Omzet Turun Pasca-Lebaran? Cek 3 Strategi Remarketing Ini!

  • Posted by
  • Posted in Bisnis
  • Komentar Dinonaktifkan pada Omzet Turun Pasca-Lebaran? Cek 3 Strategi Remarketing Ini! Komentar

Ramadhan biasanya jadi masa panen bagi banyak bisnis online. Notifikasi pesanan berdatangan, traffic website melonjak, dan stok produk laris manis. Namun setelah Lebaran, situasinya sering berbalik drastis. Remarketing pasca-lebaran menjadi strategi penting agar toko online tetap hidup di tengah kondisi pasar yang mulai sepi.

Kenapa “Nunggu Bola” = Kesalahan Fatal?

Banyak pemilik bisnis online memilih menunggu kondisi pasar pulih setelah Lebaran. Strategi ini terlihat aman, tetapi sebenarnya bisa menjadi kesalahan besar. Saat pasar melambat, bisnis yang pasif justru paling cepat kehilangan momentum.

Biaya Iklan Makin Mahal

Setelah Lebaran, daya beli konsumen menurun karena banyak pengeluaran sudah terjadi sebelumnya. Mulai dari mudik, THR, hingga kebutuhan hari raya.

Dampaknya cukup terasa bagi bisnis online:

  • konsumen lebih selektif sebelum membeli
  • prioritas belanja bergeser ke kebutuhan utama
  • tingkat konversi iklan menurun

Jika kamu tetap memaksakan strategi akuisisi pelanggan baru, biaya pemasaran bisa meningkat drastis. Dalam banyak kasus, Customer Acquisition Cost (CAC) justru menjadi tidak efisien ketika pasar sedang lesu.

Babca Juga: 9 Rekomendasi Software CRM yang Cocok untuk Bisnis Anda

Customer Database Bisa “Dingin”

Selama Ramadhan, bisnis biasanya mengumpulkan banyak customer database baru dari pembeli marketplace atau pengunjung website.

Masalahnya, banyak brand berhenti berkomunikasi setelah Lebaran.

Akibatnya:

  • pelanggan lupa dengan brand-mu
  • hubungan dengan pelanggan melemah
  • peluang repeat order hilang begitu saja

Padahal pelanggan lama biasanya lebih mudah diajak kembali berbelanja.

Baca Juga: 6 Cara Mempertahankan Bisnis di era Pandemi

Kompetitor Bisa Mengambil Pelanggan

Ketika bisnismu berhenti melakukan pemasaran, kompetitor mungkin melakukan hal sebaliknya.

Mereka bisa:

  • menjalankan kampanye remarketing
  • menargetkan ulang pelangganmu
  • menawarkan promo yang lebih relevan

Karena itu, menunggu tanpa strategi hanya akan membuat bisnis tertinggal.

Remarketing adalah “Penyelamat” Bisnismu

remarketing pasca-lebaran

Setelah Lebaran, banyak bisnis online mengalami penurunan traffic dan penjualan. Hal ini wajar karena konsumen sedang menyesuaikan kembali prioritas belanja setelah pengeluaran besar selama Ramadhan.

Namun kondisi ini tidak selalu berarti bisnis harus berhenti berkembang. Justru di sinilah strategi remarketing pasca-lebaran bisa menjadi penyelamat.

Menghidupkan Kembali Pelanggan Lama

Remarketing memungkinkanmu menjangkau kembali orang-orang yang sebelumnya sudah tertarik pada produk.

Misalnya mereka pernah:

  • mengunjungi website
  • melihat halaman produk
  • menambahkan barang ke keranjang
  • melakukan pembelian saat Ramadhan

Karena sudah mengenal brand-mu, peluang mereka untuk membeli kembali biasanya jauh lebih tinggi dibandingkan pelanggan baru.

Lebih Hemat Biaya Pemasaran

Mengaktifkan kembali pelanggan lama juga jauh lebih efisien.

Banyak riset pemasaran menunjukkan bahwa mempertahankan pelanggan lama bisa 5–7 kali lebih murah dibandingkan mencari pelanggan baru, terutama ketika daya beli konsumen menurun.

Dengan kata lain, remarketing membantu bisnis memaksimalkan potensi dari customer database yang sudah ada.

Peran Retargeting Ads

Salah satu bentuk remarketing paling populer adalah retargeting ads.

Teknologi ini memungkinkan bisnis menampilkan iklan kepada pengguna yang sebelumnya sudah mengunjungi website-mu.

Contohnya:

  • seseorang melihat produk di website
  • kemudian membuka blog atau portal berita
  • iklan produkmu muncul kembali di sana

Strategi ini menjaga brand tetap diingat konsumen dan meningkatkan peluang konversi.

Selain itu, remarketing juga membantu meningkatkan engagement karena komunikasi terasa lebih relevan bagi audiens yang sudah tertarik sebelumnya.

5 Strategi Remarketing Agar Bisnis Cuan Pasca-Lebaran

Setelah memahami pentingnya remarketing, langkah berikutnya adalah menerapkan strategi yang tepat. Berikut beberapa pendekatan praktis yang bisa langsung diterapkan oleh pelaku bisnis online.

#1. Retargeting “Keranjang Terlantar” dengan Sentuhan Empati

Situasi yang sering terjadi setelah Lebaran adalah banyak pelanggan memasukkan produk ke keranjang, tetapi tidak melanjutkan pembayaran. Biasanya hal ini terjadi karena dana mereka sudah habis untuk kebutuhan lain.

Di sinilah retargeting ads bisa digunakan.

Misalnya dengan pesan seperti:

  • “Produk pilihanmu masih kami simpan!”
  • “Saatnya self-reward setelah lelah mudik.”
  • “Diskon spesial untuk melanjutkan checkout.”

Pendekatan empati seperti ini terasa lebih manusiawi dibandingkan promosi agresif.

#2. Campaign “Loyalty Appreciation” via WhatsApp atau Email

Setelah musim Lebaran berakhir, banyak pelanggan merasa hubungan mereka dengan brand sudah selesai. Karena itu, penting untuk membangun kembali komunikasi.

Salah satu cara paling efektif adalah memanfaatkan customer database yang sudah ada.

Contoh strategi yang bisa dilakukan:

  • Kirim ucapan terima kasih karena telah berbelanja saat Lebaran
  • Berikan kupon diskon khusus pelanggan lama
  • Tawarkan promo eksklusif yang hanya berlaku dalam waktu terbatas

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun loyalty program yang membuat pelanggan merasa dihargai.

#3. Cuci Gudang Stok Sisa dengan Paket Bundling

Banyak bisnis mengalami masalah yang sama setelah Lebaran: gudang penuh dengan stok produk musiman seperti baju koko, hampers, atau paket gift set.

Daripada menjualnya dengan diskon besar-besaran, strategi Upselling dan cross-selling bisa menjadi solusi yang lebih cerdas.

Contohnya:

  • Beli produk baru → gratis item Lebaran tertentu
  • Paket hemat produk reguler + stok Lebaran
  • Bundle “Last Chance Ramadan Deals”

Strategi ini membantu mempercepat perputaran stok sekaligus meningkatkan nilai transaksi pelanggan.

#4. Re-Engagement Lewat Survei Kepuasan

remarketing pasca-lebaran

Banyak konsumen merasa tidak nyaman jika langsung ditawari produk lagi setelah Lebaran. Karena itu, pendekatan soft selling sering kali lebih efektif.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengirim survei singkat kepada pelanggan.

Contoh langkah sederhana:

  • Kirim pesan: “Bagaimana pengalaman menggunakan produk kami saat Lebaran?”
  • Minta rating atau ulasan singkat
  • Setelah mereka merespons, berikan kode promo sebagai apresiasi

Strategi ini membantu meningkatkan engagement sekaligus memberikan insight berharga untuk pengembangan produk.

#5. Targetkan “Uang Salam Tempel” Si Kecil

Ada fenomena unik setelah Lebaran: anak-anak biasanya menerima uang “salam tempel” dari keluarga. Sering kali uang ini belum langsung digunakan.

Ini bisa menjadi peluang remarketing yang cukup spesifik.

Misalnya dengan kampanye yang menargetkan orang tua untuk membelanjakan uang tersebut pada produk yang bermanfaat, seperti:

  • buku anak
  • mainan edukatif
  • fashion anak sehari-hari

Dengan pendekatan ini, brand-mu tetap relevan meskipun prioritas belanja orang dewasa sedang menurun.

Kesimpulan

Turunnya penjualan setelah Lebaran adalah kondisi yang hampir selalu dialami oleh bisnis online. Ketika daya beli konsumen menurun, strategi pemasaran tidak bisa lagi hanya mengandalkan pelanggan baru.

Di sinilah strategi remarketing pasca-lebaran menjadi kunci. Dengan memanfaatkan retargeting ads, mengaktifkan kembali customer database, serta menerapkan strategi Upselling dan cross-selling, bisnis dapat tetap menghasilkan penjualan meskipun kondisi pasar sedang melambat.

Namun semua strategi tersebut tentu membutuhkan fondasi digital yang kuat. Website bisnis yang profesional, cepat diakses, dan terintegrasi dengan berbagai tools pemasaran akan sangat membantu menjalankan remarketing secara optimal.

Jika bisnismu ingin berkembang lebih serius di ranah digital, mempertimbangkan pembuatan toko online atau membangun platform e-commerce sendiri bisa menjadi langkah strategis. Dengan dukungan solusi Jasa Pembuatan Website dari IDwebhost, kamu dapat mengelola promosi, mengumpulkan database pelanggan, hingga menjalankan berbagai strategi pemasaran digital dengan lebih efektif.

Dengan fondasi website yang tepat, strategi remarketing tidak hanya membantu mengatasi penurunan omzet setelah Lebaran, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan bisnis yang lebih stabil sepanjang tahun.

 

Optimalkan Bisnis Lewat Website!