Fakta Penting Tentang DNS (Domain Name System)

  • Posted by
  • Posted in Tips & Trik
  • Komentar Dinonaktifkan pada Fakta Penting Tentang DNS (Domain Name System) Komentar

Internet and domain names concept

Domain Name System (DNS) adalah sebuah standard dalam teknologi untuk mengatur penamaan publik dari sebuah situs website atau domain di internet. Dengan adanya teknologi DNS, memungkinkan Anda untuk mengetikkan atau menulis nama atau domain ke sebuah web browser (misal www.myecxample.com) dan komputer Anda akan secara otomatis menemukan alamat IP dari domain tersebut di internet.

DNS menyimpan nama dan alamat server internet publik. Seiring berkembangnya web, DNS dengan cepat memperluas kemampuannya untuk mencocokkan, menghasilkan jaringan terdistribusi di seluruh dunia dari ribuan komputer saat ini. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang beberapa fakta penting dari DNS yang mungkin belum Anda ketahui.

Lebih Dari 30 Tahun

Dua makalah oleh Paul Mockapetris yang diterbitkan pada bulan November 1983 yang disebut RFC 882 dan RFC 883 menandai dimulainya DNS. Sebelum DNS, sistem publik dapat diidentifikasi hanya dengan nama hostnya, dan alamat untuk semua nama host ini dipertahankan dalam satu file besar (disebut “hosts.txt”) yang menjadi sangat sulit untuk dikelola karena jaringan komputer tumbuh selama tahun 1970an dan tahun 1980an. DNS memperluas sistem penamaan satu tingkat ini ke tingkat multi level dengan menambahkan domain pendukung. Satu atau beberapa nama tambahan kini dapat ditambahkan ke nama host, masing-masing dipisahkan oleh titik (.).

Hanya Ada 6 TLD Asli

Lebih dari 700 Top Level Domain (TLD) sekarang ada di internet (termasuk beberapa nama yang sangat aneh seperti .rocks dan .soy). Badan Internet yang nirlaba untuk Corporation Assigned Names and Numbers (ICANN) mengendalikan alokasi mereka. Anda dapat melihat berbagai daftar top level domain di ICANN. Ketika pertama kali diimplementasikan pada tahun 1980an, DNS didefinisikan hanya dengan enam TLD yaitu .com, .edu, .gov, .mil, .net, dan .org. Ekspansi besar pada pilihan TLD nama domain dimulai pada tahun 2011 dengan tujuan untuk mengklasifikasikan situs web dengan lebih baik dan sesuai dengan tujuan mereka.

Lebih Dari 100 Juta Domain Yang Telah Terdaftar

Banyak nama domain internet seperti “about,com” dan “mit.edu” telah berafiliasi dengan sekolah atau bisnis, sementara individu mendaftarkan orang lain untuk keperluan pribadi. Secara keseluruhan lebih dari 100 juta domain terdaftar ada di bawah TLD .com. Semakin banyaknya nama domain yang terdaftar maka persaingan dalam bisnis online juga semakin meningkat.

Bekerja Pada Forward Dan Reverse

Sebagian besar permintaan ke DNS melibatkan pengubahan nama host situs web dan server internet lainnya ke alamat IP, ini disebut dengan pencarian DNS forward. DNS juga bekerja dalam arah sebaliknya, menerjemahkan alamat ke dalam nama yang disebut dengan pencarian DNS reverse. Sementara itu, pencarian DNS reverse kurang umum digunakan. Mereka dapat membantu administrator jaringan dengan pemecahan masalah. Misalnya utilitas seperti ping dan traceroute yang melakukan pencarian reverse.

Memiliki 13 Roots

DNS mengatur nama server ke dalam hierarki untuk membantu mengoptimalkan arus komunikasi antara server dan juga untuk mempermudah pemeliharaan sistem. Semua sistem hierarki seperti DNS menciptakan level teratas (disebut level ‘root’) dari level yang lebih rendah dan bisa bercabang. Untuk alasan teknis, DNS mendukung 13 nama server root dan bukan hanya satu. Masing-masing root ini diberi nama dengan satu huruf, dimulai dengan huruf A dan diperluas ke huruf M.

Target Utama Untuk Situs Web Hacking

Cerita tentang insiden pembajakan DNS sering muncul. Pembajakan memerlukan hacker yang mendapatkan akses ke catatan server DNS untuk situs web yang ditargetkan dan memodifikasinya untuk mengalihkan pengunjung ke situs orang lain. Saat pengguna internet mengunjungi situs yang dibajak, DNS menginstruksikan browser mereka untuk meminta data dari lokasi palsu. Perhatikan bahwa pembajak umumnya tidak perlu masuk ke DNS itu sendiri namun bisa mengkompromikan layanan hosting domain dengan meniru sebagai administrator web.