6 Format Video Di Sosial Media Yang Harus Dicoba Oleh Pemasar

  • Posted by
  • Posted in Tips & Trik
  • Komentar Dinonaktifkan pada 6 Format Video Di Sosial Media Yang Harus Dicoba Oleh Pemasar Komentar

Sekarang ini, video di sosial media telah menjadi bagian penting dari pemasaran online. Facebook sendiri memiliki 8 miliar tayangan video per hari, dan Bloomberg melaporkan bahwa Snapchat memiliki 10 miliar tayangan video per hari pada April 2016. Cisco juga memprediksi bahwa traffic video online akan meningkat tiga kali hingga tahun 2020, sehingga traffic video akan mewakili 82 persen dari seluruh traffic konsumen di internet dalam tiga tahun ke depan. Hal ini tidak mengherankan karena lebih dari 70 persen pemasar di AS berencana menggunakan video sebagai iklan di sosial media dalam beberapa bulan ke depan. Untuk itu, mari kita menyimak beberapa format video berikut ini agar para pemasar dapat mengeksplornya pada berbagai platform.

  1. Live Video

Menurut eMarketer, lebih dari sepertiga audiens di internet menonton live video online melalui Facebook Live sebagai saluran yang populer, diikuti oleh YouTube Live Streaming. Live video juga tersedia di Twitter dan Instagram.

  • Facebook Live: Anda dapat memulai Facebook Live secara langsung atau menjadwalkannya terlebih dahulu. Fitur komentar di Facebook Live membuatnya menjadi cara yang bagus untuk berinteraksi langsung dengan klien dan penggemar.
  • YouTube Live Video: Persyaratan teknis untuk YouTube Live Video kebanyakan dikelola melalui YouTube verified encoder. Anda harus mendownloadnya sebelum dapat mengirim video live di YouTube. Anda juga dapat menggunakan Live Chat untuk berinteraksi dengan audiens.
  • Twitter Live Video: Sebelumnya, Twitter telah memiliki aplikasi live yaitu Periscope. Tetapi pada Desember 2016, Twitter membuat video Periscope tersedia untuk semua pengguna Twitter tanpa perlu mendownload aplikasi Periscope.
  1. 360 Video

Format 360 video masih cukup baru dan lebih menonjol dari video 2D biasanya. Menurut eMarketer, lebih dari setengah pengguna merasa bahwa 360 video lebih menarik dan lebih dari sepertiga dari mereka lebih mungkin terlibat dengan 360 video. Anda dapat mengirim pra-rekaman 360 video di Facebook dan YouTube. Untuk membuat video ini, Anda membutuhkan kamera 360 derajat.

  1. Live 360 Video

Live 360 Video menggabungkan interaktivitas dan virtual reality dari unsur 360 Video dan live streaming. Facebook dan Twitter sudah meluncurkan Live 360 Video, namun saat ini mereka hanya tersedia untuk pemasar yang terpilih. Namun jangan khawatir, Anda tetap bisa menggunakannya karena YouTube sudah menawarkan Live 360 Video untuk semua orang.

  1. Looping Video

Apakah Anda ingat Vine? Looping Video asli tersebut memang sudah tidak ada, tetapi ada beberapa format video yang masih menggunakan fungsi tersebut seperti pada Twitter dan Instagram.

  1. Video Yang Menghilang

Tidak setiap video perlu disimpan selamanya. Kadang-kadang itu semua hanya menjelaskan tentang momen saat ini dan ingin dihilangkan setelah beberapa saat diposting. Jika Anda ingin menggunakan format ini, maka Anda bisa menuju ke Snapchat dan Instagram Stories. Video yang diposting pada platform tersebut akan menghilang setelah 24 jam diposting. Saat ini, semakin banyak pemasar yang menggunakan format ini untuk berbagi video. Perlu diingat bahwa format video ini ditujukan secara eksklusif untuk perangkat mobile, untuk itu sebaiknya buat video secara vertikal.

  1. Video Dengan Produksi Tinggi

Jika Anda membuat video yang berkualitas tinggi, high-definition, dan terutama dibuat dalam format lama, maka Anda mungkin ingin mempostingnya ke YouTube atau Vimeo. Kedua platform tersebut mendukung untuk video full HD (1080p) dan Ultra HD 4K.

Masing-masing platform memiliki format video tersendiri dengan berbagai kelebihan dan kelemahannya. Untuk itu, penjelasan di atas dapat membantu Anda memutuskan mana platform dengan format video terbaik untuk bisnis Anda.