Melaporkan pendapatan bunga tidak lagi rumit. Kini anda bisa melakukannya dengan mudah lewat internet. Sebagaimana diketahui, setiap tahun warga negara wajib untuk melaporkan penghasilan yang didapatkan. Hal ini dituangkan dalam bentuk SPT atau Surat Pemberitahuan Tahunan bagi pemilik usaha dan juga karyawan. Tentu pelaporan SPT tersebut menjadi hal yang tidak mudah jika anda adalah pengusaha. Beberapa pengusaha masih ada yang kebingungan bagaimana harus memulai mengisi laporan SPT tahunan itu sendiri.

Tapi tidak perlu cemas lagi karena sebetulnya semua itu bisa dilakukan dengan cara online, tinggal berkunjung saja ke website https://djponline.pajak.go.id. Melalui website yang satu ini, anda bisa langsung melaporkan SPT tahunan dengan cepat. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa batas pelaporan SPT terkait tersebut paling lambat adalah per tanggal 31 Maret setiap tahunnya. Dengan melaporkan itu semua secara rutin, maka anda pun akan bisa terhindar dari denda. Terkait mengenai prosedurnya bisa anda lihat pada tutorial melaporkan pendapatan bunga di bawah ini.

Panduan Melaporkan Pendapatan Bunga Yang Diterima

Sebelum melakukan itu semua, ada beberapa persyaratan yang harus anda persiapkan terlebih dahulu. Beberapa persiapan tersebut antara lain adalah:

  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Electronic Filling Identification Number (EFIN)

Untuk bisa melaporkan pendapatan bunga, anda bisa merujuk pada SPT Tahunan PPh 21 tentang Wajib Pajak Orang Pribadi. Berikut adalah tahapan untuk memulainya:

Lakukan Login Terlebih Dahulu

  • Tahapan awal dalam melaporkan pendapatan bunga bisa dimulai dengan Login ke situs terkait terlebih dahulu. Anda bisa masuk ke skitus https://djponline.pajak.go.id kemudian, anda harus melakukan registrasi terlebih dahulu jika belum pernah mendaftar sebelumnya.
  • Berikutnya, yang harus anda lakukan adalah mengeklik bagian E-Filling yang tertera pada pojok kanan atas layar halaman yang anda buka tersebut, lalu pilih kolom E-Filling yang berada di sebelah DJP Online dan E-Billing.
  • Setelah selesai, maka anda bisa klik Buat SPT yang tertera didalamnya. Setelah itu, yang bisa anda lakukan adalah dengan melengkapi SPT terkait sesuai dengan instruksi yang ada didalamnya.

Prosedur Pengisian

  • Tahapan selanjutnya adalah mengenai pengisian. Untuk nilai akun per tanggal 31 Desember 2018, maka harus ditambahkan di lampiran II pada bagian B – Harta Pada Aklhir Tahun. Gunakan kode harta di angka 039.
  • Untuk Nama Harta dan Keterangan bisa anda isi sesuai dengan kebutuhan, misalnya anda mengisi dengan Pemberian Pinjaman Peer To Peer Lending, kemudian input Portan pinjaman yang digunakan.
  • Kemudian pada bagian Harga Perolehan bisa anda isi dengan nilai akun yang anda miliki tersebut per tanggal 31 Desember 2018.
  • Terkait mengenai pendapatan bunga yang diterima dari portal yang anda pilih terkait, isikan keterangan pendapatan bunga tersebut pada lampiran I bagian A No.1.
  • Jika anda sudah memasukannya, nantinya ini akan secara otomatis dikalkulasi langsung dan menghitung kurang bayar yang timbul dari pendapatan bunga yang anda terima itu sendiri.
  • Jika nominalnya sudah muncul, maka anda bisa segera melakukan pembayaran atas status yang masih kurang bayar itu sendiri.

Prosedur Melakukan Pembayaran

  • Setelah mengikuti cara melaporkan pendapatan bunga di atas, maka kini anda berlanjut pada tahap berikutnya, yaitu melakukan prosedur pembayaran sesuai dengan cara yang diperlukan.
  • Anda bisa memulainya dengan Login terlebih dahulu ke situs https://sse3.pajak.go.id dimana ini bisa dilakukan jika anda belum pernah melakukan registrasi atau pendaftaran terkait E-Billing itu sendiri.
  • Untuk lebih jelasnya, anda bisa memilih klik E-Billing yang terdapat pada situs https://djponline.pajak.go.id dimana nantinya anda akan bisa mengaksesnya secara langsung jika sudah pernah melakukan pendaftaran E-Billing yang ada didalamnya.
  • Klik pada bagian Isi SSE yang tertera pada kiri halaman yang anda buka. Lalu lengkapi SSE tersebut dengan memilih jenis pajak 411125-PPh pasal 25/29 OP. Untuk jenis setoran, anda bisa pilih 200-tahunan. Pada bagian tahun pajak bisa anda isi sesuai dengan tahun yang tertera, yaitu 2018.
  • Jika sudah, maka isikan jumlah setoran yang sesuai dengan nominal kurang bayar yang harus anda lakukan. Ini adalah metode melaporkan pendapatan bunga yang bisa anda terapkan.

Tahapan Konfirmasi

  • Jika sudah melaporkan pendapatan bunga di atas, maka kini anda bisa masuk ke tahapan konfirmasi. Jika data yang diisikan sudah benar, maka anda bisa memilih panel Kode Billing yang tersedia didalamnya.
  • Kemudian lakukan pembayaran dengan menggunakan kode billing yang anda terima itu sendiri.
  • Proses pembayaran bisa anda lakukan melalui berbagai jenis bank yang sudah disediakan. Anda bisa memilih mana pilihan bank yang anda inginkan tersebut.
  • Kini anda sudah selesai melaporkan pendapatan bunga dan menjadi warga negara yang patuh akan pembayaran pajak.

Hal-Hal Penting Yang Wajib Ada Dalam Pelaporan SPT

Ada beberapa hal yang perlu anda pahami dalam melaporkan pendapatan bunga ini. Pasalnya, ada berbagai muatan informasi yang harus anda lampirkan dalam pelaporan pajak tersebut. Supaya tidak ada yang ketinggalan berikut hal-hal yang sebaiknya anda simak berikut ini:

Penghasilan:

Pastikan bahwa anda mencantumkan laporan terkait penghasilan yang anda terima itu sendiri. Penghasilan tersebut juga termasuk yang didapatkan dari dalam maupun luar negeri. Kriterianya adalah sebagai berikut:

  • Penghasilan yang anda dapatkan dari laba usaha.
  • Penghasilan yang anda dapatkan dari penghargaan maupun hadiah undian atas kegiatan dan pekerjaan tertentu.
  • Penghasilan yang didapatkan dari komisi, tunjangan, gaji, upah, gratifikasi, uang, bonus pensiun, dan lain sebagainya.
  • Penghasilan dari bunga dari berbagai kategori, mulai dari diskonto, premium atau imbalan yang terjadi karena adanya pengembalian hutang.
  • Penghasilan yang didapatkan dari Dividen baik itu dalam nama dan bentuk apapun. Dividen ini biasanya didapatkan dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, serta SHU atau Sisa Hasil Usaha yang diperoleh dari koperasi.
  • Penghasilan yang didapatkan dari asuransi, royalty atas penggunaan hak juga ikut serta harus dicantumkan.
  • Hal sama juga wajib dilakukan terkait keuntungan dari selisih kurs mata uang asing, tambahan kekayaan netto, penghasilan dari usaha berbasis syariah dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Kini anda sudah mengetahui tahapan untuk melaporkan pendapatan bunga tersebut. Pastikan menjadi warga yang taat membayar pajak setiap tahunnya. Dengan cara inilah maka bisnis yang anda jalankan akan bisa terhindar dari hal-hal tak terduga di kemudian hari. Pastikan untuk mencatat setiap pembayaran pajak yang anda lakukan dan menyimpan bukti transaksinya jika sewaktu-waktu diperlukan untuk keperluan pengecekan. Dalam hal ini, tentu saja akan banyak manfaat lainnya yang akan bisa anda temukan dan peroleh didalamnya. Selalu lakukan transaksi pembayaran pajak tepat waktu dan sesuai prosedur, serta ketentuan yang ada.

Baca Juga: Cara Promosi Cuma Berbekal Kreativitas Dan Waktu

Send Comment