Mengapa Perusahaan E-Commerce Tidak Boleh Mengabaikan Pemasaran Offline
- Posted in Tips & Trik
- Komentar Dinonaktifkan pada Mengapa Perusahaan E-Commerce Tidak Boleh Mengabaikan Pemasaran Offline Komentar
Pada awalnya, perusahaan e-commerce yang menjalankan pemasaran offline tampak seperti ide yang konyol. Mengapa kita perlu menghabiskan waktu untuk berbicara dengan pelanggan secara offline jika mereka bisa membeli produk Anda secara online? Ternyata, sebuah studi oleh iProspect menemukan bahwa 40% dari pembeli online dipengaruhi oleh saluran pemasaran offline. Ini adalah presentase yang cukup besar dalam menjalankan perusahaan e-commerce apapun sehingga Anda tidak bisa mengabaikannya. Kini yang menjadi pertanyaan penting adalah bagaimana cara kita memulainya? Berikut adalah beberapa tips dalam melakukan pemasaran offline yang dapat mengembangkan perusahaan e-commerce Anda.
Katalog Produk
Katalog dalam perusahaan sudah bukan hal yang asing. Bahkan, selama ini katalog berperan penting dalam pemasaran suatu produk. Katalog dikenalkan pertama dan dicetak di Venesia pada abad ke 15, bahkan seseorang seperti Benjamin Franklin juga menggunakan katalog untuk memasarkan bukunya. Untuk sementara, menawarkan katalog adalah cara yang tepat dalam menjual produk kepada orang-orang yang tidak cukup dekat dengan perusahaan e-commerce Anda atau tidak sadar teknologi. Pada tahun 2010, Charles Nicholls menyelidiki 10 situs e-commerce yang berpengaruh di dunia dan menemukan bahwa 9 dari 10 situs tersebut juga mengirimkan katalog. Sebuah artikel dari Wall Street Journal juga memeriksa sejumlah reseller online yang menggunakan katalog untuk alasan yang tepat. Orang-orang hanya mencintai katalog fisik yang dirancang dengan indah dan menarik sekalipun mereka akhirnya membeli secara online. Hal ini tidak akan berubah dalam waktu dekat, untuk itu katalog sangat berguna dalam pemasaran offline.
Mengadakan Acara Langsung
Di sini kami tidak berbicara mengenai sebuah acara yang besar dan menghabiskan banyak dana perusahaan. Kita berbicara lebih sederhana dengan mengadakan acara yang terjangkau dan mampu menandai peluncuran bisnis atau pengenalan perusahaan e-commerce Anda. Ada segudang alasan mengapa acara offline yang dilakukan dapat memberikan keajaiban bagi promosi bisnis e-commerce Anda. Salah satunya adalah, ini merupakan cara yang bagus untuk mendapat liputan media secara gratis. Sebuah acara yang terorganisir dengan baik akan menarik perhatian media dengan cukup mudah. Dengan cara ini, Anda mendapatkan eksposur yang selama ini Anda impikan.
Jika ingin, Anda juga bisa menggabungkan acara tersebut dengan acara amal. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan e-commerce Anda juga peduli dengan masalah-masalah yang terjadi dan tidak hanya bergerak untuk mendapat keuntungan. Anda juga bisa memberikan merchandise dalam acara tersebut. Mengorganisir acara seperti ini dapat meningkatkan keterlibatan dan emosi dari para pelanggan.
Pop-Up Store
Pop-up store adalah sebuah tren yang menjamur ketika awal terjadi krisis ekonomi beberapa tahun lalu. Pada dasarnya, pop-up store adalah toko yang ada di tempat tertentu untuk waktu yang terbatas. Toko ini dapat ada dalam hitungan hari, minggu, bulan, atau bahkan setahun. Keberadaan pop-up store pada dasarnya untuk melihat sejauh mana selera, kesadaran, dan kesukaan calon pelanggan terhadap produk Anda dalam satu lokasi tertentu. Jika Anda ragu untuk mengembangkan toko secara fisik, maka membuat sebuah pop-up store bisa menjadi pilihan terbaik. Di sana pelanggan dapat mengetahui dan mencoba produk Anda dan kemudian melakukan pembelian secara online.
Bila dibandingkan dengan teknik pemasaran online, teknik secara offline mungkin tampak lebih beresiko. Di satu sisi, teknik pemasaran offline dapat menjadi sangat efektif dan dapat memberikan dorongan yang dibutuhkan perusahaan e-commerce. Hal yang terpenting adalah Anda mampu melakukan pemasaran offline dengan baik untuk menunjang bisnis online melalui perusahaan e-commerce Anda.
