Bagaimana Menulis Email Penawaran yang Menarik?
- Posted in Tips & Trik
- Komentar Dinonaktifkan pada Bagaimana Menulis Email Penawaran yang Menarik? Komentar
Saat berbisnis, salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan omzet penjualan. Dan salah satu cara yang dapat ditempuh, untuk meningkatkan penjualan di era modern saat ini adalah menggunakan email marketing. Sebagai pengusaha, kamu bisa mengirimkan email penawaran ke pelanggan potensial. Jadi, kamu harus tahu, cara menulis email penawaran yang menarik.
Ya, kemajuan teknologi komunikasi membuat banyak hal kini menjadi semakin mudah. Salah satunya adalah email. Dengan email, seorang pemasar kini tak perlu lagi untuk repot-repot mengirimkan penawaran kepada pelanggannya secara offline, berpanas-panasan di jalanan. Tak perlu juga untuk mengirimkan penawaran menggunakan surat, yang pastinya membutuhkan waktu lumayan lama untuk sampai ke tujuan.
Baca Juga : Cara Membuat Email Bisnis Profesional
Hanya saja, ada satu masalah lain yang muncul berkaitan dengan masifnya penggunaan email marketing. Salah satunya adalah rendahya tingkat open rate pada sebuat email. Ini tentu bisa menjadi indikasi, bahwa ada yang salah ketika mengirimkan email penawaran. Contohnya format penulisan yang keliru, dan beberapa penyebab lainnya.
Untuk itu, pada artikel kali ini, kami akan berbagi dengan Kanca Jejualan semuaya, tentang cara menulis email penawaran yang menarik. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya.
Email Penawaran, Apa Itu?

Sebelum lebih jauh membahas tentang cara menulis email penawaran yang menarik, ada baiknya untuk mengetahui, apa itu email penawaran. Email penawaran sendiri adalah email yang digunakan dengan tujuan untuk menawarkan, entah itu barang, jasa, atau kerjasama dengan rekanan bisnis. Diharapkan, dari penawaran yang diberikan menggunakan email dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Penjual mendapatkan keuntungan dari produk yang mereka jual. Dan dari sisi pembeli, mendapatkan manfaat dari produk yang dibelinya.
Selama ini, kita tidak mengenal adanya aturan baku dalam menuliskan email pribadi. Bisa tetap santai, asal tetap menggunakan adab dalam penulisannya. Hanya saja, hal yang sama tidak berlaku pada email bisnis. Termasuk email penawaran yang ada di dalamnya. Kamu harus menggunakan aturan yang baku. Email inilah yang akan mencerminkan sebuah institusi, lembaga, dan perusahaan.
Cara Menulis Email Penawaran
Supaya kamu Tidak Salah, berikut ini adalah cara menulis email penawaran bisnis yang menarik:
1. Menggunakan Email Profesional
Alamat email profesional adalah alamat email yang menggunakan nama domain sendiri. Bukan email pribadi, seperti menggunakan Gmail. Contohnya nama orang atau institusi diikuti dengan nama tempat kamu bekerja. Misalnya, dengan email bisnis, Anda akan memiliki email dengan nama namaAnda@domainAnda.com. Bukan namaAnda@gmail.com.
Tak hanya akan memberikan kesan professional, ada keuntungan lain yang bisa kamu dapatkan dari penggunaan email bisnis. Pertama, email bisnis dapat menumbuhkan kepercayaan dari konsumen potensial. Tentu, kamu tidak mau email bisnis yang telah susah-susah dikirim hanya akan masuk ke kotak spam?
2. Menggunakan Subjek Email
Salah satu struktur penting dalam email penawaran adalah subjek email yang jelas. Dalam penggunaan subjek email, gunakan subjek email yang jelas dan mewakili dari semua isi email. Contohnya, kalau kamu mengirimkan proposal penawaran tentang pembuatan toko online sebuah jaringan minimarket besar. Maka, subjek yang bisa kamu gunakan dan paling cocok untuk email tersebut adalah “Proposal Penawaran Pembuatan Website Toko Online”. Kamu bisa mengeksplor tentang subjek email penawaran yang paling menarik untuk penerima email.
3. Pergunakan Bahasa yang Formal

Seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya artikel ini, bahasa yang digunakan dalam email bisnis tidak bisa disamakan dengan email pribadi. Pastikan bahasa yang digunakan adalah bahasa yang formal. Kamu tak akan tahu, siapa yang akan membaca email tersebut. Bisa jadi orang yang membaca email tersebut adalah orang yang menjunjung tinggi manner. Sehingga dengan menggunakan bahasa email yang formal, email yang kamu kirimkan bisa diterima dengan baik.
4. Mengenal Karakter Penerima Email
Tips selanjutnya adalah, menuliskan siapa saja penerima email yang kamu tulis tersebut. Maka, penting untuk mengenali karakter penerima email tersebut. Dengan mengenali siapa yang akan menerima email tersebut, akan memudahkan dalam menuliskan kalimat pertama. Ada dua jenis email penerima email yang lazim ditemui., yaitu:
- Penerima email yang sudah dikenal. Kalau sudah mengenal, kamu bisa menyebutkan namanya secara langsung.
- Penerima email yang tidak dikenal. Untuk jenis kedua ini perlu perlakuan khusus. Sebagai langkah aman, bisa menggunakan sapaan bapak/ibu.
5. Menggunakan Salam Pembuka
Dalam mengirim, menggunakan salam pembuka sudah dianggap sebagai kelaziman. Apalagi dalam email bisnis. Sebelum mengirim email bisnis, hukumnya wajib menggunakan sapaan pembuka. Layaknya bertamu ke rumah orang, tentu saja wajib untuk mengucapkan salam.
6. Perkenalan Diri
Yang namanya bertamu, selain menyapa, tentu harus memperkenalkan diri, bukan? Kalau tidak memperkenalkan diri, tuan rumah tentu tidak akan mau menyambut orang yang bertamu ke rumahnya. Pun demikian dengan email penawaran. Penerima email harus tahu siapa kamu, dan apa keperluanmu. Apalagi jika kamu belum mengenal siapa orang yang menerima email.
7. Isi Email yang To the Point

Isi email berupa konten yang disuguhkan pada pembaca. Bisa dikatakan, konten adalah inti dari email yang kamu kirim dan diterima oleh penerima. Bagaimana kamu membuat penerima meng-klik tombol call to action (CTA) sangat bergantung pada isi email yang dikirim.
Baca Juga : Pengertian dan Manfaat Email Marketing Untuk Bisnismu
Jangan membuang-buang waktu untuk membuat teks yang panjang. Buatlah sesingkat mungkin. Kalau kamu menambahkan konten artikel, jangan memasukkan seluruh isi artikel dalam email tersebut. Cukup tautan judul, gambar,dan previewnya saja.
Dengan menggunakan tools email marketing, kamu bisa men-generate link, hingga secara otomatis judul akan muncul. Perhatikan juga ukuran dan jenis font dalam konten email. Misalnya penggunaan font yang lebih besar untuk headline, dan bold, untuk menandai sesuatu yang penting dalam email tersebut.
8. Salam Penutup
Setelah semua maksudmu tersampaikan, jangan lupa untuk memberikan salam penutup. Memberikan salam penutup adalah bentuk kesopanan. Berikut adalah beberapa kata yang biasanya digunakan sebagai penutup email resmi:
- Best regards
- Hormat Kami
- Hormat Saya
- Kind Regards
- Best Wishes
Penutup
Menulis email bisnis, terutama email penawaran tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Email penawaran yang tepat, dapat meningkatkan peluang emailmu tidak hanya dibaca, tetapi juga memancing ketertarikan pelanggan potensial untuk mencoba produk yang kamu tawarkan. Setelah mengetahui cara menulis email penawaran, sudah siap untuk menulis email penawaranmu sendiri?
Wujudkan ide bisnismu dengan website toko online dari Jejualan. Dapatkan berbagai fitur terbaik toko online harga terjangkau dari Jejualan, Buka Toko Online Cuma 20 Detik.

