Kanca Jejualan, distribusi barang adalah bagian dari kegiatan usaha, yang mana pada tahap ini merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk menjual produknya secara maksimal. Strategi ini sendiri merupakan bagian dari strategi pemasaran yang dimiliki perusahaan dalam memasarkan produknya. Ini menjadi penting karena tanpa penjualan yang bagus, maka suatu perusahaan akan susah untuk dapat bertahan. Lantas, bagaimana strategi distribusi produk yang bagus?

Sebagai orang yang sedang menggeluti dunia marketing, terutama digital marketing, segala proses yang ada di dalamnya sama pentingnya. Mulai proses penjualan hingga terjadinya closing. Apalagi jika yang Anda distribusikan adalah produk baru. Tak sedikit  pebisnis yang mengabaikan distribusi produk selalu berujung pada kerugian.

Pengertian Strategi Distribusi Produk

Strategi distribusi Produk

Sebelum lebih jauh membahas strategi distribusi produk, tentu lebih baik jika Anda mengetahui pengertian dari strategi distribusi. Strategi distribusi adalah metode penyeberan barang dan jasa pada konsumen tingkat akhir. Menetapkan metode distribusi yang tepat untuk bisnis adalah kunci untuk meningkatkan pendapatan dan sekaligus menambah loyalitas pelanggan pada Anda.

Baca Juga: Strategi pengiriman barang toko online

Setiap brand atau perusahaan menerapkan metode distribusi untuk segmen konsumen yang berbeda. Misalnya pada brand yang menjual barang untuk orang ketegori berusia lanjut, akan memilih menggunakan katalog saat memasarkan produknya. Sedangkan untuk brand yang menyasar kalangan muda, lebih banyak melakukan penjualan tidak langsung dan bekerja sama dengan pihak lain dalam memasarkan produknya. Misalnya seperti toko kelontong, minimarket, supermarket, dan lain sebagainya.

Pada intinya, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan berdasarkan beberapa hal. Antara lain bagaimana klien membeli produk, seperti apa cara paling mudah untuk proses pembelian, apa barang yang paling disukan konsumen. Juga tak ketinggalan cara apa yang paling efisien dalam mendistribusikan produk ke pelanggan. Jenis keputusan dalam pembelian produk oleh klien juga termasuk kunci bahan pertimbangan strategi bisnis yang akan Anda gunakan.

Distribusi sangat erat kaitannya dengan distributor. Secara teknis,distribusi memerlukan produk yang tersedia untuk dibeli dan disebarkan ke pasar. Proses ini akan melibatkan pengemasan, transportasi, dan pengiriman. Dan inilah alasan mengapa disribusi menjadi sangat penting. Distributor sendiri diartikan sebagai orang yang membeli produk, menyimpannya (stock), lalu kemudian menjualnya kembali dalam saluran distribusi. Sebagai penggambaran, posisi distributor sendiri berada di antara produsen dan konsumen terakhir.

Selain itu, distributor juga tidak berdiri sendiri. Mereka juga bekerja menggunakan nama perusahaan distribusi tertentu. Pemilihan distributor yang tepat sangat berpengaruh terhadap ekspos yang nantinya Anda dapatkan.

Jenis Strategi Distribusi Pemasaran Produk

Strategi distribusi Produk

Ada dua jenis strategi distribusi yang paling umum diketahui. Yaitu strategi distibusi langsung dan tidak langsung. Sedangkan distribusi tak langsung terbagi lagi menjadi distrbusi intensif, selektif,dan eksklusif. Berikut penjelasannya:

1. Strategi Distribusi Langsung

Strategi distribusi langsung adalah cara yang dilakukan penjual untuk menjual produknya ke konsumen secara langsung. Salah satu metode yang digunakan pebisnis di era modern adalah dengan memanfaatkan website toko online. Dimana konsumen bisa membeli secara online.

2. Strategi Distribusi Tak Langsung

Dalam hal distribusi dikenal istilah perantara. Distribusi tak langsung melibatkan perantara dalam hal logistic dan penempatan produk. Sehingga mereka dapat mencapai konsumen dengan cepat dan efektif, pada lokasi yang optimal berdasarkan preferensi konsumen. Dalam strategi distribusi tidak langsung, terdapat banyak perantara. Setidaknya terdapat tiga metode distribusi tak langsung. Berikut penjelasannya:

– Strategi distribusi intensif

Tujuan dari strategi yang satu ini adalah untuk menembus sebanyak mungkin ceruk pasar. Metode ini sangat bergantung pada jumlah barang yang tersedia di berbagai lokasi. Pelanggan bahkan tak perlu melakukan riset untuk melakukan pembelian.

– Strategi distribusi selektif

Distribusi selektif adalah strategi distribusi dengan membatasi jumlah gerai di suatu area. Distribusi ini menjadi jalan tengah antara distribusi eksklusif dan intensif. Contoh nyatanya pada produk pakaian branded yang ditawarkan secara selektif. Merek-merek tersebut bisa memilih untuk mendistribusikan barang ke toko mereka sendiri, atau department store tertentu yang ada di kawasan elit.

– Strategi distribusi ekslusif

Dari namanya saja, distribusi ini berarti memanfaatkan gerai yang terbatas. Strategi ini umumnya dilakukan oleh merek-merek mewah, terlebih untuk koleksi khusus yang hanya tersedia di lokasi tertentu. Metode ini digunakan untuk menjaga citra dan eksklusivitas suatu produk. Perusahaan yang menerapkan strategi ini umumnya adalah pemilik brand-brand kelas atas. Lamborghini misalnya. Untuk membeli mobil mewah tersebut, mau tak mau Anda harus mendatangi dealer Lamborghini, bukan? Dengan pendekatan ini, citra sebuah brand akan terangkat sebagai sesuatu yang eksklusif. Yang tentunya memiliki nilai lebih di mata konsumen.

Tingkatan Distribusi Yang Harus Anda Ketahui

Strategi distribusi Produk

Setelah mengetahui dua jenis strategi distribusi, apakah Anda sudah menetapkan strategi mana yang ingin diterapkan? Kemudian untuk melancarkan strategi distribusi, Anda juga wajib mengetahui beberapa tingkatan distribusi berikut ini:

  • Level zero: Saluran distribusi ini adalah level yang paling sederhana. Yaitu dengan keterlibatan penjualan langsung tanpa perantara dari produsen ke konsumen.
  • Level one: Level one berarti melibatkan 1 perantara. Yaitu melibatkan perantara seperti pengecer antara produsen dan konsumen.
  • Level two: Level ini berarti melibatkan dua perantara antara produsen dan konsumen. Misalnya pedagang grosir yang menjual ke pengecer, kemudian oleh pengecer dijual lagi ke sampai ke tangan konsumen.
  • Level three: pada level ini, broker dan agen difungsikan. Agen biasanya bekerja atas nama perusahaan dan berkelindan erat dengan grosir. Pedagang grosir menjual ke pengecer, dan kemudian barang sampai ke tangan konsumen terakhir.

Bisa dibilang, rantai distribusi memang tampak sedikit membingungkan. Karena ada yang dapat berperan sebagai perantara dalam penjualan. Misalnya agen, grosir, pengecer, dan distributor lainnya.

Cara Memilih Strategi Distribusi Produk Yang Tepat

Ada beberapa faktor yang bisa membantu Anda dalam menentukan strategi distribusi yang tepat. Berikut ini adalah faktor-faktor yang menentukan tersebut:

1. Tipe barang

Yang pertama adalah tergantung tipe barang. Keputusan pembelian bergantung pada jenis barang yang akan dibeli oleh konsumen. ada tiga jenis pembelian oleh konsumen, yaitu pembelian rutin, pembelian luas, dan pembelian terbatas.

2. Basis pelanggan

Faktor kedua adalah basis pelanggan. Salah satu yang berbasis pelanggan adalah ecommerce. Masih banyak perusahaan dengan customer base yang terbiasa membeli barang secara langsung.

3. Kemampuan dan logistik

Strategi yang akan Anda gunakan juga bergantung pada investasi pada beberapa bidang. Seperti transportasi, personel distribusi, dan gudang untuk penyimpanan barang.

Kesimpulan

Demikian artikel cara memilih strategi distribusi produk yang efektif dan efisien. Semoga dapat menginspirasi Anda. Ingin membuka website toko online Anda sendiri? Buat toko online Anda sendiri dalam 20 detik hanya di Jejualan. Buktikan di sini, sekarang.

 

Send Comment