Plugin WooCommerce Wajib Punya, Cara Pilih & Pakainya Mudah

  • Posted by
  • Posted in Tips & Trik
  • Komentar Dinonaktifkan pada Plugin WooCommerce Wajib Punya, Cara Pilih & Pakainya Mudah Komentar

Kalau kamu sedang membangun website toko online dengan WooCommerce, plugin bisa membantu menambah fitur tanpa harus pusing coding dari nol. Mulai dari checkout, pembayaran, pencarian produk, hingga email pelanggan, ada banyak plugin WooCommerce untuk toko online yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Artikel ini membahas plugin yang penting sekaligus cara memilihnya.

7 Plugin WooCommerce Penting untuk Toko Online

WooCommerce memang sudah menyediakan fitur dasar untuk menjalankan toko online. Namun, kebutuhan setiap bisnis berbeda. Toko pakaian, misalnya, bisa membutuhkan opsi ukuran dan warna yang lebih fleksibel, sementara toko hampers mungkin membutuhkan pilihan gift wrapping.

Karena itu, ekstensi WooCommerce bisa menjadi solusi untuk menambahkan fungsi yang memang dibutuhkan pelanggan maupun pemilik toko.

Berikut tujuh plugin yang bisa kamu pertimbangkan.

#1. Checkout Field Editor for WooCommerce

Pernah merasa form checkout toko online terlalu panjang, tetapi ada informasi tertentu yang memang perlu dikumpulkan dari pelanggan? Di sinilah Checkout Field Editor for WooCommerce bisa membantu.

Plugin dari ThemeHigh ini memungkinkan kamu menambah, mengubah, atau menghapus field pada halaman checkout dengan lebih mudah. Tersedia lebih dari 20 tipe field, conditional logic, serta pengaturan berdasarkan user role.

Contohnya, kamu menjual hampers dan membutuhkan catatan ucapan dari pembeli. Dengan custom checkout field, informasi tersebut bisa dikumpulkan langsung ketika pelanggan melakukan pemesanan.

Baca Juga: Beda Cashback & Diskon, Mana Paling Ampuh Tarik Pembeli?

#2. Extra Product Options for WooCommerce

Bisnis yang menjual produk dengan banyak pilihan tambahan juga membutuhkan fleksibilitas di halaman produk.

Extra Product Options for WooCommerce memungkinkan pelanggan memilih berbagai opsi seperti gift wrapping, engraving, ukuran, warna, hingga konfigurasi produk tertentu.

Fitur seperti live preview, pilihan harga yang fleksibel, dan beberapa layout membuat plugin ini cocok untuk toko fashion, hadiah, produk custom, atau printable.

Jadi, daripada pelanggan harus bertanya melalui WhatsApp setiap kali ingin menambahkan opsi tertentu, kamu bisa menampilkannya langsung di halaman produk.

#3. Multi-Step Checkout for WooCommerce

Checkout yang terlalu panjang sering membuat pelanggan merasa proses belanja lebih rumit dari yang seharusnya. Padahal, ketika sudah sampai checkout, pelanggan sebenarnya sudah cukup dekat dengan transaksi.

Multi-Step Checkout for WooCommerce membantu membagi proses tersebut menjadi beberapa tahap yang lebih mudah dipahami. Misalnya, informasi pelanggan, pengiriman, lalu pembayaran.

Kamu juga bisa menyesuaikan judul setiap langkah, ikon, hingga tampilan progress bar.

Bagi toko dengan banyak field checkout, format checkout multi-langkah (multi-step checkout) dapat membuat pengalaman di perangkat mobile terasa lebih rapi dan membantu mengurangi cart abandonment.

Baca Juga: Live Shopping & D2C: Coba Tren Jualan Toko Online Kekinian

#4. Stripe Payment Plugin for WooCommerce

Pilihan pembayaran punya pengaruh langsung terhadap pengalaman pelanggan. Kalau metode pembayaran yang mereka inginkan tidak tersedia, bukan tidak mungkin mereka batal menyelesaikan transaksi.

Stripe Payment Plugin for WooCommerce mendukung berbagai metode pembayaran, termasuk kartu, Apple Pay, Google Pay, dan Alipay. Plugin ini juga menyediakan fitur keamanan seperti 3D Secure dan dukungan SCA.

Pengelolaan transaksi, refund, dan log juga bisa dilakukan dari dashboard WordPress. Buat pemilik toko, integrasi payment gateway seperti ini membantu proses pembayaran lebih praktis tanpa harus terlalu sering berpindah dashboard.

Plugin WooCommerce untuk toko online

#5. Email Customizer for WooCommerce

Email transaksi bukan sekadar notifikasi bahwa pesanan sudah diterima. Kalau didesain dengan baik, email juga bisa menjadi bagian dari pengalaman brand.

Email Customizer for WooCommerce memungkinkan kamu membuat email transaksi menggunakan visual editor tanpa harus memahami HTML. Ada live preview, drag-and-drop module, serta template yang bisa disesuaikan.

Misalnya, setelah pelanggan membeli produk, mereka menerima email konfirmasi dengan logo, warna, informasi pesanan, dan gaya komunikasi yang konsisten dengan website.

Detail kecil seperti ini sering kali membuat toko terlihat lebih profesional.

#6. SeedProd Page Builder

SeedProd memang bukan plugin yang khusus dibuat untuk WooCommerce. Namun, integrasinya bisa membantu kamu membuat halaman yang lebih menarik untuk kebutuhan pemasaran.

Kamu bisa menggunakannya untuk membuat product page, landing page, sales funnel, atau halaman “coming soon” ketika sedang mempersiapkan peluncuran produk.

Fitur WooCommerce blocks, desain mobile-friendly, dan template siap pakai juga berguna ketika kamu ingin membuat halaman promosi dengan lebih cepat.

Contohnya, saat menjelang promo akhir tahun, kamu bisa membuat landing page khusus yang mengarahkan pengunjung ke produk-produk promo.

#7. FunnelKit: Funnel Builder for WooCommerce Checkout

Kalau toko kamu sudah mulai mendapatkan transaksi dan ingin mengembangkan strategi penjualan, FunnelKit bisa dipertimbangkan.

Plugin ini menyediakan fitur untuk membuat sales funnel, one-click upsell, order bump, hingga A/B testing. Artinya, kamu tidak hanya fokus mendapatkan transaksi, tetapi juga punya peluang meningkatkan nilai setiap pesanan.

Misalnya, ketika pelanggan membeli produk utama, kamu bisa menawarkan produk pelengkap melalui order bump sebelum pembayaran selesai.

Cara Memilih Plugin WooCommerce yang Tepat

Banyaknya plugin bukan berarti kamu harus memasang semuanya. Justru, terlalu banyak plugin bisa membuat website lebih berat dan meningkatkan potensi konflik.

Sebelum memasang plugin, gunakan beberapa pertimbangan berikut:

  • Mulai dari masalah bisnis. Cari tahu bagian mana yang benar-benar menghabiskan waktu atau membuat kamu kehilangan penjualan. Bisa berupa checkout yang rumit, pembayaran terbatas, pencatatan manual, atau pelanggan yang tidak kembali membeli.
  • Perhatikan pengalaman pengguna. Plugin seharusnya membantu pelanggan, bukan membuat mereka melewati lebih banyak form dan langkah yang tidak perlu.
  • Cek kecepatan website. Pilih plugin yang ringan dan tidak memberikan beban berlebihan pada website toko online.
  • Pastikan kompatibel. Periksa kompatibilitas plugin dengan versi WordPress, PHP, WooCommerce, dan theme yang kamu gunakan.
  • Bandingkan alternatif. Sebelum membeli versi premium, bandingkan fitur, harga, dukungan, serta kebutuhan bisnis dengan plugin lain yang menawarkan fungsi serupa.
  • Sesuaikan dengan budget. Jangan membeli plugin hanya karena fiturnya terlihat lengkap. Pilih yang memang memberikan manfaat untuk kebutuhan toko kamu.

Satu hal yang juga sering dilupakan: jangan memasang dua plugin untuk pekerjaan yang sama. Misalnya, dua plugin SEO, dua checkout field editor, atau dua plugin loyalty. Selain boros, kombinasi seperti ini justru bisa memicu konflik.

Fitur yang Sebaiknya Ada di Website WooCommerce

Plugin WooCommerce untuk toko online

Selain fungsi dasar seperti pembayaran, pengelolaan pesanan, dan pengaturan toko, website WooCommerce yang siap digunakan pelanggan sebaiknya memperhatikan fitur pendukung pengalaman belanja.

Beberapa di antaranya:

  • Desain responsive
  • Site search
  • Filter dan pencarian produk
  • Sortir produk
  • Review dan rating
  • Wishlist
  • Multiple payment integration
  • Order tracking
  • Live chat
  • Customer support
  • Currency switcher
  • PDF invoice
  • Image zoom

Fitur seperti filter dan pencarian produk, misalnya, sangat membantu ketika katalog kamu sudah mulai banyak. Pelanggan tidak perlu membuka puluhan halaman hanya untuk menemukan produk yang mereka cari.

Begitu juga dengan wishlist, review, order tracking, dan live chat. Tidak semuanya wajib dipasang sejak hari pertama. Prioritaskan berdasarkan kebutuhan pelanggan dan kondisi bisnis kamu.

Kesimpulan

Memilih plugin WooCommerce bukan soal mencari plugin sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting adalah menemukan masalah nyata di toko kamu, lalu menggunakan plugin yang memang bisa menyelesaikan masalah tersebut.

Mulai dari checkout, pembayaran, tampilan produk, email, sampai sales funnel, setiap plugin sebaiknya punya alasan yang jelas untuk dipasang. Dengan begitu, website tetap ringan, mudah dikelola, dan nyaman digunakan pelanggan.

Kalau kamu baru mau membangun website toko online, fondasinya juga jangan dilupakan. Hosting WooCommerce dari IDwebhost yang mendukung performa dan kebutuhan toko bisa membantu website berjalan lebih stabil sejak awal. 

Setelah fondasi siap, kamu bisa menambahkan plugin secara bertahap sesuai kebutuhan bisnis, bukan sekadar karena plugin tersebut sedang populer.