Pro & Kontra Membuat Bisnis-mu Menjadi Franchise
- Posted in Tips & Trik
- Komentar Dinonaktifkan pada Pro & Kontra Membuat Bisnis-mu Menjadi Franchise Komentar
Pengusaha yang telah sukses mengembangkan bisnisnya sering bertanya-tanya apakah mereka harus membuat waralaba/franchise sebagai upaya untuk memperluas bisnis mereka. Seperti model bisnis, franchise juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
Tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti apakah franchise cocok untuk bisnis Anda sampai Anda benar-benar mengevaluasi pro dan kontra dalam konteks operasional bisnis Anda. Biasanya, Anda akan membutuhkan bantuan seorang pengacara atau konsultan, tapi sebelum Anda mulai berbicara dengan para ahli, sebaiknya baik-baik keuntungan dan kerugian dari bisnis franchise.
Franchising menawarkan tiga keuntungan utama bagi pemilik bisnis yang mencari cara untuk memperluas operasi bisnis mereka.
1. Menemukan talenta berbakat
Franchising adalah cara yang bagus untuk menemukan orang-orang berbakat untuk mengelola bisnis franchise Anda. Orang-orang yang berkualitas dan pekerja keras biasanya lebih memilih untuk berinvestasi dalam menjalankan bisnis untuk mendapatkan keuntungan daripada mendapatkan gaji sebagai karyawan. Jadi dengan franchising, Anda akan menemukan banyak orang-orang berbakat yang akan bekerja lebih keras untuk membangun bisnisnya daripada mempekerjakan seseorang untuk bekerja dengan Anda.
2. Memperluas modal dengan mudah
Franchising adalah cara yang bagus untuk mengembangkan/memperluas modal bisnis Anda. Karena mereka yang ingin membuka bisnis franchise harus membayar untuk membeli outlet di rantai Anda, Anda bisa dengan mudah memperbanyak lokasi tanpa harus mengeluarkan banyak modal sendiri atau meminjam dana bank.
3. Risiko rendah
Franchising dapat menghasilkan keuntungan finansial yang cukup tinggi dengan tingkat risiko yang relatif kecil. Tidak seperti menambahkan outlet milik perusahaan, ketika Anda memiliki franchise, Anda hanya perlu modal uang relatif kecil untuk setiap penambahan lokasi. Jika Anda memiliki model bisnis yang baik, Anda bisa mendapatkan royalti yang tinggi dari penjualan outlet. Presentase balik modal yang Anda peroleh bisa berkali-kali lipat dibandingkan membuka dan menjalankan outlet sendiri.
Kekurangan dari model bisnis franchising:
1. Kurangnya kontrol pada manajer
Anda tidak bisa mengatakan franchisees apa yang harus dilakukan sama seperti cara yang bisa Anda lakukan dengan karyawan. Franchisees adalah bisnis independen. Selain itu, mereka memiliki tujuan yang berbeda dari Anda, yang bisa saja bertentangan dan bahkan menyebabkan masalah hukum. Sebagai contoh, Franchisor mendapatkan uang dengan mengumpulkan presentase dari penjualan sebagai royalti untuk mempersewakan franchisee menggunakan nama merek dan sistem operasi mereka. Franchisees mendapatkan uang dari keuntungan outlet ini. Apa pun yang meningkatkan penjualan, tapi tidak meningkatkan keuntungan akan menimbulkan konflik antara Anda dan franchisee. Jika Anda ingin menawarkan kupon promosi untuk pelanggan, kemungkinan besar franchisee akan keberatan. Kupon meningkatkan penjualan, tetapi tidak selalu keuntungan, bermanfaat bagi franchisor, tetapi belum tentu bagi franchisee.
2. Tantangan inovasi
Jauh lebih sulit untuk berinovasi dengan franchising daripada jika memiliki outlet sendiri. Dengan franchising, jika Anda memiliki ide baru, Anda harus bernegosiasi telebih dahulu dengan franchisees untuk mendapatkan persetujuan produk atau inovasi baru apa pun yang Anda ingin tawarkan, bukan hanya menempatkan ide baru di tempat Anda sendiri.
Sekali lagi, sebelum Anda berbicara dengan para ahli franchising, pertimbangkan dengan matang pro dan kontra. Franchising bukan peluru perak untuk memperluas bisnis. Tapi ketika keuntungan lebih besar dari kerugian, itu bisa menjadi cara yang bagus untuk mengembangkan bisnis Anda.

