Tips Bisnis Tanaman Hias

Masa pandemi memaksa orang-orang untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Dan menghabiskan waktu di rumah, tentu saja sangat membosankan. Padahal, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengusir kebosanan tersebut. Salah satunya merawat tanaman hias. 

Dan seiring waktu, tanaman hias, yang sebenarnya sudah memiliki pecintanya sendiri, malah jadi tren di masa pandemi. 

Tak heran, mulai bermunculan para penjual tanaman hias di berbagai sudut kota. Dan selalu ramai. Jarang yang yang terlihat sepi, kecuali ketika akan tutup gerai. Bisnis tanaman hias tampak menguntungkan. 

Hanya saja, tak sedikit orang yang masih bingung memulai bisnis tanaman hias. Mulai dari tanaman apa yang akan dijual, bagaimana merawatnya, sampai menemukan pembeli. 

Oleh karena itu, pada artikel kali ini, kami akan berbagi dengan Kanca Jejualan, tentang tips bisnis tanaman hias. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Tips Bisnis Tanaman Hias

Tanaman hias adalah bisnis yang bisa dibilang cukup kompleks. Terutama bagi para pemula. Ii tak lepas dari banyaknya jenis tanaman hias yang ada. Ada banyak jenis tanaman hias yang bisa kamu jual. 

Beberapa tanaman hias memiliki popularitas yang tinggi. Seperti adenium, aglaonema, euphorbia, anthurium, anggrek, dan bonsai. 

Untuk memulai bisnis ini, kamu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Terutama untuk kamu yang baru memulainya. 

Berikut tip bisnis tanaman hias untuk Kanca Jejualan: 

1. Pengetahuan Tentang Tanaman Hias 

Untuk memulai bisnis tanaman hias, harus dibarengi dengan pengetahuan dan wawasan yang cukup. Tentu sulit membayangkan jika memulai sebuah bisnis tanpa memiliki pengetahuan yang cukup. 

Kenali lebih jauh tentang seluk beluk tanaman hias. Mulai dari jenis-jenisnya, cara perawatan, sampai dengan harga jualnya. 

Apalagi di pasaran saat ini, tanaman hias memiliki rentang harga yang bervariasi. Dari ratusan ribu, hingga jutaan rupiah, semua ada. 

Mengapa Bounce Rate Toko Online Tinggi? Yuk. Kenali Penyebabnya

Ada beberapa faktor yang membuat sebuah tanaman hias dihargai tinggi. Bisa dari jenis, bentuk, tingkat kesuburan, dan pertumbuhan tanaman. 

Namun, sebagai permulaan, kamu bisa memulainya dengan tanaman hias dengan harga terjangkau. 

2. Pemilihan Lokasi Bisnis

Dalam bisnis apapun, lokasi bisnis memegang peranan penting. Lokasi bisnis bisa menjadi salah satu kunci sukses untuk menjalankan bisnis ini. 

Lokasi yang potensial untuk bisnis, tenu saja adalah lokasi yang ramai dan mudah dijangkau oleh konsumen. Tetapi, jika memang tidak memiliki lokasi yang memadai, kamu bisa menggunakan lokasi yang ada dahulu. Bahkan, kamu bisa memulai bisnis tanaman hias dari halaman rumah. 

Pertimbangkan luasan area yang dibutuhkan untuk usaha. Ya, hal ini karena tanaman hias membutuhkan area yang sedikit luas. 

Tak hanya itu, pertimbangkan pula suhu dengan tanaman hias. Ini penting agar tanaman hias yang dijual memiliki pertumbuhan yang baik. 

3. Pemilihan Jenis Tanaman Hias 

Sebelum memulai bisnis tanaman hias, salah satu hal penting adalah pemilihan jenis tanaman hias. Ada banyak jenis tanaman hias yang bisa menjadi barang dagangan yang menjanjikan. 

Misalnya, kamu ingin berbisnis bunga. Pilihlah bunga yang mempunyai harga jual yang stabil dan tidak tergantung musim. Kamu juga boleh, untuk menjual tanaman musiman. Tetapi sebagai pelengkap saja, karena bisnismu, bukan bisnis musiman, kan? 

Selain itu, perawatan tanaman hias juga sangat penting untuk menjadi bahan pertimbangan. 

Jika menyediakan beberapa tanaman sekaligus dirasa memberatkan, kamu bisa memulai dengan fokus pada satu atau dua jenis tanaman hias. 

Jika dirasa telah berkembang, kamu bisa menambahkan jenis tanaman hias baru di tokomu. 

4. Menyiapkan Media Tanam 

Dalam bisnis tanaman hias, kamu juga harus paham dengan yang namanya media tanam. Dengan media tanam yang berkualitas, tanaman yang sedang kamu semai dapat tumbuh dengan baik. 

Karena itu, penting untuk memahami berapa kebutuhan media tanam yang harus dipersiapkan. Mulai dari berapa besar kebutuhan akan media tanam. Juga, bagaimana efisiensi dan efektivitasnya, juga harus diketahui dengan baik. 

Akan lebih baik jika kamu mampu membuat media tanam sendiri. Dengan membuat media tanam sendiri, kamu bisa melakukan penghematan, dan modal untuk memulai bisa dialokasikan untuk keperluan lainnya. 

5. Pahami Tren Tanaman Hias 

Dalam bisnis tanaman, juga ada yang namanya tren. Karena ketika sedang dalam puncak tren, harga sebuah tanaman hias bisa seharga mobil baru, mantap, kan? 

Ketahui tanaman hias yang sedang populer di kalangan pecinta tanaman hias saat ini. Perbanyak jumlahnya, karena meskipun persaingan sedang tinggi, permintaan pasar akan selalu ada. 

Jadi, pastikan kamu mempunyai stok tanaman hias populer yang bisa ditawarkan kepada para pembeli. 

Berikut adalah tanaman hias populer, yang bisa dijadikan permulaan bisnis tanaman hias: 

  • Anthurium 
  • Palem Kuning
  • Monstera
  • Lidah Mertua 
  • Peperomia Obtusifolia
  • Cycads
  • Siklok 

Kamu tak haru menjualnya dalam bentuk tanaman yang sudah dewasa. Kamu juga bisa menjualnya dalam bentuk bibit. Tanaman yang masih berusia seminggu atau dua minggu. Dengan usia tanaman yang masih “bayi”, harga jualnya juga masih terjangkau. 

6. Promosi dan Cara Pemasaran Up to Date 

Yang namanya sedang menjalankan bisnis, kamu juga harus melakukan aktivitas promosi. Kamu bisa melakukan promosi secara daring lewat sosial media. Cobalah dengan memasarkan bisnis di komunitas pecinta tanaman hias di berbagai platform sosial media yang ada. 

Dengan strategi marketing yang tepat, bisnis tanaman hias yang kamu rintis bisa berkembang lebih cepat. 

Kamu Developer Properti? Simak Cara Optimasi Sosial Media Bisnis Properti

Misalnya, dengan membuat video cara merawat tanaman hias untuk pemula di sosial media. Entah YouTube, Instagram, dan TikTok. Bisa juga sedikit membahas bisnis tanaman hias yang sedang kamu jalankan saat ini. 

Trik Berbisnis Tanaman Hias 

Setelah mengetahui tips bisnis tanaman hias, berikut adalah beberapa trik yang bisa kamu lakukan: 

  • Rawatlah sebaik mungkin tanaman hias yang sedang kamu jual
  • Mengenali target pasar, apakah semua kalangan, atau hanya orang-orang tertentu saja
  • Selain menjual tanaman hias, kamu juga bisa menyediakan berbagai hal pendamping yang berkaitan dengan tanaman hias. Misalnya seperti pot, polybag, pupuk, dan tanah media tanam. 
  • Carilah bibit tanaman yang bagus dan kemudian diperbanyak. Salah satunya dengan menggunakan metode stek, untuk menghemat biaya. 

Penutup

Bisnis tanaman hias adalah bisnis yang cukup menggiurkan. Tak hanya di era pandemi seperti saat ini, namun juga di waktu-waktu yang akan datang. Obsesi orang pada tanaman hias yang semakin besar adalah peluang. 

Semoga artikel ini memberikan inspirasi bagi Kanca Jejualan yang ingin tahu lebih banyak tentang tips bisnis tanaman hias

Wujudkan ide bisnis onlinemu dengan website toko online. Mau punya website toko online sendiri? Tunggu apalagi, buat toko online-mu bersama Jejualan, Buka Toko Online Cuma 20 Detik. 

Send Comment