Memahami Struktur Email yang Efektif

Ketika membuat email, pernahkah kita berpikir apakah desain yang dibuat sudah baik dan benar. Ketika mengirim email bisnis misalnya. Sebagai pengirim, tentu kita ingin penerima membuka email dari kita. Semakin tinggi tingkat keterbukaan email, maka peluang penerima untuk melakukan langkah selanjutnya yang kita inginkan, menjadi semakin besar. Melakukan pembelian, misalnya. 

Tetapi, sebenarnya ini bukanlah faktor yang paling penting. Email, selayaknya tubuh manusia, memiliki beragam komponen yang harus tampil baik, sehingga agar emailmu dibuka dan dibaca oleh penerima, maka strukturnya harus tepat. Intinya, kalau kamu ingin email yang dikirim lebih efektif, seluruh struktur yang ada di dalamnya juga harus efektif. 

Pertanyaannya adalah, bagaimana memahami struktur email yang efektif itu? 

Pada artikel kali ini, kami akan berbagi dengan Kanca Jejualan semua untuk memahami struktur email yang efektif. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Struktur Email yang Efektif

Berikut ini adalah struktur email yang perlu kamu pahami: 

Label Pengirim 

Saat ini, kebanyakan orang membuka email lewat perangkat mobile. Dan saat menerima email, ada tiga hal yang pertama kali dilihat oleh penerima. Yaitu, pengirim email, subjek email, dan teks preheader. Diantara ketiga unsur tersebut, pengirim berada di urutan teratas. Jadi, pastikan kamu untuk mengisi dengan benar label pengiriman tersebut. 

Subjek 

Subjek email bisa menjadi alasan apakah penerima akan membuka atau mengabaikan email yang masuk. Jadi, subjek email yang menarik adalah sebuah keharusan untuk meningkatkan open rate. 

Baca Juga: Mempelajari Email Marketing Untuk Bisnis Online

Ada 4 hal yang harus kamu ingat ketika membuat subjek email. Pertama, buatlah subjek yang sesingkat mungkin. Kedua deskripsikan apa yang ada di dalamnya, ketiga selalu kreatif, dan tambahkan emoji juga bukanlah ide yang buruk. 

Teks Preheader

Teks preheader digunakan untuk menjelaskan subjek emailmu. Terkadang, hanya dengan membaca subjek email saja, terkadang penerima masih belum yakin tentang isi email yang didapat. Dan teks preheader dapat membantu penerima memahami isi email secara lebih jelas. 

Isi Email

Isi email berupa konten yang disuguhkan pada pembaca. Bisa dikatakan, konten adalah inti dari email yang kamu kirim dan diterima oleh penerima. Bagaimana kamu membuat penerima meng-klik tombol call to action (CTA) sangat bergantung pada isi email yang dikirim. 

Jangan membuang-buang waktu untuk membuat teks yang panjang. Buatlah sesingkat mungkin. Kalau kamu menambahkan konten artikel, jangan memasukkan seluruh isi artikel dalam email tersebut. Cukup tautan judul, gambar,dan previewnya saja. 

Dengan menggunakan tools email marketing, kamu bisa men-generate link, hingga secara otomatis judul akan muncul. Perhatikan juga ukuran dan jenis font dalam konten email. Misalnya penggunaan font yang lebih besar untuk headline, dan bold, untuk menandai sesuatu yang penting dalam email tersebut. 

Tautan 

Jangan lupa untuk menambahkan tautan atau link ke dalam email yang kamu kirim. Ya, karena link dapat mengarahkan subscriber untuk mengeksplorasi lebih jauh tentang bisnis lewat link yang kamu sertakan. 

Mau seberapa banyak tautan yang kamu kirimkan, tergantung kebutuhan. Fase trial and error akan membuatmu paham, apa yang sebenarnya disukai oleh pembaca. 

Gambar 

Mengirimkan email tanpa menambahkan gambar akan membuat penerima email bosan, karena email akan terkesan datar. Namun, bukan berarti email yang kamu kirim harus penuh dengan gambar. Pastikan untuk menyeimbangkan proporsi antara gambar dan teks. 

Jika kamu merasa gambar saja tidak cukup, kamu bisa menambahkan GIF dalam email. 

Call to Action (CTA)

Tidak bisa tidak, setiap email membutuhkan call to action. Dengan CTA, kamu bisa mengarahkan penerima email untuk melakukan langkah selanjutnya. Mulai dari membeli produk, mengunjungi website, mendaftarkan promo, dan lain sebagainya. Pastikan kamu mengungkapkan dengan jelas di dalam email. CTA bisa beragam bentuknya. Mulai dari tombol atau link, tapi pastikan kamu membuatnya tampak mencolok, sehingga pembaca menyadari keberadaannya. 

Ikon Media Sosial 

Di zaman seperti ini, memiliki media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter dan lain sebagainya cukup penting. Menambahkan ikon media sosial di email dapat memudahkan subscriber untuk lebih dekat dengan kamu. 

Tombol Unsubscribe

Jangan sampai lupa, untuk menambahkan pilihan unsubscribe di badan emailmu. Opsi ini tentu tidak populer dalam hukum email marketing. Namun, banyak platform email yang menyediakan fitur ini untuk kenyamanan pelanggan. 

Baca Juga : Pengertian dan Manfaat Email Marketing

Strategi Meningkatkan Open Rates Email Bisnis

Dalam dunia email marketing, ada istilah yang namanya open rates. Open rates adalah persentase berapa jumlah email yang dibuka. Berikut ini adalah beberapa strategi untuk meningkatkan open rates email: 

Segmentasi Daftar Email 

Salah satu alasan utama orang membuka email adalah karena email tersebut relevan dengan yang mereka inginkan. Untuk melakukan segmentasi email, kamu bisa memulainya dengan menandai pelanggan newsletter berdasarkan kebiasaan mereka. 

Ada banyak kategori yang bisa kamu gunakan untuk melakukan segmentasi. Misalnya dengan mengirimkan email newsletter kepada pelanggan. 

Hindari Spam Filters

Spam filter, memang jauh lebih baik dalam menyaring email yang masuk ke inbox. Tetapi, harus diakui bahwa masih ada saja email yang masuk ke folder spam. Untuk memaksimalkan email marketing, pastikan bahwa emailmu bebas dari hal-hal yang menyebabkan email ditandai sebagai spam. 

Perhatikan Waktu Pengiriman Email

Waktu pengiriman email adalah salah satu hal yang sering dianggap remeh oleh banyak orang. Padahal, waktu pengiriman juga berpengaruh besar dalam memastikan penerima akan membuka email yang kamu butuhkan. 

Untuk mengetahui waktu pengiriman email terbaik, kamu bisa melakukan A/B testing. Tes ini dilakukan dengan membandingkan dua versi dari suatu web, untuk melihat manakah yang memiliki performa lebih baik. 

Kamu bisa membandingkan keduanya dengan membiarkan pengunjung untuk mencoba kedua versi. Dan yang mendapatkan conversion rate yang lebih tinggi, adalah pemenangnya. Dalam hal pengiriman email, kamu bisa mengirim email dalam dua waktu yang berbeda, dan lihat manakah yang mendapatkan open rates yang lebih tinggi. 

Tuliskan Email Dengan Kesan yang Personal

Salah satu keunggulan menggunakan email sebagai strategi email marketing adalah kemampuannya untuk memberikan kesan personal kepada pelanggan. Strategi ini akan lebih efektif jika kamu menulis email layaknya pesan yang personal. Dan untuk menulis email dengan tone yang personal, harus memahami siapa audiens.

Penutup

Email marketing adalah salah satu saluran marketing modern yang masih populer digunakan. Meskipun saat ini penggunaan media sosial sebagai sarana marketing cukup masif, tidak serta merta email marketing ditinggalkan. Agar email bisnismu memiliki open rates yang tinggi, penting untuk memahami struktur email yang efektif. 

Wujudkan ide bisnismu dengan website toko online dari Jejualan. Dapatkan berbagai fitur terbaik toko online harga terjangkau dari Jejualan, Buka Toko Online Cuma 20 Detik.