Kanca Jejualan, salah satu strategi digital marketing adalah berpromosi menggunakan email marketing. Bagi para pebisnis, email marketing menjadi cara yang sangat ampuh untuk menghasilkan lead. Ketika mendapatkan lead, akan semakin besar peluang terjadinya closing, alias penjualan. Namun, apa jadinya kalau email marketing yang kamu kirimkan masuk ke folder spam? Tentu sangat menyesakkan, bukan? Oleh karena itu sebagai pebisnis online, kamu harus tahu cara mencegah email marketing masuk folder spam. 

Email marketing yang masuk ke folder spam adalah hal yang paling dihindari oleh pebisnis yang menggunakan cara ini sebagai teknik pemasaran. Ketika email sudah masuk ke folder spam, kesempatan dibaca oleh penerima akan semakin kecil. Hal ini akan sangat berdampak buruk jika konten email berisi sesuatu yang penting. Seperti, penawaran produk, misalnya. 

Lantas, bagaimana cara mencegah email marketing masuk folder spam? Wah, kamu beruntung sekali, karena kami akan berbagi informasi tentang cara mencegah email marketing masuk folder spam. Kanca Jejualan,silakan simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Mengapa Email Bisa Masuk ke Folder Spam? 

Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang sangat sering ditanyakan, mengapa sebuah email bisa masuk ke folder spam. Meskipun kadang pengirim merasa, tidak ada yang salah dengan email yang dikirimkannya. 

Ada beberapa indikator yang biasanya digunakan oleh penyedia layanan email, untuk mengkategorikan sebuah pesan sebagai spam. Untuk beberapa hal, ini tentu sangat menyebalkan. Berikut adalah beberapa penyebab yang membuat email marketing berakhir di folder spam: 

Tersaring Konten Filter

Penyebab pertama sebuah email masuk ke folder spam adalah, karena terjerat konten filter. Umumnya, subjek ataupun konten email yang dikirimkan mengandung kata-kata yang dinilai sebagai spam. Walaupun alamat IP pengirim dianggap terpercaya, namun jika konten email mengandung kata-kata spam, maka secara otomatis akan masuk ke folder spam. 

Maka dari itu, sebisa mungkin kamu harus membuat konten yang relevan, tanpa ada kata-kata spam. 

Email Filter 

Yang dimaksud dengan email filter di sini adalah, email yang kamu kirimkan tidak masuk masuk ke inbox atau primary. Tetapi masuk ke folder lain, seperti Spam, Promotion, dan mungkin juga forum. Hal ini adalah kebijakan dari server email penerima. Pada dasarnya, sebagai pengirim email, kita tidak bisa menentukan, email yang dikirim masuk ke tab apa. 

Baca Juga: Strategi Online Marketing Untuk Pemula

Untuk mengatasi hal ini, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah meminta penerima email untuk memasukkan email ke tab primary inbox. Jika tidak ingin email yang dikirim masuk ke folder spam, pengirim dituntut untuk berhati-hati ketika mengirimkan email. 

Email Satu Arah 

Email satu arah adalah email yang tidak dapat dibalas oleh sang penerima. Ternyata, email seperti ini juga bisa menjadi penyebab sebuah email masuk ke folder spam. Karena, pada dasarnya email alat komunikasi dua arah. 

Jika penerima membalas emailmu, maka email selanjutnya akan masuk ke tab Inbox. 

Alamat IP Masuk Blacklist 

Kanca Jejualan, satu hal yang harus diketahui adalah, alamat IP bisa masuk ke daftar hitam. Alamat IP yang masuk blacklist, umumnya adalah alamat IP berjenis shared IP, yang digunakan bersama-sama. Ini disebabkan oleh kebutuhan user yang menggunakan IP tersebut untuk berbagai kebutuhan. Selalu ada peluang email yang dikirimkan dari shared IP address masuk ke folder spam. Jadi, kamu harus memastikan, apakah alamat IP yang kamu gunakan masuk ke folder spam atau tidak. 

Cara Mencegah Email Marketing Masuk Folder Spam 

Spam dapat diartikan sebagai pesan yang dikirimkan oleh seseorang yang tidak dikehendaki oleh penerimanya. Ketika email yang kamu kirimkan masuk ke folder spam, selain merugikan, reputasimu sebagai pengiriman akan menurun. Dan email berikutnya yang kamu kirimkan selalu masuk ke folder spam. Berikut adalah cara mencegah email marketing masuk folder spam. 

1. Hindari Spam Words

Spam Word adalah kumpulan kata-kata yang secara otomatis membuat email yang kamu kirimkan, masuk ke folder spam. Ini adalah salah satu fungsi yang ada di spam filter email. 

2. Hindari Shortened Link 

Mempersingkat link menggunakan bit.ly, sebenarnya adalah hal yang sangat biasa. Hanya saja, hal ini sering membuat email mudah terbaca sebaga spam. Sebaiknya, gunakan URL lengkap ketika mengirimkan email. Agar email yang kamu kirimkan tidak dinilai sebagai email spam. 

3. Mengirimkan Welcome Mail Secepat Mungkin 

Segeralah pengiriman welcome mail, sesaat setelah user mendaftar sebagai subscribermu. Kamu bisa menggunakan email automation, agar setiap ada pelanggan baru, welcome email bisa langsung terkirim. 

4. Meminta Persetujuan Subcriber

Sebelum rutin mengirimkan email rutin, seperti newsletter, alangkah lebih baik untuk meminta persetujuan penerima email untuk berlangganan layanan emailmu. Ini penting dilakukan sebagai upaya mendapatkan konfirmasi bahwa subscriber tersebut sudah siap untuk menerima email darimu secara rutin. 

5. Tambahkan Tautan Unsubscribe 

Pelanggan memiliki hak untuk berhenti berlangganan layanan email. Untuk itu, sangat penting untuk menyediakan tautan Unsubscribe. Tautan Unscubsribe juga menjadi salah satu bagian penting dalam email marketing. 

Jika tidak menyertakan tautan ini, semakin besar spam filter mengenali emailmu sebagai spam. Sangat merugikan, bukan? 

6. Gunakan Domain yang Profesional 

Ketika kamu mengirimkan email sebagai bisnis, alangkah lebih baik jika menggunakan email dengan domain bisnis atau perusahaan. Bukan dengan alamat email pribadi. Mengapa bisa demikian? Karena penggunaan email dengan domain bisnis dianggap lebih meyakinkan, daripada sekadar penggunaan alamat email pribadi. 

7. Membatasi Frekuensi Pengiriman

Salah satu alasan mengapa email yang kamu kirimkan kerap berakhir di folder spam adalah frekuensi pengiriman yang terlalu sering dalam satu waktu tertentu. Kamu bisa mengatasi keadaan ini. Caranya adalah dengan memberikan pilihan pada subscriber email, seberapa banyak email yang ingin mereka terima. 

Baca Juga: Instagram Marketing Tools Untuk Pemula

Jika terlalu sering, email yang kamu kirimkan dapat dianggap sebagai spam. Entah oleh si penerima sendiri, atau oleh sistem filtering dari layanan email penerima. 

Untuk menemukan frekuensi pengiriman yang tepat, kamu bisa menggunakan A/B testing. Bisa juga menggunakan survei yang dibagikan pada pengguna. Dari A/B testing dan survei tadi, kamu bisa membandingkan, berapa frekuensi yang tepat pengiriman email. Kamu juga bisa mengetahui, kapan waktu yang tepat untuk mengirimkan email pada pelanggan. 

Penutup

Email marketing yang masuk ke folder spam adalah mimpi buruk bagi para pebisnis yang menggunakan cara ini untuk berpromosi. Karenanya, penting untuk mengetahui penyebab sebuah email dapat dikategorikan sebagai spam. Dan tak kalah penting, cara mengatasinya. 

Wujudkan ide bisnismu dengan website toko online dari Jejualan. Dapatkan berbagai fitur terbaik toko online harga terjangkau dari Jejualan, Buka Toko Online Cuma 20 Detik. 

 

Send Comment