Ada banyak taktik pemasaran yang dapat dicoba untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya adalah customer acquisition, atau akuisisi pelanggan. Dan ya, akuisisi pelanggan hari ini adalah salah satu tantangan besar bagi para pebisnis. Ketidakpastian ekonomi karena pandemi, membuat segalanya kian sulit. Apalagi, kini konsumen lebih memilih mengurangi konsumsi hal-hal yang bukan merupakan kebutuhan pokok. 

Tentu saja bukan sifat pebisnis namanya kalau menyerah dengan keadaan. Maka dari itu, selain memaintain pelanggan lama, agar bisnis semakin berkembang, juga harus bisa mendapatkan pelanggan baru. Yang harus kamu lakukan adalah menemukan platform yang tepat, dimana target audiens aktif dan bisa menangkap kampanye pemasaran yang kamu jalankan. 

Karena itu, pada artikel kali ini, kami akan berbagi dengan kamu semua, Kanca Jejualan, tentang strategi customer acquisition. Jadi,simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Apa Itu Customer Acquisition? 

Customer acquisition adalah proses mendapatkan pelanggan baru agar menggunakan produk atau layananmu. Tujuannya adalah membuat strategi akusisi pelanggan yang sistematis dan berkelanjutan, yang sesuai dengan perkembangan zaman. 

Baca Juga : Cara Membuat Facebook Ads

Apakah strategi customer acquisition cuma bisa dilakukan bisnis besar saja? Tentu saja, tidak. Customer acquisition dapat dilakukan bisnis skala apapun. Hanya saja, strategi customer acquisition yang dijalankan masing-masing perusahaan, bisa jadi akan berbeda satu sama lain. 

Customer acquisition sendiri, terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu: 

  • Awareness (Kesadaran)

Pada tahapan akuisisi pelanggan ini, diharapkan dapat mendapatkan awareness dari target audiens. Umumnya, brand akn fokus pada audiens yang mungkin tertarik dengan produk,tapi tidak memiliki keinginan untuk membeli. Fokusnya adalah mengenalkan bahwa brand-mu ada. 

  • Consideration (Keputusan)

Setelah berhasil mendapatkan perhatian dari pelanggan potensial, tahapan selanjutnya adalah mendorong mereka untuk melakukan langkah selanjutnya. Keputusan yang diambil tentu saja beragam, bergantung pada caramu untuk meyakinkan mereka. Mulai dari berlangganan newsletter atau mem-follow akun media sosial. 

  • Purchase (Pembelian)

Ini adalah tahap terakhir yang dilalui pelanggan sebelum menjadi berubah menjadi pelanggan. Calon pelanggan potensial umumnya menunjukkan niat yang kuat untuk membeli lewat beberapa tindakan. Misalnya, menambahkan produkmu ke cart atau mendaftarkan diri untuk uji coba gratis. Untuk mengkonversi beberapa action di atas menjadi pembelian dengan beberapa cara, seperti: mengirimkan voucher diskon, misalnya. 

Strategi Customer Acquisition 

Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan tantangan utama untuk mendapatkan pelanggan baru. Salah satunya karena lesunya ekonomi dan kurangnya kepercayaan pada brand. 

Lantas, bagaimana caranya mendapatkan pelanggan baru? 

Berikut adalah strategi customer acquisition yang bisa diterapkan untuk mendapatkan pelanggan baru: 

1. Menentukan Target Audiens

Langkah pertama dan paling utama yang perlu kamu lakukan adalah mengidentifikasi calon pelanggan potensial untuk produkmu. Bagi sebagian orang, bisa jadi produkmu adalah solusi untuk masalah mereka. Jadi, kamu harus tahu, apa sih, yang dibutuhkan pelanggan saat ini. 

Kalau kamu tidak memiliki target audiens, strategi pemasaran apapun yang kamu jalankan, rasanya akan sia-sia belaka. Agar bisa mengidentifikasi target pelanggan dengan tepat, salah satu cara yang banyak dipakai adalah melakukan riset pasar. Cobalah untuk mencari tahu pada siapa dan bagaimana kamu bisa memasarkan produkmu. Dan saat ini ada banyak sekali tools untuk melakukan riset pasar di internet. Mulai dari Google Analytics, Ahrefs, sampai Google Trends. 

2. Gunakan Saluran Pemasaran yang Tepat

Berdasarkan dari apa yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya artikel ini, tidak cukup hanya mengetahui siapa target pelanggan yang ideal. Mengetahui saluran pemasaran yang digunakan oleh calon pelanggan juga sangat penting. 

Untuk bisa menemukan saluran pemasaran yang tepat, salah satu poin penting yang bisa kamu lakukan adalah membuat tujuan pemasaran yang jelas. Cobalah dan bandingkan satu per satu, manakah saluran pemasaran yang tepat untuk menarik pelanggan baru. Jika kamu merasa kesulitan untuk riset audiens, tak ada salahnya menggunakan jasa pihak ketiga, agar kamu fokus mengembangkan produkmu. 

 

3. Maksimalkan Konten Video

Ada banyak jenis teknik pemasaran. Dan salah satu teknik pemasaran yang sangat populer hari-hari ini adalah video marketing. Tren ini adalah buah dari pergeseran perilaku individu dalam menikmati konten. 

Pemirsa hari ini adalah masyarakat yang melek dengan audiovisual. Dan video adalah salah satu platform yang tepat menginformasikan pada khalayak tentang produk dan layananmu. 

4. Memberikan Giveaway

Seringkali, konsumen menginginkan hal yang lebih, bukan sekedar janji-janji iklan. Karena itu, kamu perlu berstrategi untuk membuat mereka menjadi pelanggan yang loyal. Salah satu strategi yang bisa kamu coba adalah memberikan giveaway. Tawarkan kesempatan pada pelanggan agar bisa merasakan menggunakan produk terbarumu dengan giveaway. 

5. Content Marketing

Bukan tanpa alasan memang mengapa content marketing menjadi strategi yang paling populer. Sebagai pebisnis, kita dituntut untuk membuat konten yang relevan dengan user, up to date dengan tren. Dan tentu saja, hasil akhirnya agar calon pelanggan tertarik dengan brand-mu. 

Kalau brand-mu berhasil menarik minat orang, konten-konten tersebut juga dapat mendatangkan traffic yang cukup banyak ke website. 

Terdapat banyak jenis konten yang bisa diproduksi. Seperti blog, ebook, katalog online,dan masih banyak lagi lainnya. Intinya, buatlah konten yang berkualitas dan usahakan untuk menyesuaikan dengan target. Selain membuat konten secara rutin, pastikan kualitas konten yang kamu buat tetap terjaga. 

6. Menggunakan SEO

Untuk bisa mendapatkan lead, salah satu syaratnya adalah website harus memiliki trafik yang tinggi dan konsisten. Lebih bagus lagi kalau bisa sampai ke halaman pertama hasil pencarian. Agar bisa mencapai hal ini, kamu bisa menerapkan strategi SEO. beberapa teknik SEO dasar yang bisa kamu lakukan, seperti penggunaan keyword yang relevan, backlink, dan lain sebagainya. 

7. Referral Program 

Salah satu strategi pemasaran yang tak lekang dimakan zaman adalah referral program. Strategi customer acquisition yang satu ini banyak digunakan, terutama oleh perusahaan yang baru saja merilis produk terbarunya. 

Baca Juga : Ide Bisnis Rumahan Modal Kecil 

Kamu bisa menawarkan insentif pada konsumen yang bisa mengajak orang lain menggunakan produkmu. Bentuk insentif ini bisa beragam bentuknya. Mulai dari diskon, gratiss barang, dan lain sebagainya. 

8. Maksimalkan Konversi dari Website

Konversi merupakan hasil yang ingin dicapai pada setiap kampanye iklan. Kalau website menjadi tujuan konversi, maka hasil yang didapat tentu bukan hanya mendapatkan pengunjung semata. Namun juga tentang langkah selanjutnya yang dilakukan seorang pengunjung. Mulai dari membeli, mendaftar layanan, download, dan lain sebagainya. 

 Untuk meningkatkan konversi pada website kamu  memperbaiki tampilan, mempercepat loading time, dan mengoptimalkan pengalaman pengguna. 

Penutup 

Untuk memenangkan pelanggan, tentu ada banyak strategi yang harus dicoba. Semoga, strategi customer acquisition diatas bisa memberikanmu inspirasi tentang cara memenangkan pelanggan. 

Wujudkan ide bisnismu dengan website toko online dari Jejualan. Dapatkan berbagai fitur terbaik toko online harga terjangkau dari Jejualan, Buka Toko Online Cuma 20 Detik. 

 

Send Comment