JOM

IMG_20150508_103453

Hallo JOMers,

 

Bagi sebagian orang hobi hanya sekedar memenuhi kebutuhan batin untuk menghilangkan kepenatan

dalam menjalankan rutinitas sehari-hari. Bahkan, ada juga orang yang menilai menjalankan hobi hanya

membuang- buang waktu dan uang.  Tanpa kita sadari banyak bisnis yang  tercipta dari hobi.

Hobi yang kita tekuni dengan serius  bisa menjadi peluang bisnis. Bahkan sekarang banyak orang yang mampu

memanfaatkan hobi menjadi sebuah bisnis. Salah satu yang membuktikan hal tersebut adalah Kak  Novi Anna

owner dari Wit batik.

 

Memutuskan untuk membuat brand sendiri dengan nama “Wit Batik”. Dengan filosofi “Wit” sebutan dalam

bahasa jawa “Uwit” yang  artinya Pohon, karena Menurut Kak Novi pohon bisa tumbuh besar dan lebat,

harapannya Wit Batik ini bisa seperti pohon yang bisa tumbuh besar dan dikenal banyak orang.

Usaha Wit Batik ini mulai dirintis pada Februari 2014, produksi awal hanya sebanyak 20 pcs dan

memasarkan ke teman-teman sendiri. Tapi lama kelamaan produksi ini semakin bertambah dan

membutuhkan banyak tenaga.

 

Kak Novi bertukar belajar bahasa dengan Katie dari Autralia, Kak Novi juga belajar manajemen dari Katie,

sedangkan Katie belajar bagaimana membuat craft dari Kak Novi. Kemudian mereka membuka Workshop menjahit

dengan peserta ibu-ibu rumah tangga sekitar Rumah Kak Novi untuk menambah tenaga dalam usaha awal ini.

Memberanikan diri memamerkan karyanya di sebuah acara diskusi di Pendopo Hijau Yayasan LKIS.

Produk yang dipamerkan bermacam-macam mulai dari Anting Rit, Cincin Rit, Kalung bunga, Kalung pita,

Kantong/dompet Hp, tempat pensil, bros dan Buku yang semuanya menggunakan tema batik dengan

memanfaatkan limbah dari kain batik. Dari situ respon masyarakat pun juga bermacam-macam,

ada yang tertarik dan ada juga yang melihat karya tersebut biasa saja. Kak Novi tetap memasarkan karyanya di

setiap kesempatan.

Saat menjadi Guide pada turis pun, Kak Novi  sesekali juga menyinggung tentang  karyanya dan

menawarkan paket membuat batik dengan harga yang relatif murah pada turis-turis tersebut.

Usaha lainnya adalah dengan cara bekerjasama dengan toko toko  kerajinan mulai dari sistem konsinyasi dan

pameran di Mall di daerah Jogja dan sekitarnya.

 

Dari Pameran di Malioboro mall banyak pembeli produk Wit batik yang berasal dari luar negeri  seperti Korea,

Jepang, China, Singapore, Malaysia, Rusia dan Amerika. Hal inilah yang membuat Kak Novi berfikir untuk mencari

investor dari luar negeri  guna meningkatkan penjualan Wit Batik. Tidak mudah, Karena tidak semua orang mau

diajak  untuk bekerjasama. Sampai pada akhirnya Kak Novi mendapat investor dari Rusia dan mulai memproduksi

lebih banyak lagi  karyanya. Dan kini usaha Kak Novi tidak sia sia, usaha dari kecil- kecilan sampai sekarang

produk wit batik sudah bisa didapatkan di Mirota batik, Pasar seni nadzar, Batik Benteng, dan Sari ilmu

(area jogja)  di Australia di Canberra, Sydney, Melbourne dan Victory shop di Rusia.

 

Bergabung dengan komunitas adalah cara lain untuk networking, bisa menambah teman dan memperluas promosi

serta jaringan untuk usaha. Dengan komunitas bisa juga mendaftarkan usaha ke pemerintah.

Dengan bergabung di komunitas-komunitas kita bisa mendapatkan pelatihan-pelatihan sampai dana untuk

mengembangkan usaha.

 

Gimana JOMers?

Terinspirasi dari pengalaman Kak Novi ini?

Udah terbukti kan banyak orang yang sukses yang berawal dari hobi , sekecil apapun modal kita dalam

memulai usaha jika kita tekun dan serius kita akan dapat hasil dari usaha kita ^_^

 

Send Comment

Captcha *