Hari ini, siapa yang tak kenal dengan bisnis franchise atau waralaba. Di Indonesia sendiri, konsep bisnis franchise sendiri sudah dikenal sejak lama. Yang diingat orang, salah satunya saat pengusaha Ricardo Gelael memboyong waralaba makanan cepat saji, KFC masuk ke Indonesia. Kalau kamu memiliki uang lebih dan ingin berbisnis sekaligus berinvestasi, franchise bisa jadi pilihan terbaik. 

Dengan bisnis franchise, kamu bisa merasakan mengelola bisnis tanpa harus merintis dari awal. Sehingga, akan meminimalkan risiko. Mengingat, bisnis franchise umumnya adalah bisnis yang sudah berjalan mapan. Sehingga sudah memiliki SOP, mulai dari produksi, pemasaran, hingga keuangan. 

Tetapi sebelum memutuskan untuk terjun ke bisnis franchise, alangkah baiknya untuk menyimak artikel ini sampai selesai. Kanca Jejualan, pada artikel kali ini, kami akan mengupas secara lengkap tentang bisnis franchise. Sehingga sebelum memutuskan terjun ke dalamnya, Kanca Jejualan bisa dengan baik mengenal bisnis franchise. 

Mengenal Bisnis Franchise

Apa itu franchise? Istilah franchise berasal dari bahasa latin, yaitu francorum rex, yang berarti free from servitude. Alias, bebas dari ikatan. Selain itu, ada sumber lain yang menyebut bahwa franchise berasal dari Bahasa Prancis, yang bermakna keistimewaan atau kebebasan. Karena itulah banyak yang berpendapat bahwa franchise mengandung makna kebebasan dalam kepemilikan usaha. 

Sedangkan jika dibahasakan dalam bahasa Indonesia, franchise dapat diartikan sebagai waralaba. Wara berarti “lebih”, sedangkan laba artinya “untung”. Sehingga, jika diterjemahkan secara bebas, artinya “lebih menguntungkan”. Dalam pengertian yang lebih luas lagi, waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa. 

Bisnis franchise di Indonesia diatur oleh Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Permendag RI) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Waralaba. Dalam Permendag tersebut, waralaba artinya ‘hak khusus yang dimiliki oleh perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis. 

Sistem bisnis waralaba memiliki ciri khas usaha berupa pemasaran barang dan jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba. Karena pada dasarnya, bisnis franchise adalah perjanjian pembelian hak untuk menjual produk dan jasa dari pemilik usaha. Pemilik usaha disebut dengan pewaralaba atau franchisor, sedangkan pembeli lisensi bisnis disebut dengan terwaralaba atau franchisee. 

Untuk Siapakah Bisnis Franchise? 

Sebenarnya, kepada siapa model bisnis franchise ini ditujukan? Kepada pengusaha pemula, atau yang sudah berpengalaman? Sebenarnya, bebas-bebas saja, siapapun bisa berbisnis dan menggunakan sistem franchise. Tak peduli apakah kamu pengusaha pemula atau sudah berpengalaman. 

Dengan bergabung pada bisnis franchise, kamu akan terhindar dari kesalahan-kesalahan bisnis yang tidak perlu. Karena, umumnya pemilik waralaba telah menyempurnakan standard operational procedure (SOP) harian lewat trial and error. 

Berikut adalah beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan sebelum membeli bisnis franchise: 

Memulai dan Menjalankan Bisnis Lebih Cepat

Alasan pertama yang bisa menjadi pertimbangan untuk membeli bisnis franchise adalah kamu bisa memulai dan menjalankan bisnis lebih cepat. Tak perlu lagi merintis dari tahap paling awal, melakukan trial and error, dan tak perlu pusing memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi. 

Bahkan ada franchise yang sangat cepat proses pembukaan bisnisnya. Tak lama setelah membayar lisensi, dan bisnis sudah bisa dijalankan. 

Adanya Support Sistem dan Training

Ketikan membuka bisnis sendiri, semua harus dipikirkan sendiri. Beda halnya dengan kalau membeli franchise. Pemilik lisensi biasanya memberikan pelatihan tentang operasional bisnis kepada pembeli lisensi. Tak hanya itu, pemilik lisensi juga memberikan support untuk hal-hal yang berkaitan operasional bisnis. 

Brand Sudah Familiar

Walaupun tak semua waralaba dikenal banyak orang, namun setidaknya, masyarakat sudah familiar dengan sebuah brand. Hal ini tentu saja bisa menjadi modal awal yang bagus untuk berpromosi. Dengan brand yang sudah dikenal, kamu akan lebih mudah untuk mengenalkan produk. 

Risiko Gagal Minimal

Dapat dikatakan, bisnis franchise sudah terbukti dan teruji. Bisnis waralaba, tentu saja sudah pernah mengalami pasang surutnya bisnis. Maka risiko gagal bisa diminimalkan. 

Margin Profit Tinggi

Bisnis franchise bukanlah bisnis yang menjual barang komoditas. Umumnya franchise mengolah bahan mentah menjadi barang jadi dan siap pakai atau konsumsi. Sehingga dari proses ini, dapat meningkatkan nilai dan harga jual. 

Kita bisa mengambil contoh pada biji kopi yang harga jual per kilonya terhitung rendah. Namun ketika sampai di kedai kopi berjaring, harganya bisa berkali lipat hanya dalam satu cangkir. Sungguh, tinggi sekali margin profit yang dihasilkan. 

Kelebihan Dan Kekurangan Franchise

Kelebihan dari franchise salah satunya adalah bisnisnya cepat berkembang karena brand-nya sudah dikenal oleh masyarakat. Yang perlu kamu lakukan sebagai franchisee adalah menentukan lokasi yang strategis. Jika dalam sebuah kota ada 2 atau lebih franchisee, franchisor akan mengatur jaraknya, agar tidak terlalu berdekatan, untuk meminimalkan persaingan yang justru akan merugikan semua pihak. 

Kelebihan lain dari franchise adalah kualitas produk yang terjaga karena telah melewati proses pengecekan yang ketat. 

Sedangkan kelemahan dari waralaba, salah satu yang utama adalah terkait dengan kreativitas. Ketika kamu membeli lisensi franchise, kamu tidak bisa berinovasi lebih karena terbentur dengan SOP yang telah dibuat oleh franchisor.  Misalnya kamu berjualan ayam goreng waralaba, dan ingin menambah topping lalapan sendiri. Jelas saja hal ini tidak dapat dibenarkan karena menyalahi hak paten. Jika nekat, bisa saja malah berujung dengan hukum. 

Cara Membeli Franchise

Ketika akan membeli franchise, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, antara lain: 

  • Tentukan berapa anggaran untuk berinvestasi di bisnis franchise. 
  • Tentukan bidang apa yang ingin kamu beli bisnisnya franchise-nya. FnB, jasa, atau yang lainnya. 

Mendaftarkan Waralaba

Peraturan yang menjelaskan tentang pendaftaran waralaba adalah Peraturan Pemerintah (PP) No. 42 tahun 2007 bab 4. Isinya sebagai berikut: 

Pengajuan proposal penawaran dari pihak pemberi waralaba (franchisor) kepada menteri dengan melampirkan: 

  • Salinan proposal penawaran bisnis
  • Salinan legalitas usaha

Pendaftaran perjanjian waralaba oleh penerima waralaba (franchisee) kepada menteri dengan melampirkan: 

  • Salinan legalitas usaha
  • Salinan perjanjian waralaba
  • Salinan penawaran waralaba
  • Salinan KTP pemilik/pengurus perusahaan

Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba oleh Menteri berlaku untuk jangka waktu 5 tahun. 

Sedangkan menurut pasal 7 PP No. 42 Tahun 2007, proposal penawaran yang diajukan oleh pemberi waralaba setidaknya memuat: 

  • Data identitas pemberi waralaba
  • Legalitas usaha pemberi waralaba
  • Sejarah kegiatan usaha
  • Struktur organisasi pemberi waralaba
  • Laporan keuangan 2 tahun terakhir
  • Jumlah tempat usaha
  • Daftar penerima waralaba
  • Hak dan kewajiban pemberi waralaba dan penerima waralaba

Selain proposal penawaran, pihak franchisor juga harus memberikan pelatihan kepada penerima waralaba atau franchisee. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kualitas produk dan pelayanan sesuai SOP dari franchisor. 

Penutup

Itulah tadi sedikit tentang mengenal bisnis franchise. Semoga Kanca Jejualan dapat mengenal bisnis franchise dan tertarik untuk mempelajari konsep bisnis yang satu ini. 

Wujudkan ide bisnismu dengan website toko online dari Jejualan. Dapatkan berbagai fitur terbaik toko online harga terjangkau dari Jejualan, Buka Toko Online Cuma 20 Detik. 

 

Send Comment