Ongkir Naik Terus? Begini Jurus Jitu Pelaku Usaha Bertahan
- Posted in Bisnis
- Komentar Dinonaktifkan pada Ongkir Naik Terus? Begini Jurus Jitu Pelaku Usaha Bertahan Komentar
Ongkos kirim naik bikin margin makin tipis? Tenang, ada beberapa cara pelaku usaha mengatasi ongkir mahal tanpa buru-buru menaikkan harga. Mulai dari efisiensi packing, membandingkan ekspedisi, negosiasi tarif, sampai membangun toko online sendiri. Artikel ini membahas strategi praktisnya.
Kenapa Ongkos Kirim Semakin Mahal?
Kalau belakangan kamu merasa biaya kirim makin menguras keuntungan, perasaan itu bukan tanpa alasan. Tekanan biaya logistik memang sedang dirasakan pelaku usaha di berbagai sektor.
Pada Maret 2026, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut pengusaha sudah menyampaikan keluhan mengenai meningkatnya biaya logistik. Kenaikan harga minyak dunia dan perubahan rute pengiriman akibat konflik di Timur Tengah menjadi salah satu tekanan terhadap biaya transportasi.
Dampaknya juga terasa di ekosistem e-commerce. Mulai 1 Mei 2026, misalnya, Tokopedia dan TikTok Shop menerapkan biaya layanan logistik yang dibebankan kepada seller. Besarannya bergantung pada rute dan berat paket, dengan batas tertentu per pesanan.
Jadi, kalau kamu merasa biaya operasional bisnis online makin berat, masalahnya bukan semata-mata tarif jasa ekspedisi.
Baca Juga: 7 Metode Pembayaran Wajib Ada di Toko Online, Sudah Punya?
Ada beberapa faktor lain yang sering luput dari perhatian seller.
Volume Paket Terlalu Besar
Ongkir tidak selalu dihitung berdasarkan berat aktual. Ekspedisi juga dapat menggunakan berat volumetrik berdasarkan dimensi paket.
Misalnya, kamu menjual boneka seberat 1 kg. Karena menggunakan kardus yang terlalu besar, berat volumetriknya bisa lebih tinggi daripada berat sebenarnya. Alhasil, ongkir yang dibayar ikut membengkak.
Karena itu, cara menghitung ongkos kirim sebaiknya tidak berhenti di timbangan. Perhatikan juga panjang, lebar, dan tinggi paket.
Jarak Pengiriman Terlalu Jauh
Semakin jauh lokasi pelanggan, biasanya semakin besar pula biaya pengirimannya. Pengiriman antarpulau atau ke wilayah dengan akses terbatas tentu punya struktur biaya yang berbeda dibandingkan pengiriman dalam satu kota.
Masalahnya, kalau produkmu bernilai relatif rendah, ongkir bisa terlihat tidak masuk akal dibandingkan harga barang.
Baca Juga: Aturan Baru E-commerce 2026: Seller Online Wajib Paham Ini!
Ada Biaya Layanan Tambahan
Seller marketplace sekarang tidak hanya berhadapan dengan ongkir yang dibayar pelanggan. Ada pula biaya layanan logistik atau biaya platform tertentu yang ikut memengaruhi perhitungan keuntungan.
Buat produk dengan margin tipis, tambahan beberapa ribu rupiah per transaksi kalau dikalikan ratusan order tentu bukan angka kecil.
Salah Memilih Layanan Pengiriman
Tidak semua pesanan membutuhkan layanan Express, Same Day, atau Instant.
Kalau pelanggan sebenarnya tidak terburu-buru, menggunakan layanan premium justru membuat biaya kirim lebih mahal tanpa memberikan manfaat yang signifikan.
Packing Kurang Efisien
Packing terlalu besar, terlalu banyak lapisan, atau menggunakan material yang berat dapat meningkatkan berat aktual maupun volumetrik.
Padahal, barangnya sendiri mungkin ringan.
Tidak Memanfaatkan Promo Ongkir
Voucher, diskon, atau program subsidi ongkir bisa membantu mengurangi beban biaya pengiriman.
Sayangnya, sebagian seller hanya fokus mengejar diskon produk dan lupa mengecek program logistik yang tersedia.
Apa Dampaknya ke Pelaku Usaha?

Ongkir mahal bukan cuma masalah di halaman checkout. Dampaknya bisa merembet ke banyak bagian bisnis.
Penjualan Bisa Menurun
Harga produk Rp50 ribu mungkin terlihat menarik. Namun ketika checkout ditambah ongkir Rp30 ribu, calon pembeli bisa berpikir ulang.
Inilah salah satu dampak ongkir mahal ke penjualan yang sering tidak terlihat ketika seller hanya melihat jumlah kunjungan dan harga produk.
Cart Abandonment Meningkat
Pelanggan bisa memasukkan produk ke keranjang, tetapi batal membayar setelah melihat total biaya.
Artinya, traffic sudah ada, produk sudah diminati, tetapi transaksi gagal hanya karena biaya akhir terasa terlalu mahal.
Jangkauan Pasar Menyempit
Kalau ongkir ke luar pulau terlalu tinggi, pelanggan dari wilayah tersebut bisa memilih toko lain.
Akibatnya, pasar yang seharusnya bisa kamu jangkau secara nasional menjadi terbatas.
Margin Keuntungan Makin Tipis
Ketika seller ikut menanggung sebagian ongkir, keuntungan per transaksi otomatis berkurang.
Untuk bisnis dengan margin keuntungan UMKM yang sudah tipis, kondisi ini perlu segera diatasi. Jangan sampai omzet terlihat besar, tetapi uang yang benar-benar tersisa justru kecil.
Kepuasan Pelanggan Menurun
Pelanggan tidak hanya menilai kualitas produk. Mereka juga menilai pengalaman belanja secara keseluruhan.
Ongkir mahal, proses pengiriman lama, atau biaya tambahan yang baru terlihat di akhir checkout bisa menurunkan kepuasan pelanggan.
Bahkan, pengalaman buruk tersebut bisa berujung pada komplain dan review negatif.
Strategi Jitu Mengakali Ongkir Mahal
Sekarang masuk ke bagian yang paling penting: apa yang bisa kamu lakukan?
#1. Efisienkan Kemasan
Mulai dari hal sederhana: jangan menggunakan kardus yang ukurannya jauh lebih besar daripada produk.
Beberapa langkah yang bisa kamu coba:
- Gunakan kardus atau mailer yang pas dengan ukuran produk.
- Kompres produk yang memungkinkan menggunakan vacuum bag.
- Hindari bubble wrap berlapis-lapis jika produk tidak membutuhkan proteksi ekstra.
- Ukur dimensi paket sebelum menentukan estimasi ongkir.
- Bandingkan berat aktual dengan berat volumetrik.
Tujuannya sederhana: jangan membayar ruang kosong di dalam paket.
#2. Bandingkan Ekspedisi Sebelum Mengirim
Jangan terlalu nyaman dengan satu ekspedisi.
Untuk rute yang sama, tarif dan estimasi waktu antar layanan bisa berbeda. Coba bandingkan beberapa pilihan secara berkala.
Misalnya:
- Produk kecil dan ringan → layanan reguler.
- Produk mendesak → Same Day atau Express.
- Produk berat dan besar → pertimbangkan layanan kargo.
- Pengiriman rutin ke kota tertentu → cari jasa ekspedisi dengan tarif terbaik untuk rute tersebut.
Dengan begitu, pilihan ekspedisi tidak berdasarkan kebiasaan, tetapi berdasarkan efisiensi.
#3. Lakukan Negosiasi Tarif Ekspedisi
Kalau order sudah mulai konsisten, jangan ragu melakukan negosiasi tarif ekspedisi.
Banyak pelaku UMKM mengira harga yang tertera di aplikasi adalah harga final. Padahal, seller dengan volume pengiriman rutin bisa menanyakan skema kerja sama atau tarif khusus kepada ekspedisi.
Siapkan data seperti:
- Jumlah paket per bulan.
- Kota tujuan paling sering.
- Rata-rata berat paket.
- Jenis layanan yang paling sering digunakan.
Semakin jelas data yang kamu bawa, semakin mudah menunjukkan bahwa bisnis kamu punya potensi volume pengiriman.
#4. Manfaatkan Program Subsidi Ongkir
Kalau berjualan di marketplace, cek kembali program gratis ongkir atau subsidi yang tersedia.
Namun, jangan asal ikut semua program.
Hitung dulu apakah subsidi yang diterima sebanding dengan biaya layanan dan potongan lain yang harus ditanggung seller.
#5. Terapkan Strategi Bundling
Ini salah satu cara sederhana untuk membuat ongkir terasa lebih masuk akal.
Misalnya, pelanggan membeli satu produk seharga Rp30 ribu dan ongkir Rp15 ribu. Secara psikologis, ongkir terlihat besar.
Coba tawarkan bundling dua atau tiga produk sekaligus. Jika ongkir tidak naik terlalu signifikan, pelanggan mendapatkan nilai lebih dan biaya pengiriman per produk menjadi lebih kecil.
Strategi ini sekaligus bisa meningkatkan average order value.
#6. Pertimbangkan Konsolidasi Pengiriman
Kalau kamu punya beberapa pesanan ke area yang sama, atur proses pengiriman dengan lebih terstruktur.
Tetapkan cut-off order, misalnya pukul 15.00. Pesanan yang masuk sebelum batas tersebut diproses bersama.
Untuk bisnis yang sudah lebih besar, konsolidasi pengiriman atau kerja sama dengan partner logistik juga bisa dipertimbangkan.
#7. Gunakan 3PL Saat Volume Sudah Besar
Kalau order sudah banyak sampai membuat kamu kewalahan mengurus gudang, packing, dan pengiriman, 3PL atau third-party logistics bisa menjadi pilihan.
Hitung seluruh biaya operasional bisnis online terlebih dahulu.
Bandingkan biaya:
- Gudang sendiri.
- Tenaga packing.
- Material packing.
- Waktu operasional.
- Pengiriman.
- Biaya administrasi.
Kadang-kadang, menyerahkan sebagian proses kepada 3PL justru lebih efisien daripada mengurus semuanya sendiri.
Solusi Jangka Panjang: Punya Toko Online Sendiri

Strategi di atas bisa membantu menekan ongkir. Namun, ada satu hal yang perlu kamu pikirkan kalau selama ini hampir seluruh penjualan berasal dari marketplace: ketergantungan pada aturan platform.
Ketika biaya layanan atau kebijakan logistik berubah, seller harus kembali menghitung margin dari awal.
Karena itu, punya website toko online sendiri bisa menjadi langkah strategis untuk membangun kanal penjualan yang lebih mandiri.
Dengan website sendiri, kamu punya ruang lebih besar untuk mengatur:
- Struktur ongkir, termasuk gratis ongkir, subsidi sebagian, atau tarif flat.
- Pilihan ekspedisi, sesuai rute dan karakter produk.
- Strategi harga, tanpa harus selalu mengikuti perubahan biaya platform.
- Margin keuntungan, karena kamu bisa mengatur struktur biaya penjualan sendiri.
- Database pelanggan, sehingga peluang membangun repeat order lebih besar.
Buat pemula bisnis online, memiliki website tidak berarti harus langsung membangun sistem yang rumit.
Kamu bisa mulai dari toko online sederhana yang sudah siap menampilkan produk, menerima pesanan, dan membantu pelanggan melakukan transaksi.
Kesimpulan
Ongkir memang menjadi tantangan yang semakin terasa bagi pelaku bisnis online. Tekanan biaya logistik global, perubahan tarif, hingga tambahan biaya layanan platform membuat seller perlu lebih cermat menghitung setiap transaksi.
Namun, menaikkan harga produk bukan satu-satunya jalan.
Kamu bisa mulai dari packing yang lebih efisien, membandingkan ekspedisi, melakukan negosiasi tarif ekspedisi, memanfaatkan subsidi ongkir, menerapkan bundling, sampai mempertimbangkan 3PL ketika volume sudah meningkat.
Dalam jangka panjang, jangan hanya mengandalkan marketplace. Membangun website toko online sendiri bisa menjadi cara untuk mendapatkan kontrol lebih besar atas harga, ongkir, margin, dan hubungan dengan pelanggan.
Kalau kamu ingin mulai punya kanal penjualan sendiri tanpa harus repot memikirkan coding dan desain dari nol, Jasa Pembuatan Website dari IDwebhost bisa menjadi pilihan praktis.
Dengan toko online yang langsung jadi dan siap digunakan untuk jualan, kamu bisa mulai membangun aset digital sendiri sekaligus mengurangi ketergantungan pada biaya dan kebijakan marketplace.

