Pandemi virus Corona yang melanda dunia lebih dari dua tahun terakhir, bisa dibilang memporak-porandakan banyak sendi kehidupan. Salah satu sektor yang paling terdampak, tentu saja sektor ekonomi. Banyak bisnis yang sebelumnya sehat, menjadi tertatih-tatih sejak wabah mulai menyebar. Bisnis makanan atau bisnis kuliner adalah salah satu elemen yang bisa dikatakan cukup terdampak di awal pandemi. 

Kebijakan pembatasan mobilitas dengan beragam nama, yang salah satu poinnya adalah melarang makan di tempat (dine-in) dirasa cukup merugikan. Dan setelah sempat terpuruk, kini bisnis kuliner mulai menggeliat lagi. Para pelaku bisnis seolah sudah menemukan cara untuk beradaptasi dengan pandemi dan berbagai kebijakan untuk pengendalian virus. 

Bahkan, di masa pandemi seperti ini, kita seringkali menemui viralnya sebuah makanan berikut tempatnya. 

Siapa yang masih ingat dengan viralnya dalgona coffee, salad buah, dan kini sei sapi. Di balik situasi sulit, kadang ada peluang bagi orang-orang yang jeli melihat keadaan. 

Mengapa Kuliner Bisa Bertahan di Tengah Pandemi? 

Bisnis kuliner, seperti kafe dan restoran yang mengandalkan penjualan via layanan makan di tempat, diprediksi kesulitan untuk pulih selama masa pandemi. 

Lewat risetnya, McKinsey & Company menunjukkan bahwa 58% konsumen Indonesia memilih untuk mengurangi frekuensi makan ditempat selama pandemi masih berlangsung. Bahkan, jika seandainya nanti virus corona berhasil ditanggulangi, terdapat 28% responden yang tetap memilih mengurangi waktu dine-in di restoran, rumah makan, dan kafe. 

Baca Juga : Cara Membuat Facebook Ads

Perubahan perilaku konsumen karena khawatir terpapar virus. Selain itu, hal ini dipengaruhi oleh munculnya berbagai pilihan bagi konsumen, untuk memperoleh makanan dan minuman secara online. Untuk kemudian dimasak di rumah. 

Ditambah lagi, sekarang tanpa harus ke restoran, orang sudah bisa mendapatkan makanan yang mereka inginkan. Dengan menggunakan situs ecommerce dan ojek online, makanan dan bahan makanan yang kamu pesan telah siap tersaji di rumah. Inilah yang kemudian mendorong bahwa bisnis kuliner tetap bisa bertahan di tengah pandemi yang tidak pasti seperti saat ini. 

Tren Bisnis Kuliner di Masa Pandemi

Dengan melihat perubahan perilaku konsumen diatas, pandemi Covid-19 bukanlah halangan untuk membuka bisnis kuliner. 

Untuk kamu yang sedang mencari inspirasi memulai bisnis kuliner, berikut beberapa produk kuliner yang jadi tren dan sedang naik daun. 

1. Makanan Cepat Saji dan Frozen Food

Membicarakan tren bisnis kuliner di era pandemi, akan sangat berdosa jika tidak menyebut makanan cepat saji, alias frozen food di daftar pertama. Apalagi, kebiasaan membeli para konsumen bisa banyak macamnya. Ada yang ingin diantar kerumah, ada juga yang lebih memilih menyimpan bahan makanan sebanyak mungkin untuk dimasak di kemudian hari. Untuk itu, makanan cepat saji dan frozen food menjadi jawaban atas hal ini. 

Konsumen dapat dengan cepat langsung menyantap makanan cepat saji, begitu sampai ke rumah. Sama tapi beda pada makanan beku. Daya tarik utama dari makanan beku adalah sama kualitas dan rasanya sama dengan saat makan di restoran. Hanya saja, makanan jenis ini bisa disimpan lebih lama di lemari pendingin. 

2. Tren Makan Sehat Berbahan Sayur

Pandemi Covid-19 memaksa banyak orang untuk mengubah kebiasaan makan. Utamanya terkait dengan pemilihan bahan makanan. Hal inilah yang kemudian memunculkan potensi penggemar sayuran sebagai makanan sehat. Makanan berbahan alami, seperti sayuran jadi pilihan konsumen yang ingin memiliki gaya hidup sehat. 

Apalagi, dengan membeli bahan sayur mentah, konsumen bisa dengan bebas mengolahnya. Sehingga, isu kebersihan yang nyaring terdengar selama pandemi, bisa ditangani. 

3. Sei Sapi Khas NTT

Ada satu lagi bisnis kuliner yang boomingnya sangat terasa satu tahun terakhir, rasanya yang enak bahkan membuat banyak pesohor memutuskan membuka bisnisnya sendiri. Sei sapi, makanan asal Nusa Tenggara Timur adalah lakonnya. 

Sei adalah sajikan daging sapi yang diolah dengan cara diasapi. Dagingnya memiliki teksur padat dan empuk. Dan pendampingnya adalah tumisan daun singkong dan pepaya, serta sambal luat. 

Sei sapi sudah menjadi tren sejak tahun lalu. Apalagi, saat ini semakin banyak kedai baru yang menjajakkan sei sapi. Salah satunya, ya, banyaknya artis-artis ibukota yang membuka kedai sei sapi di berbagai kota di Indonesia. 

4. Salmon Mentai

Makanan asal Jepang sudah lama digandrungi masyarakat Indonesia. Banyak buktinya, mulai dari restoran sushi, sampai kedai ramen. Dan setahun terakhir, muncul lagi makanan asal Jepang yang memiliki penggemar begitu banyak. Terutama dari masyarakat kota besar. 

Salmon mentai namanya. Mentai, atau mentaiko memiliki beberapa ciri khas. Seperti taburan tobiko dan balutan saus mayonaise khas Jepang. Inilah yang disebut sebagai saus mentai. 

PSBB dan PPKM membuat banyak orang yang mulai menjual salmon mentai. Hal ini dikarenakan mulai banyaknya peminat salmon mentai rumahan. 

5. Layanan Food Delivery

Layanan pesan antar, juga menjadi tren bisnis kuliner di era pandemi saat ini. Seperti yang telah kita lihat, layanan pesan antar telah menjadi penolong, baik bagi konsumen yang ingin menikmati sensasi makan ala restoran. Semakin banyak konsumen yang merasa nyaman dan terbiasa untuk menggunakan layanan delivery. 

Meski mulai ada orang yang berani untuk makan di restoran, tak sedikit jumlah orang yang merasa berhati-hati dan membatasi kegiatan di luar rumah. Maka dari itu, jika nantinya kamu memang terjun ke bisnis kuliner, perlu untuk memaksimalkan layanan ini. 

Terus tingkatkan layanan pesan antar pada konsumen. Caranya, ya dengan menjaga kebersihan, menggunakan packaging yang aman, dan mempermudah akses pemesanan makanan untuk semua kalangan. 

6. Serba Cashless

Uang tunai banyak disebut sebagai salah satu penyebab menyebarnya virus corona. Oleh karena itu, orang kini lebih memilih untuk menggunakan layanan non tunai atau cashless. Jika nantinya bisnis kulinermu telah berdiri, jangan lupa untuk mengatur agar bisa menerima pembayaran non tunai. 

Baca Juga : Cara Membuat Facebook Ads

Selain praktis, tren ini juga bisa menjadi bentuk kepedulian restoran terhadap para konsumen. Apalagi kini, sangat banyak penyedia layanan non tunai. Mulai dari Gopay, Ovo, Dana, ShopeePay, kamu bebas memilih.

Akan sangat bagus jika kamu bisa mengakomodasi semua layanan non tunai. Terlebih kini, kebanyakan orang memiliki lebih dari satu layanan cashless di smartphone-nya. Dan, ya, pangsa pasar untuk bisnis ini masih sangat besar. 

Penutup

Itulah tadi tren bisnis kuliner di era pandemi. Situasi pandemi membuat pebisnis harus memutar otak untuk mendapatkan penghasilan. 

Wujudkan ide bisnismu dengan website toko online dari Jejualan. Dapatkan berbagai fitur terbaik toko online harga terjangkau dari Jejualan, Buka Toko Online Cuma 20 Detik. 

 

Trackbacks/Pingbacks

  1. Strategi Bisnis Online dari Rumah Banjir Pelanggan

Send Comment