Bisnis fashion adalah salah satu jenis usaha yang cukup menggiurkan. Pun, juga mudah untuk dijalankan. Terdapat beberapa kategori pada bisnis fashion. Bergantung dari jenis yang dijual, dan cara memasarkannya. 

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika Kanca Jejualan ingin terjun ke bisnis fashion adalah pemilihan jenis kain. Mengapa sangat penting? 

Karena, pemilihan jenis kain sangat berpengaruh pada kenyamanan pemakainya. Sebagai contoh, pelanggan membayangkan sweater yang lembut. Namun, sweater yang datang justru kainnya sangat kasar. Setiap kain memiliki fungsi dan karakter yang berbeda-beda. 

Setiap bahan, akan memberikan kesan yang berbeda. Misalnya, ada bahan yang membuat penggunanya terlihat lebih tinggi, lebih pendek, bahkan lebih kurus. 

Nah, jika Kanca Jejualan ingin memulai bisnis jualan baju, kamu harus membaca artikel ini sampai selesai. 

Pentingnya Pemilihan Jenis Kain 

Setiap pakaian tidak terbuat dari jenis kain yang sama. Tentu saja. Sekarang coba bayangkan, jika bahan jersey yang biasa digunakan untuk pakaian olahraga, malah digunakan untuk pakaian naik gunung. 

Tentu saja, jenis kain yang satu ini tak akan berfungsi banyak, karena bahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Pakaian naik gunung seharusnya dibuat dari bahan yang tebal. Dan kain jersy tak akan bisa menghangatkan penggunanya karena bahannya yang tipis. 

Umumnya, setiap pakaian memiliki tujuan masing-masing. Ada yang memang khusus dibuat untuk menghangatkan badan. Ada pula yang yang khusus untuk pakaian musim kemarau yang panas. Ada bahan yang kaku, dan ada juga yang halus dan fleksibel. 

Baca Juga : Cara Usaha Grosir Baju Cepat Laris

Maka dari itu, pakaian harus dibuat dari jenis kain yang tepat, tergantung pada penggunaannya. Dengan demikian, setiap pakaian dapat digunakan sesuai dengan fungsinya lebih maksimal. 

Jenis Kain Untuk Bahan Baju 

Jika kamu ingin serius menggeluti bisnis jualan baju, ada baiknya untuk mengenali jenis-jenis kain yang digunakan untuk membuat berbagai jenis baju. Berikut adalah jenis-jenis kain yang banyak digunakan sebagai bahan pakaian: 

1. Brokat (Brocade) 

Jenis kain yang harus kamu ketahui, yang pertama adalah brokat. Selama ini, kain brokat lebih dikenal sebagai bahan yang digunakan untuk membuat kebaya. Padahal, jenis kain yang satu ini juga banyak digunakan sebagai bahan pembuatan gaun pernikahan. 

Hal ini tka lepas dari kesan mewah nan elegan yang dipancarkan oleh brokat. 

Kata “brokat” sendiri berasal dari kata brocato, yang  dalam bahasa Italia artinya adalah kain yang disulam. Untuk menghasilkan detail dekorasi yang cantik, brokat dibuat dengan teknik tenun sulam. Beberapa motif brokat yang umum digunakan adalah motif bunga dan daun. 

Umumnya, kain brokat terasa kasar dan mengundang rasa gatal pada pemakainya. Inilah mengapa, pada kain brokat dberi kain lain sebagai pelapis, agar brokat tidak langsung bersentuhan dengan kulit. 

Brokat juga lebih banyak digunakan untuk acara-acara formal dan resmi, bukan aktivitas sehari-sehari. Selain tidak nyaman, kamu akan dipandang aneh oleh orang-orang yang ditemui di jalan. 

2. Spandek (Lycra) 

Kalau selama ini kamu penasaran dengan jenis kain yang mempunyai sifat elastis, bisa jadi kain itu adalah kain spandek atau lycra. Kain spandek terbuat dari bahan sintetis yang sangat kuat. Karakternya lentur dan elastis. Sehingga memberikan rasa adem dan lembut saat digunakan. 

Umumnya, kain spandek digunakan sebagai pakian dalaman, karena bahannya yang tipis. Tetapi kini, banyak yang menggunakan kain jenis ini sebagai bahan dasar untuk membuat gamis dan hijab. Keren! 

Ada pula produsen pakaian yang memadukan spandek dengan polyester dan katun, sehingga menghasilkan pakaian yang lebih tebal dan nyaman digunakan. 

Kain spandek memiliki kualitas yang baik untuk menyerap keringat dan memantulkan sinar ultraviolet. 

3. Polyester 

Pada bagian sebelumnya artikel ini disebutkan kalau kain spandek sering dipadukan dengan polyester. Memangnya, polyester itu, kain yang seperti apa, sih? 

Pada dasarnya, polyester adalah jenis kain dengan serat polyester dan dibuat menggunakan senyawa kimia. Yang dikombinasikan dengan polyethylene terephathalate (PET)

Yang menjadi ciri khas dari kain polyester adalah kain yang tetap rapi setelah digunakan pada waktu yang lama. 

Erat yang kuat pada kain polyester membuatnya mampu menyimpan panas tubuh dengan baik. Hal ini menjadikan kain polyester digunakan sebagai bahan dasar pakaian musim dingin. 

Selain kelebihannya diatas, jenis kain yang satu ini juga tak lepas dari kekurangan. Yaitu sirkulasi udara yang kurang baik. 

Seratnya yang kuat ternyata bisa menjadi salah satu kekurangan pada bahan polyester. Karena, hal ini dapat membuat tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. 

4. Cotton Combed 

Cotton atau katun adalah salah satu bahan kain yang paling banyak digunakan untuk kaos oblong dan atasan. Bahan kain yang satu ini terbuat dari serat kapas alami dengan tekstur yang halus. 

Bahannya juga adem, dan mudah menyerap keringat. Inilah mengapa kain katun sangat populer di Indonesia yang beriklim tropis. 

Beberapa jenis cotton combed, antara lain combed 20s, 24s, dan 30s. Angka-angka tersebut menjelaskan ketebalan dari bahan katun. Makin tinggi angkanya, artinya kain katun akan semakin tipis. 

Jadi, dapat dikatakan, bahwa 30s adalah jenis kain katun yang paling tipis. 

5. Baby Terry 

Jika sering membaca spesifikasi produk jaket atau sweater, lazim ditemukan keterangan kain baby terry

Ya, kain yang satu ini memang sering digunakan untuk membuat baju tebal. Seperti sweater, jumper, hoodie, dan jaket. Daya serapnya juga sangat tinggi seperti handuk. Kain jenis ini terbuat dari 80% cotton dan 20% polyester.

6. Sifon (Chiffon) 

Sekilas, namanya mirip dengan jenis kue yang banyak disukai orang. Tetapi memang begitulah kain sifon. Kain sifon adalah jenis kain yang berbahan sintetis, paduan dari sutra, katun, nylon, dan polyester

Bahan kain yang satu ini memiliki karakter yang tipis, ringan, dan transparan. Kain sifon lebih banyak digunakan pada pakaian formal. Seperti atasan, dress, dan rok. Hanya saja, karena warnanya sangat transparan, kamu harus melapisinya dengan kain lain yang lebih tebal. 

Kain sifon juga sering digunakan sebagai pemanis pakaian. Seperti syal, misalnya. 

7. Woolpeach

Di Indonesia, kain jenis ini populer disebut dengan wolfis. Kain wolfis terbuat dari bahan campuran kain sutra, katun, dan tambahan serat sintetis. Kamu yang ingin memulai bisnis jualan baju, kamu harus tahu jenis kain yang satu ini.

Walaupun seratnya rapat dan halus, kain wolfis sangat ringan, meski bahannya yang tebal. Kain ini banyak digunakan untuk baju gamis dan hijab instan. 

Penutup 

Jika Kanca Jejualan ingin memulai bisnis jualan baju, penting rasanya untuk mengetahui jenis-jenis kain yang ada. 

Wujudkan ide bisnismu dengan website toko online dari Jejualan. Dapatkan berbagai fitur terbaik toko online harga terjangkau dari Jejualan, Buka Toko Online Cuma 20 Detik. 

 

Send Comment