Internet and domain names concept

Kita semua mungkin sudah memiliki nama domain untuk menunjang website yang dimiliki. Tapi, kemungkinan besar Anda memiliki lebih dari satu nama domain. Intinya, nama domain adalah hal berharga dalam dunia virtual, dan sekalipun Anda tidak menggunakannya untuk situs web, hal tersebut tetap dapat berguna. Mari kita lihat bagaimana Anda bisa mengubah nama domain yang tidak terpakai agar dapat menghasilkan uang yang lebih besar dengan cara menjualnya.

  1. Tentukan Apa Domain Yang Akan Dijual

Pertama-tama, yang terpenting adalah membuat daftar inventaris. Anda perlu tahu dan mengerti domain apa yang dimiliki, terutama jika itu lebih dari empat atau lima domain. Secara pribadi, Anda perlu menyimpan daftar semua nama domain yang dimiliki di spreadsheet. Dengan cara ini, Anda dapat melihat dengan tepat apa yang Anda miliki, berapa nilainya, nilai SEO apa yang dimiliki, dan statusnya saat ini. Daftar yang perlu dicantumkan dalam spreadsheet antara lain nama domain, tanggal pembuatan, tanggal kadaluarsa, status saat ini (situs langsung, diparkir, dialihkan, dll), panitera, aliran citation, otoritas domain, otoritas halaman, kategori, ingin dijual atau disimpan, harga, harga cadangan, email terkirim, dan informasi lainnya yang dirasa cukup penting.

  1. Menentukan Harga Permintaan, Harga Beli Sekarang, Dan Harga Cadangan

Anda perlu memutuskan nilai domain apa yang dimiliki dan mengapa Anda layak menjualnya dengan harga yang sesuai. Datanglah ke Valuasi nama domain. Anda bisa menggunakan alat seperti estibot.com untuk mendapatkan nilai yang sesuai. Setelah itu, Anda dapat menentukan berapa harga permintaan, harga beli sekarang, dan harga cadangannya.

  1. Menentukan Cara Penjualan

Setelah Anda menentukan harga dari nama domain, mari kita lihat bagaimana Anda bisa menjualnya. Ada beberapa cara, umumnya bisa digambarkan sebagai Buyer Direct atau auction. Jika Anda memiliki banyak nama untuk dijual, Anda dapat menggunakan situs lelang. Namun, jika Anda memiliki lebih sedikit nama domain, Anda mungkin perlu melakukan pendekatan langsung kepada pembeli. Dengan metode ini, Anda secara proaktif melakukan riset dan penargetan prospek.

  1. Daftar Di Website Lelang Dan Listing Yang Dipilih

Cantumkan nama domain di situs lelang atau listing. Beberapa diantaranya seperti GoDaddy, Sedo.com, Afternic.com, dll. Anda harus memverifikasi bahwa Anda adalah pemilik nama domain. Salah satu kesalahan terbesar yang sering dilakukan penjual adalah mencantumkannya untuk dijual dengan harga yang berbeda. Buatlah harga yang sama di seluruh situs lelang. Pembeli mungkin akan menemukan nama domain di situs lain dan kemudian membelinya dengan harga yang lebih sedikit.

  1. Negosiasikan Harga Jual

Negosiasi akan jauh lebih baik jika Anda telah menentukan harga beli sekarang dan harga cadangan terlebih dahulu. Bila Anda telah menentukan harga minimum yang akan Anda terima, maka akan jauh lebih mudah untuk menjauh dari penawaran dengan harga yang rendah.

  1. Mendapatkan Bayaran Untuk Nama Domain

Setelah Anda memiliki pembeli potensial yang tertarik, dan menyetujui harganya, maka Anda harus mendapatkan bayarannya. Anda berbagai layanan pembayaran yang bisa digunakan diluar sana. Jika Anda menggunakan layanan lelang seperti GoDaddy, dan nama domain tersebut terjual, mereka akan menangani masalah pembayaran untuk Anda.

Secara keseluruhan, menjual nama domain tidaklah sulit. Keputusan awal adalah hal utama yang perlu dipikirkan, apakah Anda akan menjualnya atau tidak. Setelah Anda menginventarisasi dan menghargai nama domain yang tidak terpakai, Anda dapat mengubah hal berharga yang sedang kosong menjadi uang tunai yang bernilai.

Send Comment


seven × = 14