Mengenal Perbedaan Influencer dengan Key Opinion Leader

  • Posted by
  • Posted in Tips & Trik
  • Komentar Dinonaktifkan pada Mengenal Perbedaan Influencer dengan Key Opinion Leader Komentar

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, semakin banyak cara yang dilakukan oleh brand untuk memasarkan produknya. Terutama di era digital marketing saat ini. Di era pemasaran yang serba digital ini, dua tipe yang paling banyak digunakan adalah influencer dan key opinion leader. Meskipun tampaknya serupa, ternyata influencer sangat berbeda dengan key opinion leader (KOL). untuk itu, pada artikel kali ini kami akan berbagi dengan kamu semua, Kanca Jejualan mengenai perbedaan influencer dan key opinion leader. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Apa Itu Influencer? 

Apakah yang dimaksud dengan influencer? Influencer adalah individu yang memanfaatkan kemampuan bermedia sosial, yang secara alami menghubungkan audiens dan brand. Ini artinya, influencer media sosial bermitra dengan sebuah brand untuk membuat konten bersponsor. Dalam tren konsumen saat ini, semakin umum bagi pengiklan untuk memanfaatkan pengaruh seorang influencer untuk mencapai tujuan pemasaran.

Baca Juga: Panduan Lengkap Social Media Marketing 2021

Di era media sosial, konsumen tidak lagi bergantung pada iklan yang mencolok dan tidak alami. Sebagai gantinya, konsumen telah dibawa untuk membangun jaringan luas dari orang lain yang mereka percayai, dan mendefinisikan sebuah brand sesuai dengan apa yang mereka nilai. Pergeseran tren dari brand ke konsumen telah mendorong brand untuk mengadopsi strategi baru yang memanfaatkan model dari mulut ke mulut yang modern, dalam hal ini influencer marketing. 

Key Opinion Leader, Apa Itu? 

Siapakah yang dimaksud dengan key opinion leader (selanjutnya disebut KOL)? Banyak yang beranggapan bahwa KOL memiliki kesamaan dengan influencer. Tentu bukan tanpa alasan mengapa banyak yang menganggap KOL sama dengan influencer. Ya, karena sebagian besar KOL berperan sebagai influencer, dan begitu sebaliknya. 

KOL adalah seseorang yang memiliki keahlian tertentu. Baik secara pengetahuan ataupun kemampuan. Selain itu, KOL juga cenderung didengar pendapatnya oleh masyarakat luas. Dapat dikatakan pula bahwa KOL adalah orang yang dipercaya dan dihormati banyak orang karena pengetahuannya yang cukup mendalam pada bidang tertentu. 

KOL merupakan orang yang memiliki profesi, pengetahuan, dan pengalaman yang khusus terkait suatu bidang. Biasanya, KOL hanya akan bekerja sama dengan merek ataupun produk yang relevan dengan profesi dan pengalaman khusus mereka saja. 

Mengenal Perbedaan Influencer dengan Key Opinion Leader

Pada dasarnya, KOL maupun influencer sama-sama pihak yang pendapatnya memberikan pengaruh besar atas suatu produk, jasa, layanan, maupun brand. Dan rekomendasi mereka berdampak pada keinginan publik untuk memiliki produk yang sama. 

Hanya saja, tetap saja terdapat perbedaan yang jauh di antara keduanya. Sehingga brand yang ingin berkolaborasi harus memahami dengan baik perbedaan tersebut. Tujuannya jelas, agar kampanye digital marketing yang dilakukan bisa mencapai target. 

Berikut adalah perbedaan influencer dengan Key Opinion Leader: 

1. Media yang Digunakan 

Key Opinion Leader (KOL) adalah seseorang yang ahli terhadap industri atau bidang tertentu saja, sehingga pendapatnya lebih didengar. Pada dunia nyata, mereka sosok-sosok yang dipercaya dan dihormati, sehingga komunikasi yang terjadi lebih banyak secara langsung dengan para pengikutnya. Ya, walaupun tak jarang, cukup banyak KOL yang juga memiliki hubungan yang baik lewat media sosial. 

Berbeda lagi dengan influencer. Memang, influencer menghabiskan lebih banyak waktunya di dunia maya. Terutama di media sosial. Influencer menggunakan platform sosial media untuk berkomunikasi dengan para pengikutnya. Bahkan, bisa saja mempengaruhi mereka dengan berbagai konten digital yang mereka ciptakan. 

2. Kredibilitas 

Perbedaan influencer dengan Key Opinion Leader yang kedua adalah kredibilitas. Karena keahlian, kemampuan, pengetahuan KOL lebih banyak berada di dunia nyata. Kredibilitas dan kepercayaan yang didapatkan influencer dari para pengikutnya, tentu tidak datang dari ruang hampa. Ini berasal dari identifikasi personal yang ditampilkan oleh influencer tersebut di akun-akun media sosial mereka. Tak ketinggalan juga, dari preferensi pribadi. 

3. Luas Pengaruh

Satu hal yang harus diketahui tentang KOL adalah, mereka tidak setiap waktu aktif di media sosial sebagai influencer. Biasanya, seorang KOL lebih dikenal dan memiliki pengaruh hanya di suatu tempat saja. Misalnya dalam satu kota, provinsi, atau mungkin juga negara. 

Namun, ketika seorang KOL yang awalnya populer di satu tempat terbatas, kemudian mulai mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan media, kemungkinan KOL juga akan mendapatkan sebutan baru sebagai influencer. Tentu kita bisa dengan mudah melihat KOL berkolaborasi dengan banyak pihak. Mulai dari televisi, media online, sampai media sosial. 

Beda lagi dengan influencer yang sangat aktif mengelola konten-konten media sosialnya. Sangat besar kemungkinan seorang influencer memiliki penggemar dari berbagai tempat. Entah itu beda kota, provinsi, atau bahkan negara. 

4. Perbedaan Dalam Kehidupan Sehari-hari 

Banyak KOL yang memiliki pekerjaan profesional di dunia nyata. Ya, bisa jadi mereka adalah seorang penulis, pemain sepakbola, atau bahkan pakar di bidang keuangan. Dan karena pekerjaannya inilah, maka sudah pasti wawasan dan pendapat mereka akan lebih didengar oleh audiens yang mengenal mereka. 

Berkebalikan dengan influencer yang banyak menghabiskan waktu di dunia maya. Aktivitas mereka lebih banyak berkutat dengan sosial media, digital marketing, dan semacamnya. Mereka membutuhkan usaha yang tidak mudah untuk membuat konten di media sosial, blog, atau YouTube demi meningkatkan jumlah pengikut. 

Maka dapat dikatakan inilah profesi utama mereka. Influencer memiliki keahlian untuk menyebarkan suatu pesan sesuai dengan topik yang mereka kuasai. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi. 

5. Kemampuan Berkomunikasi 

Dalam bidang komunikasi, siapa yang meragukan kemampuan influencer. Bisa dibilang, komunikasi adalah skill utama yang harus dimiliki seorang influencer. Mereka harus memiliki pengetahuan dan wawasan terhadap suatu topik. Influencer sangat terampil mengkomunikasikan pesan-pesan khusus dengan cara yang menarik, sehingga berpotensi besar untuk diikuti oleh pengikutnya. 

Pun demikian, banyak juga KOL yang juga memiliki kemampuan berkomunikasi yang bagus. Terutama yang berasal dari kalangan media dan penyiaran, seperti presenter tv, penyiar radio, dan motivator di seminar-seminar. 

Masalahnya adalah, tidak semua KOL memiliki kemampuan komunikasi yang bagus selayaknya influencer. Namun demikian, hal ini seharusnya bukan menjadi masalah. Karena apapun pernyataan yang keluar dari mulut KOL, tetap akan didengar banyak orang. 

Penutup 

Serupa namun tak sama. Inilah mengapa banyak yang menganggap influencer memiliki kesamaan dengan KOL. Karena nyatanya, influencer memiliki perbedaan dengan KOL. Semoga setelah membaca artikel ini, Kanca Jejualan bisa mengenal perbedaan influencer dengan Key Opinion Leader. 

Wujudkan ide bisnismu dengan website toko online dari Jejualan. Dapatkan berbagai fitur terbaik toko online harga terjangkau dari Jejualan, Buka Toko Online Cuma 20 Detik.