yang kamu ingin jual. Dengan sistem yang fleksibel dan simple, membuatmu bisa memilih banyak barang. Kamu bisa menawarkan berbagai macam barang pada pembelimu.

5. Tak Habis Waktu, Pikiran, dan Tenaga

Dari beberapa poin penjelasan di atas, kamu bisa menyimpulkan sendiri kalau dalam bisnis dropshipper ini kamu tidak akan kehabisan banyak waktu, pikiran dan tenaga jika dibandingkan bisnis tradisional. Tapi untuk poin yang satu ini, semua kembali kepada diri kamu sendiri. Apakah kamu cukup bisa mengatur waktu atau tidak. Kamu juga harus bisa mengatur seberapa batas kamu bisa meladeni pelanggan. Kamu juga bisa membuat sebuah pengumuman jika kamu ingin off atau libur di hari-hari tertentu.

BACA JUGA: Cara Membuat Blog Makanan Yang Menarik

3 Cara Menjadi Dropshipper

Kita sekarang sudah tahu apa saja kelebihan dari dropshipper dan juga pengertiannya. Kali ini kita akan mulai membahas tentang 3 cara menjadi dropshipper.

Cara-Menjadi-Dropshipper-05

 

Cara Pertama, Pilih Supplier yang Pas

Ketika kamu ingin menjadi seorang dropshipper, kamu harus ingat bahwa dropshipper itu tidak ikut campur dalam proses pengeceka kualitas barang. Para dropshipper juga tidak ikut dalam proses pengiriman barangnya. Jadi kamu harus selalu siap dengan resiko-resikonya. Misalnya resiko keterlambatan, barang rusak, barang tak sesuai yang konsumen harapkan, dan lain sebagainya. Kamu harus mempersiapkan diri untuk dimintai pertanggung jawaban soal komplain-komplai tersebut. Kamu juga, secara tidak langsung mencari wajah dari perusahaan supplier itu. Maka dari itu, pilihlah supplier yang tepat.

Ketika kamu memilih supplier yang tepat, kamu akan mengurangi resiko-resiko semacam ini. Pilhlah supplier yang sudah memiliki nama dan sudah terpercaya. Supplier yang kamu pilih harus sudah terbukti kualitas barangnya dan ketepatan pengiriman dan hal-hal yang berhubungan. Semakin baik reputasi supplier itu, maka kesempatan bisnismu berkembang juga semakin besar.

Cara Kedua, Tentukan Harga Barang yang Kamu Jual

Cara menjadi dropshipper yang kedua adalah menentukan harga barang yang kamu jual. Tentunya, sebelum kamu melakukan itu, kamu sudah memilih supplier yang tepat. Kamu bisa melakukan seleksi yang ketat untuk bisa mendapatkan supplier yang terbaik. Kalau perlu lakukan pengujian-pengujian tertentu. Seperti misalnya membeli barang mereka dan mengujinya. Jika memang pas, tinggal mencoba menjalin hubungan baik dengan supplier tersebut.

Kamu harus tahu kalau ada beberapa supplier yang memberikan kewajiban pada dropshippernya untuk menjual produk dengan harga yang sudah mereka tentukan. Jadi, sebelum memutuskan, tanyakan dulu soal ketentuan harga. Apakah cukup masuk akan dan tidak merugikanmu. Kamu harus ingat,bahwa supplier melakukan ini karena mereka ingin menjaga harga pasaran barang tersebut.

Cara-Menjadi-Dropshipper-06

 

Cara Ketiga, Tentukan Brand dan Promosikan

Setelah menemukan supplier dan mendapatkan harga yang tepat, pikirkan soal brand. Perhatikan betul soal kualitas dan ketahanan produk yang akan kamu jual. Hal itu penting sekali ketika kamu ingin mendapatkan konsumen yang setia. Setelah itu kamu tinggal mempromosikan barang yang akan kamu jual itu.

Itu tadi pengertian, keuntungan dan 3 cara menjadi dropshipper. Semoga bermanfaat!

Send Comment

Captcha *