Banyak orang mengasumsikan bahwa online marketplace dan toko online adalah hal yang sama. Meskipun keduanya banyak digunakan untuk tujuan bisnis, terdapat beberapa perbedaan mendasar diantara keduanya. Misalnya seperti ini, marketplace, seperti Lazada, Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia adalah platform online dimana pemilik website mengizinkan kepada pihak ketiga untuk berjualan di platform tersebut dan menghubungkannya dengan konsumen secara langsung. Contohnya, banyak seller dapat memasarkan produknya ke konsumen. Pemilik marketplace tidak menyediakan inventory dan juga tidak menagih pelanggan. Faktanya, ini sangaat mirip dengan selayaknya pasar sesungguhnya di dunia nyata.

Hal sebaliknya pada toko online adalah website yang menjual brand tunggal maupun multi brand. Dimana inventorynya merupakan milik mereka sendiri. Pemilik situs web juga bisa melakukan penagihan invoice. Sekaligus juga pemilik toko online juga mengoperasikan situs untuk menjual barang.

Perbedaan Marketplace dan Toko Online

Berikut inilah perbedaan signifikan anntara marketplace dan toko online yang harus Anda ketahui:

1. Pendekatan Pasar dan Tergeting

Marketplace mendapatkan benefit dari berbagai pengguna yang beroperasi pada situs mereka. Karena banyaknya pedagang, secara individual mereka mengiklankan toko mereka sehingga meningkatkan kesadaran. Semakin banyak pembeli senang dalam melakukan transakasi di situs tersebut, sebuah toko di marketplace tersebut akan semakin baik reputasinya.

Marketplace dan Toko Online

Sementara pada toko online, Anda harus fokus pada penargetan pembeli. Dalam toko online, pemilik harus mengeluarkan usaha lebih untuk megarahkan traffic ke website mereka. Setelah pembeli menemukan apa yang dicari, proses seleksi menjadi lebih sederhana karena hanya satu perusahaan yang menawarkan barang dagangan.

2. Skala

Marketplace tidak menjual ataupun membeli sebuah produk. Hal ini menjadikan mereka bisa mengurangi risiko keuangan. Marketplace mendapatkan keuntungan ekonomis lebih mudah dan pastinya mereka lebih cepat dalam melakukan ekspansi daripada twebsite toko onliene.

Sedangkan pada website toko online, Anda akan dihadapkan pada tantangan, seperti memeriksa ketersediaan stok, juga trik untuk selalu menarik pengunjung baru agar bisa berubah menjadi leads.

3. Faktor waktu dan uang

Saat membuat sebah website e-commerce, Anda bisa menentukan apakah akan membaut website yang komplit atau yang sederhana saja. Untuk membuat website e-commerce yang proper, tentu butuh waktu dan biaya. Dan jangan lupakan pula tentang factor maintenance website toko online Anda. Hal yang demikian tidak akan Anda temukan pada situs marketplace. Pada marketplace semuanya sudah siap. Anda bisa mendaftar, input barang apa yang dijual, dan tidak membutuhkan banyak waktu untuk mengurus seputar maintenance.

Jadi patut mennjadi garis bawah bahwa membuat situs toko online membutuhkan investasi lebih banyak, dan memakan waktu untuk sampai pada fase break even point. Di sisi lain, marketplace memiliki profit margin yang lebih bagus, namun juga bergantung pada volume transaksi.

4. Volume Bisnis

Dari sisi pejualan, selisih keuntungan marketplace lebih rendah daripada situs e-commerce. Hal ini dikarenakan pendapatan yang didapat masih harus dikurangi komisi kepada pemilik platform. Akibatnya, marketplace perlu meningkatkan volume penjualan yang lebih besar dari daripada situs e-commerce.

Marketplace dan Toko Online

Oleh karena itu orang yang berjualan di sistus marketplace berurusan dengan lebih banyak transaksi dengan penekanan pada otomasi sistem sebanyak mungkin.

5. Trend indicator

Indikator tren sangat berguna untuk mempelajari apa yang sedang menjadi tren di pasar. Indikator ini juga mencakup pergerakan harga. Dengan bantuan indicator tren, marketplace dapat melacak lebih jauh dan spesifik tentang penjualannya. Dengan ini pula akan terlihat produk apa dan penjual mana yang menjadi terbaik. Dari tren ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan untuk mengambil keputusan dan mempromosikan konten yang benar-benar penting untuk penggunanya.

6. Keterlibatan audiens

Engagement, atau keterlibatan pengguna sangat penting di ekosistem bisnis online. Entah di marketplace atau e-commerce. Marketplace selalu berorientasi pada transaksi dan tujuannya adalah mempertemukan penjual dan pembeli yang cocok. Secara regular marketplace fokus untuk menggerakkan pengunjung menjadi pembelian dan penjual untuk lebih banyak menambahkan produk atau layanan. Dan faktanya, marketplace mendapatkan manfaat dari efek ini. Lebih banyak penjual dan sebaliknya.

Sedangkan pada website toko online, untuk meningkatkan keterlibatan audiens diperlukan effort yang lebih. Hal ini dapat memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Anda harus mengetahui siapa target yang disasar, dan jangan sampai menargetkan orang yang salah. Platform sosial media, seperti facebook, twitter, dan instagram sangat cocok sebagai sarana pelobatan audiens untuk situs toko online.

7. Trust

Dalam industry digital, sangat penting untuk memdapatkan trust, tak hanya marketplace maupun e-commerce. Pengguna tentu ingin mendapatkan merasa aman dalam menggunakan platform Anda. Kebanyakan pelanggan lebih parcaya untuk melakukan pembelian pada marketplace yang sudah familiar, dan penjual pun begitu, mereka tidak akan menjual produk pada platform yang tak mereka kenal. Kepercayaan erat kaitannya dengan pengalaman akan kepuasan. Dan kepercayaan merupakan kunci dari pengalaman ini.

Marketplace dan Toko Online

Sedangkan pada sisi website toko online, akan menghadapi tantangan yang berbeda karena dijalankan secara individu.

8. Aspek Teknis

Salah satu hal yang sangat penting dalam bisnis digital adalah aspek teknis. Jika Anda ingin membuat sebuah website toko online, pahami bahwa banyak hal teknis yang harus Anda ketahui. Minimal, tentang nama domain, jasa hosting, dan banyak hal lain. Sedangkan pada situs marketplace, tak cukup banyak hal yang harus Anda pelajari tentang teknis. Kemungkinan paling kecil yang harus Anda pelajari adalah seperti cara memposting produk, dan analitik.

9. Navigasi

Hal lain yang membedakan antara marketplace dan e-commerce adalah pada navigasi menu di dalamnya. Di marketplace, produk disusun dalam satu set yang terorganisasi dengan baik karena sebagian besar memiliki banyak penjual dengan daftar produknya masing-masing. Namun, pada website toko online, pengaturan produk didasarkan pada kategori. Ada filter yang yang lebih rinci dan karenanya lebih efisien dalam proses pencarian. Pengguna dapat mempersempit pencariannya agar lebih akurat. Oleh karena itu, dalam hal proses dan pola navigasi, ada perbedaan yang sangat besar.

Kesimpulan

Sangat bagus untuk mengetahui perbedaan antara online marketplace dan  toko online sebelum memulai berbisnis online. Sebelum memulai bisnis baru, ada banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan. Seperti mengelola logistik, merancang pengalaman belanja yang efektif pada pelanggan, layanan pelanggan yang bagus. Dan juga kenali target audiens Anda. Ketahui kebutuhan mereka, dan preferensinya. Jika hal ini sudah Anda lakukan, akan lebih mudah utuk membuat pilihan, menggunakan marketplace atau membaut website toko online sendiri.

Itulah tadi masing-masing perbedaan marketplace dan toko online. Semua pilihan untuk memulai bisnis ada pada Anda. Keduanya memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri. Semoga artikel ini bermanfaat.

Send Comment