Kanca Jejualan, influencer bisa dibilang telah menjadi salah satu peran yang penting dalam pemasaran. Bukan tanpa alasan mengapa influencer memiliki peran yang penting di bidang pemasaran. Ya, semakin besar jumlah followers atau pengikut, maka akan semakin besar pula pengaruh yang disebarkan. Banyak yang brand yang telah merasakan manfaat influencer dalam perkembangan bisnisnya. 

Namun, apakah kamu tahu bahwa influencer memiliki tingkatannya sendiri-sendiri? Masyarakat awam tentu mengenal akun dengan jumlah pengikut yang besar sebagai influencer. Itu saja. Padahal, sebenarnya, influencer bisa dikategorikan sesuai dengan jumlah pengikut mereka. Untuk itu, pada artikel kali ini, kami akan mengajakmu, Kanca Jejualan, agar mengenal tingkatan influencer . Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Apa Itu Influencer? 

Sebelum membahas inti topik mengenal tingkatan influencer, apakah yang dimaksud dengan influencer? Influencer adalah individu yang memanfaatkan kemampuan bermedia sosial, yang secara alami melibatkan akan menghubungkan audiens dan brand. Ini artinya influencer media sosial bermitra dengan sebuah brand untuk membuat konten bersponsor. Dalam tren konsumen saat ini, semakin umum bagi pengiklan untuk memanfaatkan pengaruh seorang influencer untuk mencapai tujuan pemasaran.

Baca Juga: Panduan Lengkap Social Media Marketing 2021

Di era media sosial, konsumen tidak lagi bergantung pada iklan yang mencolok dan tidak alami. Sebagai gantinya, konsumen telah dibawa untuk membangun jaringan luas dari orang lain yang mereka percayai, dan mendefinisikan sebuah brand sesuai dengan apa yang mereka nilai. Pergeseran tren dari brand ke konsumen telah mendorong brand untuk mengadopsi strategi baru yang memanfaatkan model dari mulut ke mulut yang modern, dalam hal ini influencer marketing. 

Tentu saja bukan tanpa alasan mengapa brand melakukannya. Dengan konsumen yang mempunyai kendali untuk memilih dengan media sosial sebagai sarananya, bentuk pemasaran tradisional mulai ditinggalkan.

Hal ini memberikan ruang bagi strategi pemasaran yang baru untuk influencer marketing, yang tidak bisa dicapai oleh pemasaran tradisional. Brand mulai banyak yang membangun kehadiran mereka di media sosial seperti Instagram, Facebook, YouTube ,dan lain sebagainya. 

Mengenal Tingkatan Influencer 

Yang selama ini kita pahami adalah, semakin besar jumlah pengikut, maka akan semakin besar pula pengaruh influencer terhadap pengikutnya. Karena itu tak heran jika para influencer mematok harga yang sangat tinggi berdasarkan jumlah pengikut yang mereka miliki. Padahal, kesuksesan digital marketing bukan melulu ditentukan oleh besaran angka pengikut. Kanca Jejualan, berikut adalah tingkatan influencer yang harus kamu ketahui: 

1. Nano Influencer 

Jenis influencer pertama yang harus kamu tahu adalah nano influencer. Nano influencer adalah influencer yang memiliki pengikut berkisar 10 ribu sampai 10 ribu. Meskipun masih dipandang sedikit jika melihat jumlah, sebaiknya tidak meragukan kualitas nano influencer. Karena biasanya, nano influencer akan memposting konten yang benar-benar mereka kuasai. Misalnya seputar literasi, traveling, healthy life, dan lain sebagainya. Ada juga nano influencer yang menguasai beberapa kategori sekaligus. 

Jangan ragukan juga engagement rate nano influencer. Nano influencer rata-rata memiliki engagement rate 5,6% lebih baik dari jenis influencer lainnya. Dengan pengikut yang masih tergolong “sedikit”, justru memiliki hubungan yang lebih personal dan nyaman saat berinteraksi. 

2. Micro Influencer 

Influencer dengan pengikut sekira 10 ribu, sampai dengan 100 ribu disebut dengan micro influencer. Dan hampir sama dengan tipe influencer sebelumnya, influencer pada tingkatan ini akan fokus pada niche yang benar-benar mereka kuasai. Namun, selain menjadi influencer, ada pula yang memiliki keahlian di bidang lain. Salah satunya, banyak micro influencer yang nyambi menjadi blogger. 

Dan karena jumlah pengikutnya yang masih kecil, micro influencer dapat membangun hubungan yang akrab dengan pengikutnya. Hanya saja, saat jumlah follower mencapai angka 100 ribu, biasanya akan terjadi penurunan engagement rate, jika dibandingkan saat jumlah pengikut berada di angka ribuan. 

Jika dibandingkan dengan nano influencer, dengan micro influencer, brand dapat memperluas target pasar. Dengan jumlah pengikut yang mulai bertumbuh, micro influencer tetap mampu menjangkau rentang pasar yang lebih luas lagi. 

3. Mid-tier Influencer

Tingkatan influencer selanjutnya adalah mid-tier influencer. Yang dimaksud dengan mid-tier influencer dengan jumlah pengikut antara 100 ribu sampai 500 ribu. Pada jenis influencer yang satu ini, interaksi yang terjadi dengan pengikut tak sekuat dua jenis influencer yang pertama disebut. Namun jika berbicara target pasar, jelas, mid-tier influencer memiliki jangkauan yang jauh lebih luas. 

Selain interaksi, yang membedakan dengan dua jenis influencer sebelumnya adalah minat dan kesukaan pengikut yang jauh lebih beragam. Pengikut mid-tier influencer umumnya lebih variatif, sangat banyak niche, dan demografi yang luas. 

Kalau bisnismu ingin memperluas target pasar, tidak ada salahnya untuk menimbang-nimbang bekerja sama dengan mid-tier influencer. 

4. Macro Influencer

Kemudian, untuk influencer dengan jumlah pengikut antara 500 ribu sampai 1 juta disebut dengan macro influencer. Kalau di Indonesia, ada sebutan lain untuk influencer jenis ini: selebgram. Ya, karena ada banyak pengikut di Instagram, maka tak heran engagement rate juga tidak terlalu tinggi. Namun lagi-lagi, semakin tinggi jumlah pengikut, jangkauan yang dimiliki tentu akan lebih luas lagi. Biasanya, macro influencer sering mengunggah konten yang benar-benar sesuai dengan niche tertentu. 

5. Mega Influencer 

Selanjutnya ada mega influencer. Mega influencer adalah jenis influencer yang memiliki pengikut lebih dari 1 juga orang dan sering dimasukkan pada kategori selebritas. Skalanya juga bermacam-macam. Ada yang populer di dalam negeri saja dan ada juga yang terkenal di luar negeri. Dan untuk bisa bekerja sama dengan mereka, tentu kamu harus merogoh kocek yang sangat dalam. Ya, karena harga sekali posting di akun mereka tentu akan sangat mahal. 

Baca Juga : Cara Membuat Facebook Ads

Kalau kamu ingin meningkatkan brand awareness produkmu dengan lebih maksimal, mega influencer bisa menjadi pertimbangan. Mengingat jumlah pengikut mereka yang sangat besar dan terdiri dari berbagai tipe demografi. 

Sebelum memutuskan bekerja sama dengan mega influencer, tentu kamu harus berpikir secara masak terlebih dulu. Karena biasanya konten yang diunggah para mega influencer kebanyakan adalah konten berbayar yang memang sedang dipromosikan. Sangat jarang mereka mengunggah konten organik. 

Penutup 

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, influencer sangat diandalkan dalam pemasaran modern. Influencer secara tak langsung akan menghasilkan kredibilitas instan terhadap brand yang mereka promosikan. 

Idenya adalah, jika sebuah perusahaan dapat membuat orang berpersepsi bahwa brand adalah market leader dan dapat dapat dipercaya berdasarkan dukungan dari influencer. Semoga artikel ini dapat membantumu untuk mengenal tingkatan influencer agar tidak salah saat menggunakan jasanya. 

Wujudkan ide bisnismu dengan website toko online dari Jejualan. Dapatkan berbagai fitur terbaik toko online harga terjangkau dari Jejualan, Buka Toko Online Cuma 20 Detik.

 

Send Comment